Lanjut ke konten

Pelanggaran Sepeda Motor Masih Tinggi

23 Oktober 2013

motor busway 1

PELANGGARAN aturan lalu lintas jalan masih saja terjadi. Ada sejumlah alasan kenapa hal itu terus saja terjadi di sekeliling kita. Sebelum jauh mengulik apa yang mendorong terjadinya pelanggaran, mari kita lihat dulu fakta yang ada.

Data Korlantas Polri memperlihatkan, tahun 2012, setiap hari ada 15.800-an pelanggaran. Artinya, tiap jam, di Indonesia ada 650-an pelanggaran lalu lintas jalan.

Bila dibandingkan dengan pelanggaran tahun 2011, angka tahun 2012 turun 2,04%. Cukup membuat sedikit angin segar, mengingat tahun 2011, pelanggaran melejit 38,04%.

Nah, dari pelanggaran lalu lintas yang ada, tidak seluruhnya ditindak atau ditilang. Kepolisian juga memberikan teguran kepada pengguna jalan yang melanggar aturan. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, ada kecenderungan memberikan teguran ketimbang penilangan.

Pada 2011, teguran yang dilakukan kepolisian sebesar 12,39% dari pelanggaran yang ada. Lalu, tahun 2012, porsinya membesar menjadi 24,67%. Bahkan, sepanjang semester pertama 2013, porsinya menggelembung menjadi 33,76%.

Kembali soal pelangggaran. Dari seluruh pelaku pelanggaran di jalan yang ditilang pada tahun 2011, sebanyak 71,56% adalah pesepeda motor. Barangkali karena populasi sepeda motor lebih besar dibandingkan jenis kendaraan yang lainnya. Lihat saja, pada 2012, jumlah pesepeda motor yang melanggar aturan kontribusinya 74,09%. Tahun 2012, ada 3,2 juta pelanggaran pesepeda motor atau 360-an per jam.

Pelanggaran aturan lalu lintas jalan yang masih tinggi, pararel dengan masih tingginya kecelakaan. Tahun 2011, tiap hari ada 16.100-an pelanggaran yang berbuah 300-an kasus kecelakaan. Begitu juga tahun 2012, saat ada 15.800-an pelanggaran per hari, jumlah kecelakaan 320-an kasus.

Ironisnya, kecelakaan tersebut merenggut 81 jiwa per hari pada 2012. Bahkan, Indonesia harus kehilangan sekitar 88 orang per hari sepanjang delapan bulan 2013.

Rasanya cukup erat korelasi jargon kecelakaan kerapkali diawali oleh pelanggaran. Terlebih, fakta juga memperlihatkan, pemicu utama kecelakaan adalah berkendara tidak tertib. Sebagai gambaran, Januari-Agustus 2013, aspek tidak tertib menyumbang 45,23% terhadap faktor manusia. Dalam rentang delapan bulan 2013, faktor manusia menjadi pemicu kecelakaan yang terbesar, yakni 87,48%.


Penyebab Pelanggaran

Lantas, kenapa para pengguna jalan melakukan pelanggaran? Coba kita terka-terka.

Pertama, para pengguna jalan tergesa-gesa. Ingin cepat tiba di tempat tujuan tanpa menghiraukan aturan yang ada. Bahkan, tidak menghiraukan keselamatan dirinya dan pengguna jalan yang lain.

Kedua, penegakan hukum yang tidak tegas dan konsisten. Termasuk tidak kredibel, tak transparan, dan tebang pilih.

Ketiga, mentalitas jalan pintas. Selalu ingin mencari jalan pintas tanpa mau antre di tengah kepadatan arus lalu lintas jalan.

Keempat, tidak tahu aturan yang berlaku. Misal, tidak faham atas marka dan rambu yang ada.

Kelima, tida mengetahui risiko pelanggaran yang bisa berbuntut kecelakaan. Bahkan, tidak memahami bahwa kecelakaan bisa berbuntut panjang termasuk masalah pidana. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: