Skip to content

Mengenal Materi Ujian Teori SIM Motor

5 April 2017

BANYAK orang yang saya kenal, termasuk orang di sekeliling, mengemudi tanpa memiliki surat izin mengemudi (SIM). Alasannya beragam. Ada yang karena belum mengurus, tidak sempat mengurus, atau belum lulus ujian SIM.

Mengemudi tanpa SIM sejatinya ngeri-ngeri sedap. Ngeri karena jelas-jelas melanggar aturan. Regulasi yang berlaku saat ini mewajibkan pengemudi memiliki SIM sebagai wujud kompetensi. Ngerinya lagi, pelanggaran itu dilakukan secara sadar. Sampai-sampai, ada pembenaran bahwa berkendaranya cuma di sekitaran tempat tinggal saja. Lantas, kalau yang berkendara sampai jauh dari tempat tinggal alasannya apa yah? Entah.

Sejatinya membuat SIM itu tidak repot dan biayanya pun terjangkau kebanyakan kocek masyarakat. Kalau membeli sepeda motor belasan juta saja sanggup, masa sih membayar Rp 115-130 ribu untuk membuat SIM C tidak sanggup?

Baiklah, kembali ke judul tulisan ini, yaitu soal apa saja sih materi ujian tertulis saat membuat SIM?

Materi ujian tertulis untuk kendaraan perseorangan dan kendaraan umum berbeda. Bagi kita para pesepeda motor yang merupakan kendaraan perseorangan, berikut ini materi ujian tertulis yang mencakup tiga hal, yaitu;

A. Pengetahuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan, yang terdiri atas:
1. hak utama pengguna jalan;
2. pengetahuan tentang rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi
isyarat lalu lintas, dan gerakan lalu lintas;
3. kedudukan hukum lalu lintas; dan
4. peringatan sinar dan bunyi.

B. Ketrampilan pengemudi:
1. cara mengemudi Ranmor;
2. cara mendahului Ranmor lain;
3. cara berbelok;
4. cara melewati persimpangan;
5. cara penggunaan lampu Ranmor;
6. cara penggandengan dan penempelan kendaraan lain;
7. cara parkir;
8. cara berhenti;
9. kecepatan minimal dan maksimal; dan
10. cara penggunaan jalur dan lajur Jalan;

C. Etika berlalu lintas:
1. hak dan kewajiban pengemudi dan pengguna jalan lain; dan
2. tanggung jawab pengemudi;
d. pengetahuan teknik Ranmor; dan
e. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas.

Persoalannya, bagaimana kita mengetahui hal-hal di atas? Belajar dimana dan kepada siapa? Repot kan kalau nggak pernah belajar tahu-tahu ikut ujian. Runyam.

Oh ya, materi ujian tertulis sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) No 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Nah, itu baru ujian teori atau ujian tertulis. Masih ada sederet ujian lainnya, seperti uji kesehatan, simulasi, dan praktik. Untuk ujian lainnya, nanti saya ulas dalam tulisan yang berbeda. Semoga bermanfaat. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: