Skip to content

Air pun Merangsek ke Lorong-lorong Rumah Sakit

21 September 2016

img-20160921-wa0048

SAAT mendengar kabar banjir bandang menerjang Garut, Jawa Barat sempat tak percaya. Namun, setelah sejumlah foto-foto masuk ke ponsel pintar saya, sepanjang Rabu, 21 September 2016, rasa lemas menjalar ke sekujur tubuh.

Bagaimana tidak, sejumlah foto menggambarkan air bah menerjang sekolah, rumah sakit, hingga rumah penduduk. Bangku dan meja belajar siswa berantakan. Areal bermain berubah warna menjadi kecoklatan.

Di sudut lain, mobil-mobil terjungkir balik. Gerobak besi itu tak mampu menahan gelombang kekuatan sang alam.

Kondisi memilukan juga terjadi di sudut lain ketika air bah menerjang lorong-lorong Rumah Sakit Slamet, Garut. Tampak sejumlah pasien tertidur di atas tempat tidur yang di bagian bawahnya air menerjang. Di sudut lainnya, air menerjang selasar dan area parkir rumah sakit di kota Garut itu.

Belum selesai sampai disitu. Sebuah foto dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggambarkan air bah yang menerjang bangunan hingga ke bagian atap. Air berwarna coklat dari luapan Sungai Cimanuk bak mengamuk. Rakyat pun menjerit.

img-20160921-wa0013
Sejumlah korban meninggal, luka-luka, dan korban hilang pun masuk daftar yang dilansir ke publik. Foto-foto yang saya terima juga menggambarkan bagaimana sejumlah jenazah ditemukan berbalut lumpur kehitaman. Tubuh-tubuh anak negeri yang tak berdaya diterjang amukan air bah.

Air bah menerjang bak tanpa tedeng aling-aling. Bencana alam merenggut mulai dari usia balita hingga usia dewasa. Mulai dari anak-anak, perempuan hingga pria dewasa. Garut berduka.

Sepanjang saya berkunjung ke Garut sejak sekitar 20 tahun lalu, banjir bandang kali ini merupakan yang terhebat. Bagaimana tidak, selain meluluhlantakan harta benda, banjir kali ini setidaknya merenggut 20 korban jiwa dan belasan orang lain yang dinyatakan hilang. Belum lagi mereka yang menderita luka-luka.

Garut yang saya kenal memiliki sejumlah destinasi wisata yang indah nan mempesona. Sejumlah gunung menjulang dengan pemandangan hijau nan elok. Tak terbayangkan jika tiba-tiba air sungai meluap di tengah malam yang gelap. Ketika justeru orang sedang tidur terlelap, tiba-tiba diterjang dinginnya air yang menggulung apa pun yang dilewatinya.
img-20160921-wa0003

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB dalam siaran pers, Rabu, meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017. “La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor,” kata Sutopo.

Dia menjelaskan, banjir bandang dan longsor ini dipicu hujan deras sejak Selasa, 20 September 2016, pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 – 2 meter. Saat ini, sebagian banjir sudah surut. Ini menunjukkan kondisi hulu DAS Cimanuk sudah rusak dan kritis.

Semoga semua para korban diberi kekuatan dan ketabahan. Garut berduka. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 23 September 2016 09:29

    Turut berbela sungkawa atas musibah Garut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: