Skip to content

Baca Ini Kalau Mau Tahu Sedikit Sejarah Polantas

22 September 2016

edo-dan-tim-hut-lantas-2016

MASYARAKAT di tempat saya tinggal ketika menyebut sosok polisi, maka yang kerap disebutkan selalu berangkat dari pengalaman berinteraksi dengan polisis lalu lintas (polantas). Kata, ‘polisi’ selalu diidentikkan dengan polantas. Tak heran jika kemudian polantas seakan menjadi etalase dari unsur kepolisian secara keseluruhan.

Baik buruknya polisi citranya, tak jarang muncul dari persepsi masyarakat terhadap polantas. Padahal, belum tentu semuanya relevan.

Hal itu terjadi karena interaksi masyarakat lebih banyak dengan para polantas. Hampir segala aktifitas masyarakat bersinggungan dengan polantas mengingat mayoritas aktifitas masyarakat menggunakan angkutan jalan. Mau berangkat mencari ilmu, mencari rezeki, beranjangsana, hingga hendak berwisata senantiasa akan berhubungan dengan polantas.

Pengalaman getir berhadapan dengan polantas akan menimbulkan stigma di masyarakat. Kalau sudah begitu, urusannya menjadi repot. Apalagi jika hingga bermuara pada ketidakpercayaan pada aparat penegak hukum. Bisa runyam urusannya.

Lalu lintas jalan pun menjadi kian karut marut. Mereka yang melanggar aturan di jalan merasa bisa mengatasi masalahnya ketika terjaring razia. Mereka pikir, kasih uang habis perkara.

Padahal, kita tahu bahwa pelanggaran demi pelanggaran itu berbuah pahit, yakni kecelakaan lalu lintas jalan. Kalau sudah urusan kecelakaan, buntutnya juga bisa panjang. Mulai dari kerugian akibat kerusakan barang, terjadinya luka-luka, korban jiwa hingga berujung di meja pengadilan.

Tak heran jika kemudian Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto, menyerukan agar jajarannya membuat kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal itu dinilai, dapat membentuk citra polantas yang melayani dan mengayomi masyarakat. “Kami harus instropeksi terhadap kekurangan. Harus menjadi contoh. Sehingga terjadi role model yang menular secara positif,” kata dia, seperti dilansir laman beritasatu.com, Kamis, 22 September 2016.

Sejarah Panjang

Peran polantas amat vital bagi pergerakan orang dan barang maupun jasa. Maklum, mayoritas pergerakan masih bertumpu pada lalu lintas angkutan jalan. Karena itu, pihak kepolisian menaruh perhatian penuh pada persoalan lalu lintas jalan.

Bahkan, hal itu dapat terlihat ketika pada pada 22 September 1955, Kepala Jawatan Kepolisian Negara mengeluarkan Order No 20/XVI/1955 tanggal 22 September 1955 tentang Pembentukan Seksi Lalu Lintas Jalan. Pada tingkat pusat yang taktis langsung di bawah Kepala Kepolisian Negara. Sejak saat itu dikenal istilah lalu lintas jalan untuk pertamakalinya yang mempunyai rumusan tugas sebagai berikut;

1. Mengumpulkan segala bahan yang bersangkutan dengan urusan lalu lintas jalan.
2. Memelihara/mengadakan peraturan, peringatan, dan grafik tentang kecelakaan lalu lintas, jumlah pemakai jalan, pelanggaran lalu lintas jalan.
3. Mengadakan pengawasan atas pelaksanaan perundang-undangan lalu lintas jalan dan menyiapkan instruksi guna pelaksanaan di berbagai daerah
4. Melayani sebab-sebab kecelakaan lalu lintas jalan di berbagai tempat di Indonesia dan menyiapkan instruksi dan petunjuknya guna menurunkan/mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Tahun 1956, seperti dilansir https://dikyasapolman.wordpress.com di tiap kantor Polisi Propinsi dibentuk Seksi Lalu Lintas dengan Order Kepala Kepolisian Negara No. 20 / XIII /1956 tanggal 27 Juli 1956 kemudian di kesatuan – kesatuan / kantor -kantor Polisi Karesidenan, selanjutnya pada tingkat Kabupaten di bentuk pula seksi – seksi Lalu lintas dengan berdasar pada Order KKN tersebut.

Kelak, tanggal 22 September itu dijadikan Hari Lalu Lintas berskala nasional. Setiap tanggal itu jajaran Korlantas merayakan hari jadi mereka.

Kini, Korlantas bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakkan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, resgistrasi, indentifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor serta patoli jalan raya. Tentu kesemua itu tugas yang amat vital di tengah tingginya penggunaan jalan sebagai pergerakan orang maupun barang. Pada ujungnya, juga ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Selamat hari jadi ke-61 Korlantas Polri. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: