Skip to content

Begini Tes Psikologi Bagi Pengendara di Indonesia

6 April 2017

PERNAH melihat pengendara bertengkar dengan sesame pengendara di jalan raya? Akibat pertengkaran itu antrean kendaraan pun mengular. Suara klakson bersahut-sahutan.

Emosi begitu mudah meledak di jalan raya yang karut marut. Orang berlomba-lomba menyalurkan emosi dengan mempertontonkan keangkuhannya.

Di sisi lain, perangai emosional saat berkendara bisa merusak konsentrasi. Lantaran konsentrasi yang buyar, kecelakaan lalu lintas jalan pun sudah di depan mata. Karena itu, konsentrasi bagi pengendara adalah mutlak. Sampai-sampai hal ini diatur dalam Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Ternyata, di Indonesia para pengendara itu mesti mengikuti tes psikologi, tepatnya saat mengajukan surat izin mengemudi (SIM). Apa saja materi tes itu?

Merujuk Peraturan Kapolri (Perkap) No 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi terlihat bahwa tes psikologi masuk dalam persyaratan kesehatan rohani. Warga negara yang mengajukan penerbitan SIM mesti memenuhi persyaratan tersebut.

Kesehatan rohani terdiri atas;
a. kemampuan konsentrasi;
b. kecermatan;
c. pengendalian diri;
d. kemampuan penyesuaian diri;
e. stabilitas emosi; dan
f. ketahanan kerja.

Pengertian dari kemampuan konsentrasi diukur dari kemampuan memusatkan perhatian atau memfokuskan diri pada saat mengemudikan kendaraan bermotor di jalan.

Lalu, untuk kecermatan, diukur dari kemampuan untuk melihat situasi dan keadaan secara cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memersepsikan kondisi yang ada.

Sedangkan pengendalian diri, diukur dari kemampuan mengendalikan sikapnya dalam mengemudikan kendaraan bermotor.

Kemampuan penyesuaian diri diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi.

Lalu, stabilitas emosi, diukur dari keadaan perasaan seseorang dalam menghadapi rangsangan dari luar dirinya dan kemampuan mengontrol emosinya pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi.

Terakhir, ketahanan kerja, diukur dari kemampuan individu untuk bekerja secara teratur dalam situasi yang menekan.

“Penilaian atas kesehatan rohani dilakukan melalui penggunaan Materi Tes Psikologi,” tulis Perkap tersebut.

Sedangkan Materi Tes Psikologi beserta tata cara penilaiannya disusun oleh psikolog dalam pengawasan dan pembinaan psikologi kepolisian daerah atau Biro Psikologi Polri. “Hasil tes psikologi ditetapkan dalam Surat Lulus Tes Psikologi,” tulis Perkap itu lagi.

Pertanyannya, adakah yang pernah mengikuti tes psikologi saat hendak mengajukan SIM? Kalau saya, belum pernah. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 9 April 2017 16:32

    Blm pernah eyang

Trackbacks

  1. Tes Psikologi Untuk Pengendara | Suetoclub's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: