Skip to content

Begini Biar Aman Saat Mengemudi ala Jusri Pulubuhu

28 Mei 2016

jusri di mobil123com

KECELAKAAN lalu lintas jalan merupakan persoalan serius. Tragedi itu dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

Korban terus berjatuhan, bahkan lima tahun terakhir di Indonesia lebih dari 140 ribu jiwa tewas akibat kecelakaan. Di dunia, setiap tahun sekitar 1,25 juta tewas akibat kecelakaan. Mengerikan.
Menurut kolega saya, Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), ada dua kata kunci saat mengemudi di jalan raya, yakni fokus dan mengerti. Keduanya menjadi kata kunci utama keselamatan di jalan raya.

Terkait dengan masalah fokus, dia membeberkan, pastikan kondisi kendaraan telah diperiksa dan yakin semuanya dalam kondisi layak jalan, kondisi kendaraan yang siap membuat perjalanan nyaman, lancar, dan pengemudi tidak stress.

Lalu, tinggalkan segala masalah (mental dan fisik) saat merencanakan mengoperasikan kendaraan bermotor, sesuatu terkait fisik seperti sakit dan keseleo. Meningat hal itu akan membuat keterbatasan gerak dalam mengoperasikan kendaraan. “Masalah keluarga, pekerjaan, finansial yang berat akan mengurangi konsentrasi mengemudi, saat ini kualitas safety akan segera menurun,” paparnya dalam publikasi yang saya terima terkait talkshow Safety Driving, besutan mobil123.com, di Jakarta, baru-baru ini.

Masih soal fokus, tambah dia, upayakan dengan maksimal untuk fokus dengan tugas mengemudi, hindarkan hal-hal yang mendistraksi konsentrasi

Sementara itu, terkait dengan masalah mengerti saat mengemudi, dia menegaskan, melihat tidak selalu linear dengan mengerti. Indikasi mengerti salah satunya, tidak mengerem mendadak, dan tidak melakukan manuver mendadak. Lalu, tidak kaget atas kejadian yang ada dimukanya dan pergerakan kendaraan walaupun tidak terlalu pelan selalu halus. “Bagi penumpangnya mereka merasa nyaman dikemudikan si pengemudi,” jelas Jusri.

Dia menjelaskan, pada bagian mengemudi defensive, mengerti adalah tindakan antisipatif. Ketika indera mata melihat sesuatu, maka pahami objek tersebut.

Semisal, lanjutnya, mata melihat anak kecil yang ada di bahu jalan 50 meter di muka, fahami dia hanya seorang anak kecil yang dapat bergerak atau memutuskan sesuatu dengan seketika tanpa berpikir panjang. Bahkan, menyeberang seketika melintasi badan jalan dimuka tanpa menghiraukan sesuatu yang buruk dapat terjadi.

“Pengemudi yang selalu mengutamakan keselamatan, selain tertib berlalulintas ia memiliki pattern mengemudi antisipatif,” papar dia.

Lalu, selalu mengecek kaca-kaca spionnya kemudian mengerti apa yang tertangkap dengan matanya. Selain itu, memastikan situasi belakang atau samping aman sebelum dia melakukan keputusan sebuah manuver.

Saat bahaya dimuka muncul, ujar Jusri, sebelum mengambil keputusan mengerem atau menghindar, tindakan pengemudi yang memahami ia berada dimana adalah memastikan sisi belakang atau sampingnya aman atau tidak. “Barulah keputusan terbaik dilakukannya, ini adalah indikator mengerti,” ujarnya.

Oh ya, soal talkshow Safety Driving, kolega saya lainnya, Syubhan Akib, redaktur Mobil123.com, mengatakan, pihaknya sebagai salah satu stakeholder memiliki kepentingan dalam menciptakan jalan raya yang lebih selamat, aman dan tertib.

“Seperti kita ketahui bahwa setiap kecelakaan akan menyebabkan kerugian materi yang besar. Jika kecelakaan melibatkan kepala keluarga sehingga dia mengalami cacat tetap atau meninggal bisa menyebabkan pemiskinan di keluarganya,” kata dia. (edo rusyanto)

foto:istimewa

Gencar Lagi Penilangan Tidak Menyalakan Lampu Utama Siang Hari

27 Mei 2016

lampu utama siang hari2

TERNYATA pesepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama pada siang hari benar-benar ditilang. Kalau mengutip data Operasi Patuh Jaya 2016, rata-rata ada 30-an pesepeda motor yang kena tilang setiap harinya.

“Hingga hari ke-11 ada 3.571 penindakan pelanggaran lampu utama siang hari,” kata AKBP Budiyanto, kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya dalam pesan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 26 Mei 2016.

Periode penindakan dalam rentang 16-26 Mei 2016. Operasi Patuh Jaya 2016 adalah bagian dari Operasi Patuh yang digelar serempak di seluruh Indonesia.

Nah, kalau dibandingkan keseluruhan pelanggaran yang ditindak, soal lampu utama siang hari menempati posisi empat besar. Persis di bawah pelanggaran pemakaian helm yang dalam periode itu tercatat 6.424 kasus.

Di Indonesia, kewajiban menyalakan lampu utama pada siang hari bagi pesepeda motor baru dikenal pada 2009. Aturan itu mencuat saat Undang Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) diterbitkan pada 22 Juni 2009. UU itu menggantikan UU LLAJ No 14 tahun 1992 yang berlaku selama 17 tahun.

Aturan tersebut menyatakan para pesepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari. Defenisi siang hari ditegaskan dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 18.00.

Para pelanggar aturan tersebut dibidik dengan sanksi denda maksimal Rp 100 ribu. Atau, pidana penjara maksimal 15 hari.

Oh ya, pesepeda motor juga diwajibkan menyalakan lampu utama pada malam hari. Hal serupa juga mewajibkan para pengendara mobil.

Hanya saja, sanksi bagi pelanggaran kewajiban malam hari didenda maksimal Rp 250 ribu. Atau, pidana penjara maksimal satu bulan. (edo rusyanto)

Tiongkok Bikin Shenzhen Rp 190 Triliun di Bekasi

26 Mei 2016

Shenzhen-City_creativitycosmos2

KABAR menyeruak korporasi Tiongkok mau bikin Shenzhen versi Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Tiongkok hadir lewat dua korporasinya, yakni Shenzhen Yantian Port Group Co, Ltd dan Country Garden Holdings, Co. Ltd. Sedangkan mitra lokal adalah Group Lippo melalui PT Lippo Cikarang Tbk.

“Kedua perusahaan Tiongkok tersebut sudah lama mengenal Lippo Group dan mereka tertarik untuk bekerjasama,” ujar Direktur/Chief Marketing Officer PT Lippo Cikarang Tbk Stanley Ang di Cikarang, seperti dikutip harian Investor Daily, edisi Rabu, 25 Mei 2016.

Shenzhen versi Indonesia itu nanti namanya adalah Indonesia-Shenzhen Industrial Park.

Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady pernah mengatakan, kawasan koridor timur Jakarta merupakan “Shenzen-nya” Indonesia. Dia mengatakan hal itu mengingat wilayah tersebut padat dengan industri. Keberadaan industri merupakan salah satu pendorong perekonomian nasional, lewat banyaknya perusahaan yang membuka usahanya di kawasan tersebut.

Kehadiran ekspatriat dan investor asing di kawasan industri menjadi pemicu utama berkembangnya industri properti di Cikarang. Saat ini, ada sekitar 4.000 perusahaan yang beroperasi di kawasan industri dengan sekitar 21 ribu ekspatriat. Selain itu, kawasan tersebut juga ditopang oleh pengembangan sejumlah infrastruktur penunjang seperti kereta dan pelabuhan.

Kota Shenzen, Guandong, Tiongkok dikembangkan sebagai Zona Ekonomi Khusus sejak 1 Mei 1980. Kini, di kota yang memiliki luas 2.020 km2 itu sedikitnya terdapat 8.000 industri dengan beragam segmen. Wikipedia menulis, Shenzhen adalah rumah bagi beberapa perusahaan teknologi tinggi yang paling sukses di Tiongkok, termasuk BYD, Konka, Skyworth, Tencent,Coolpad, ZTE, Gionee, TP-Link, DJI,BGI (Beijing Genomics Institute), dan Huawei. Kota bertumbuh dengan pesat dan diwarnai dengan banyaknya gedung pencakar langit.

Stanley mengatakan, Shenzhen Yantian Port Group Co,Ltd dan Country Garden Holdings Co,Ltd akan memberikan kontribusi dan tata cara pengembangan kawasan yang modern. Ke depannya, kawasan ini menjadi kawasan industri yang hebat dan diharapkan menjadi kebangaan antara Indonesia dan Tiongkok.

Kawasan Industri Indonesia-Shenzhen dibangun ke dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama direncanakan awal tahun 2017.

Stanley menjelaskan, sumber pendanaan berasal dari masing-masing perusahaan, walau tidak menutup kemungkinan mencari dana dari pihak luar. “Porsi pendanaan belum boleh di-share, yang jelas ketiga perusahaan terlibat,” ujar dia.

Shenzhen Yantian Port Group Co, Ltd adalah perusahaan asal Tiongkok yang memiliki dan mengoperasikan pelabuhan kontainer terbesar serta layanan logistik terpadu, Shenzhen dipimpin oleh Tong Yaming. Sedangkan Country Garden Holding Co, Ltd adalah perusahaan properti terbesar yang berbasis di Guangdong, perusahaan ini sudah banyak mengembangkan kawasan industri di luar Tiongkok seperti di Malaysia dan Australia.

Stanley menuturkan, faktor lain yang membuat kedua perusahaan tiongkok mau mengembangkan kawasan industri di Lippo Cikarang adalah jalur logistik yang sudah lancar.

Paling Diincar

Sementara itu, Chairman Lippo Group Mochtar Riyadi, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak diincar investor. Banyak investor yang mau berinvestasi di Indonesia karena jumlah penduduknya banyak dan sebagian besar kelas menengah. “Disamping itu, perekonomian Indonesia tetap tumbuh stabil,” ujar dia, di Cikarang, Selasa.
lippo cikarang tol 1

Dia mengatakan Lippo Group sangat bangga bisa m,engembangkan kawasan industri baru dengan dua perusahaan Tiongkok. Lippo Group sudah dipandang sebagai perusahaan terbesar di Indonesia khususnya di bidang properti.

Kawasan Industri Indonesia-Shenzhen akan menjadi kawasan sibuk dan pusat bisnis. “Lippo kembali memperkenalkan konsep kawasan industri yang baru dan diharapkan bisa hebat,” ujar dia.

Mochtar menegaskan, kawasan industri sangat penting dikembangkan untuk memajukan perekonomian Indonesia. Dia pernah mengatakan, kawasan koridor timur Jakarta merupakan “Shenzen-nya” Indonesia. Menurut dia hal itu mengingat wilayah tersebut padat dengan industri. Keberadaan industri merupakan salah satu pendorong perekonomian nasional, lewat banyaknya perusahaan yang membuka usahanya di kawasan tersebut.

Kehadiran ekspatriat dan investor asing di kawasan industri menjadi pemicu utama berkembangnya industri properti di Cikarang. Saat ini, ada sekitar 4.000 perusahaan yang beroperasi di kawasan industri dengan sekitar 21 ribu ekspatriat. Selain itu, kawasan tersebut juga ditopang oleh pengembangan sejumlah infrastruktur penunjang seperti kereta dan pelabuhan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kawasan Industri (AKI) Sanny Iskandar mengatakan, Tiongkok terus membidik Indonesia sebagai negara tujuan investasinya. Indonesia dinilai memiliki pasar domestik yang cukup besar mengingat jumlah penduduknya mencapai sekitar 250 juta jiwa. “Hal itu juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan di kelas menengah kita yang cukup menjanjikan, terutama bagi industri yang berorientasi pada produk konsumsi,” kata Sanny kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan, di lingkup regional, kawasan industri Indonesia termasuk kawasan yang terbaik. Khususnya, jelas dia, kawasan industri yang dikembangkan dan dikelola dengan baik seperti di koridor Jakarta-Cikampek. Terlebih, kawasan industri yang sudah bekerjasama dengan Jepang dimana infrastrukturnya sangat mendukung dan cukup memadai bagi pemanufaktur.

Sanny berharap, tahun ini permintaan lahan kawasan industri akan meningkat signifikan dibandingkan tahun 2015 yang sekitar 350 ha. Banyak faktor yang mempengaruhi permintaan kawasan industri, salah satunya ketersediaan infrastruktur. “Kami berharap paruh kedua tahun ini bisa terjadi beberapa keputusan untuk pembelian lahan. Kami berharap realisasi permintaan lahan bisa mencapai 700 hektare,” papar dia.

Ju Kian Salim, direktur PT Lippo Cikarang Tbk sebelumnya mengatakan, pihaknya optimistis bisnis kawasan industri bertumbuh 10% pada 2016. Kini, pengembang properti itu menggarap delapan proyek kawasan industri di Cikarang, Jawa Barat seluas 1.123 hektare (ha).

“Kami optimistis bahwa pertumbuhan kawasan industri tahun 2016 yang diprediksi bergerak diangka 10%, dapat terealisasi,” papar dia kepada Investor Daily.

Kawasan industri yang digarap Lippo Cikarang mencakup Delta Silicon 1 (269 ha), Delta Silicon 2 (128 ha), dan Delta Silicon 3 (200 ha). Lalu, Delta Silicon 3 Extention (67 ha), Delta Silicon 5 (157 ha), Delta Silicon 6 (77 ha), dan Delta Silicon 8 (224 ha).

Khusus untuk Delta Silicon 8, jelas dia, merupakan kerjasama operasi (KSO) dengan Mandiri Group. “Untuk lahan industri kami saat ini yang berpeluang untuk dipasarkan masih  sekitar 97,4 ha dari 224 hektare total lahan Delta Silicon 8,” ujar dia. (edo rusyanto)

foto kota shenzhen dari sini

Gara-gara Berponsel, Tiap Hari 45 Orang Dirazia

26 Mei 2016

berponsel mengemudi1

RUPANYA kepolisian sedang getol melototin pengendara yang gemar berponsel. Mereka yang kedapatan mengemudi sambil berponsel langsung ditilang.

“Selama sepuluh hari Operasi Patuh Jaya 2016 ada 454 kasus HP yang ditilang,” papar AKBP Budiyanto, kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, dalam pesan tertulisnya, Rabu, 25 Mei 2016.

Rentang waktu itu 10 hari itu mulai 16 Mei 2016 hingga 25 Mei 2016. Artinya, setiap hari rata-rata 45 pengendara yang kena cokok. Dan, amat mungkin angka itu barulah puncak gunung es dari realita yang ada.

Kebiasaan berkendara sambil berponsel kini mewabah. Tentu seiring dengan membanjirnya penjualan ponsel. Di Tanah Air kita, kini setidaknya ada 200 juta ponsel yang merangsek seantero negeri. Berponsel bagai kebutuhan utama kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di Jakarta bahkan kerap saya jumpai satu orang dengan dua ponsel. Entah satu untuk kebutuhan mengakses data dan satunya untuk layanan suara. Atau, dua ponsel untuk dua nomor berbeda dengan fungsi yang berlainan. Pastinya, berponsel menjadi gaya hidup, selain memenuhi kebutuhan berkomunikasi.

Kembali soal getolnya polisi lalu lintas nangkepin yang berponsel. Penindakan itu dilakukan dengan alasan aktifitas berponsel tadi bisa memicu terjadinya kecelakaa lalu lintas jalan. Aktifitas berponsel dapat merusak konsentrasi pengemudi. Coba aja perhatikan. Pengemudi yang berponsel pasti tidak stabil mengemudinya. Paling buruk tentu saja bisa berujung petaka di jalan raya.

Setiap hari, rata-rata ada satu kasus kecelakaan yang dipicu aktifitas berponsel sambil mengemudi. Itu data dari Korlantas Polri yang menaungi keselamatan berlalu lintas jalan di Indonesia.

Pengemudi yang berponsel bisa dibidik oleh UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan ini mempunyai sanksi cukup berat. Para pelanggar aturan bisa dikenai sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan. Atau, denda maksimal sebesar Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

Miris Melihat Perilaku Iring-iringan Kendaraan Pengantar Jenazah

25 Mei 2016

makam dan motor penziarah3

SUDAH lama saya ingin menulis situasi jalan raya yang satu ini. Baru kali ini akhirnya saya tuangkan setelah menemui perilaku para pengantar mobil jenazah yang sudah berlebihan.

Suatu siang di pinggiran Jakarta, arus kendaraan bermotor melambat karena terdengar suara sirene. Sebagian kendaraan memilih agak mepet ke sisi jalan, namun mayoritas memperlambat laju kendaraannya. Dari arah berlawanan tampak ratusan pengendara sepeda motor yang mayoritas mengibarkan bendera warna kuning. Bendara itu adalah simbol kedukaan, yakni pertanda ada iring-iringan pengantar jenazah.

Saya pun ikut meminggirkan sepeda motor. Merayap diantara puluhan kendaraan bermotor lainnya. Namun, tiba-tiba dari arah berlawanan hadir belasan sepeda motor yang melaju cukup kencang. Mayoritas tidak memakai helm pelindung kepala seraya mengibaskan bendera kuning.

Beberapa dari mereka meliuk-liukan kendaraannya seraya meminta pengendara lain memberi jalan. Bahkan, ada yang mengibaskan bendera kuning ke arah pesepeda motor yang dimintanya minggir. Diantara para pengantar jenazah itu ada yang menutup pergerakan di pertigaan jalan. Meminta agar pengendara lain memberi kesempatan kepada iring-iringan tersebut.

Betul bahwa menurut Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) iring-iringan mobil jenazah termasuk yang mendapat haka utama di jalan. Sekadar menyegarkan ingatan kita, pasal 134 UU itu menyebutkan ada tujuh pihak pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan. Pertama, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
Kedua, ambulans yang mengangkut orang sakit. Ketiga, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas. Keempat, kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia.

Kelima, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara. Keenam, iring-iringan pengantar jenazah. Dan, ketujuh konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Artinya, pengendara lain mesti memberi prioritas kepada iring-iringan kendaraan itu untuk melintas terlebih dahulu termasuk bagi iring-iringan pengantar jenazah. Namun, ironi muncul manakala sejumlah oknum pengantar jenazah yang berkendara membahayakan dirinya sendiri dan bukan mustahil juga membahayakan orang lain.

Rasanya tak elok manakala ada pihak yang ingin berbuat baik, namun membahayakan pengguna jalan yang lainnya. Kita semua menyadari bahwa ada kelompok yang mendapat prioritas di jalan raya. Sejatinya, ketika mendapat prioritas tak mesti berlebihan dengan sekaligus melanggar aturan di jalan. Setuju? (edo rusyanto)

Ungkapan Hati Wartawati Ibukota

24 Mei 2016

PROFESI jurnalis masih punya tempat di hati kaum kartini. Mereka merenda fakta dan data secara apik sehingga tiba di meja pembaca. Sedikit sentuhan naluri kewanitaan menempatkan karya jurnalistik yang hadir memiliki nuansa.

Melewati tantangan dan risiko, para jurnalis memenuhi kebutuhan informasi para pembaca. Secara prinsip sesungguhnya tak ada pembeda antara perempuan dan laki-laki. Hanya kadang wartawati sedikit berpeluang menggali dari narasumber yang terpesona. Tinggal bagaimana mengemas dan memilih sudut pandang yang cocok dengan media tempatnya bekerja.

Sejumlah wartawati yang saya kenal punya jurus simpanan untu menggaet informasi lebih. Tapi, tentu saja mesti punya bekal lebih juga. Salah satunya, kepekaan pada persoalan dan keberanian menanggung risiko.

Jangan lupa, pekerjaan jurnalis senantiasa memikul risiko. Manakala informasi yang tersingkap menjadi bumerang sang nara sumber, bobot risiko kian berat. Pada tahap awal saja ada risiko atas upaya penghalangan menggali informasi yang tersembunyi.

Entah lantaran digembleng menghadapi risiko bertahun-tahun, dalam kehidupan sehari-hari, seorang wartawati yang saya kenal berani menanggung risiko. Kali ini terkait dengan aktifitas di jalan raya. Wartawati yang bekerja di media Ibukota Jakarta berani mengantar dan menjemput anaknya naik sepeda motor bertiga. Bahkan, anaknya yang masih di bangku sekolah dasar itu tidak memakai helm.

"Kalau tidak berboncengan tiga saya mesti naik apa?" Seloroh wartawati itu mengungkapkan isi hatinya.

Angkutan umum massal yang ada tidak bisa memenuhi kebutuhan mobilitasnya secara point to point. Begitu juga dengan angkutan lain seperti taksi yang jaraknya tergolong tidak favorit pengemudi taksi. Di bagian lain ada persoalan waktu dan biaya.

Belakangan saya mendengar kabar sang anak sudah dipakaikan helm, tapi tetap boncengan bertiga. "Tapi, saya masih belum punya SIM," ujarnya.

Di belahan lain, ungkapan hati wartawati lajang ini lebih dramatis.

"Saya mau aja diboncengin motor nggak pakai helm karena gratis," ujar wartawati muda itu.

Perempuan berusia dua puluh tahunan itu pada suatu ketika merelakan dirinya berboncengan motor tanpa helm. Saat itu, lokasi liputannya tidak terjangkau angkutan kota. Sedangkan untuk naik taksi butuh biaya lebih. Guna menuju lokasi halte bus Trans Jakarta nebeng motor kolega walau tanpa helm.

"Nggak jauh kok jaraknya," papar pengendara yang memberi tumpangan.

Sisi lain potret masyarakat kita ini nyaris punya substansi senada dengan sisi lainnya. Kesamaan dalih yang diusung senantiasa berlindung di balik "terpaksa". Walau, rasanya terdengar lebih pada "memaksakan diri".

Ya. Memaksakan diri dengan rela memikul risiko sekaligus melanggar aturan. (edo rusyanto)

Pengendara Malam Honda Gaungkan Safety Riding

23 Mei 2016

safety riding hnr 2016_ahm

PARA pengendara malam sepeda motor Honda (Honda Night Rider/HNR) ikut menggaungkan pentingnya bersepeda motor aman dan selamat (safety riding). Kali ini, mereka merangsek ke SMAN 1 Setu, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 21 Mei 2016 dengan misi mengobarkan semangat tertib berkendara.

Selain membangun generasi muda yang tertib berlalu lintas, HNR juga menebarkan benih proaktif di remaja dalam membagikan ilmu safety riding bagi lingkungannya.

Kegiatan simpatik ini merupakan bagian dari komitmen Sahabat Satu Hati yang dibentuk PT Astra Honda Motor (AHM). Komitmen itu bertujuan membangun karakter dan budaya aman berkendara di jalan raya di berbagai lapisan masyarakat.

Dalam teori safety riding digulirkan materi komprehensif tentang hal-hal yang harus dilakukan untuk membentuk kebiasaan tertib berkendara dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan, untuk praktik, menggunakan alat simulasi berkendara berteknologi terkini Honda Riding Training (HRT) dan berkendara langsung di lapangan dengan sepeda motor Honda.‎

“Pembentukan karakter dan semangat tertib berkendara itu butuh konsistensi, dukungan, dan keterlibatan banyak pemangku kepentingan,” kata Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin, dalam publikasinya, di Jakarta, Senin, 23 Mei 2016.

Dia menambahkan, generasi muda merupakan salah satu agen pelaku penyadaran yang harus diajak untuk mengobarkan semangat keselamatan berkendara di kalangan pengguna jalan raya.

“Memperingati Harkitnas dengan cara seperti ini sangat positif. Honda Night Rider bisa jadi contoh Sahabat Satu Hati yang memiliki kepedulian tinggi untuk mengajak anak muda berkegiatan positif di antaranya dengan edukasi safety riding. Contoh bagaimana kerja nyata berbagi ilmu untuk memberikan manfaat di sekitarnya,” kata dia.

Dalam ajang di SMAN 1 Setu tersebut hadir juga para siswa dari sekolah lain, yakni SMK Teratai Putih Global 4 Bekasi, SMK Mutiara Jaya Bekasi, dan SMK Yapin 02 Setu Bekasi. Lalu, SMK Karya Bahana Mandiri Bekasi dan SMK Yanfis Bekasi.

Sahabat Satu Hati yang tergabung dalam HNR adalah karyawan AHM Plant Cikarang yang memiliki komitmen besar dalam menyebarkan virus keselamatan berkendara bagi masyarakat. Berdiri sejak 18 Maret 2016, HNR telah terbagi menjadi 8 kelompok. Ke-8 tersebut adalah kelompok jalur Wanasari, jalur Tanjung Priuk, jalur Pondok Ungu Permai, jalur Lemah Abang, jalur Cibarusah, jalur Cibubur, jalur Bantar Gebang, dan jalur Karawang. (edo rusyanto)

foto:dok ahm

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.480 pengikut lainnya