Skip to content

Saat Radio Menyoroti Anak di Bawah Umur Berkendara

23 September 2016

pelajar-tak-helm

DUA hari berturut-turut dua stasiun radio swasta di Jakarta mengulas satu topik yang nyaris sama,  risiko berkendara anak di bawah umur.

Bedanya,  Radio Elshinta FM,  Jakarta fokus pada dampak pidana kecelakaan lalu lintas jalan. Dalam siaran live interactive,  Selasa,  20 September 2016 sore,  radio berita itu menyantol pada petisi menyeret orang tua ke ranah pidana.  Maksudnya,  orang tua yang mengizinkan anaknya berkendara dan sang anak menjadi pelaku kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia diusulkan dapat dipidana.

Sedangkan Radio Pelita Kasih (RPK)  Jakarta menitikberatkan soal ketidakstabilan anak di bawah umur ketika berkendara di jalan raya. “Kami ingin tahu batas usia ideal seseorang berkendara, ” kata Arthur,  penyiar RPK fm,  saat siaran bersama saya,  Rabu,  21 September 2016 sore.
Bagi saya,  anak di bawah umur amat riskan saat berkendara di jalan raya. Ketidakstabilan emosi yang mudah terprovokasi amat potensial memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

Tapi, mereka terpaksa berkendara dan tentu bukan mustahil atas “restu” orang tua. Dan, para orang tua pun bukan begitu saja mengizinkan sang anak berkendara. Ada alasan kuat, salah satunya, angkutan umum yang ada belum memadai. Bahkan, lebih jauh lagi, para orang tua belum menempatkan keselamatan sebagai prioritas saat berlalulintas jalan. Anak-anak menjadi korban dari sistem yang ada di tengah masyarakat kita.

Sekadar menyegarkan ingatan kita, data Korlantas Mabes Polri menyebutkan, sepanjang 2010-2015, setidaknya 176 ribu anak-anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan di jalan. Artinya, setiap hari terdapat 85 anak-anak di bawah 15 tahun yang menjadi korban kecelakaan.

Tunggu dulu, di sisi lain, anak-anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan ternyata juga cukup memprihatinkan. Dalam rentang 2010-2015, sedikitnya tercatat 27 ribu anak-anak yang memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Miris.

Sejumlah pendengar yang ikut diskusi interaktif di Elshinta menilai peran orang tua dan petugas amat penting. Bahkan,  ada yang setuju orang tua diseret ke ranah pidana.  Sedangkan sebagian lainnya mengaku miris melihat anak di bawah umur yang bersepeda motor dan berkendara ugal-ugalan.

Sementara itu, di RPK FM pendekatan lebih kepada mengajak orang tua agar tidak begitu saja mengizinkan sang anak berkendara. Tentu saja setelah melihat risiko yang ada dan fakta data yang beredar di tengah masyarakat kita.

Anak-anak harus dilindungi karena mereka adalah pewaris negeri ini, bahkan pewaris bumi ini. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 23 September 2016 14:45

    Iya sangat setuju saya. Makin ke depan, sudah banyak sekali anak di bawah umur memakai kendaraan. Padahal itu sangat berbahaya. Anak saya saja tidak saya berikan walaupun dia tiap hari merajuk. Katanya teman-teman dia semuanya sudah naik kendaraan. Saya mah tunggu dulu sampai anak saya cukup umur minimal 17 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: