Skip to content

Alasan Kenapa Berisiko Tinggi Bawa Barang Berlebih

26 Agustus 2016

Ampenan-20140524-02834

SEPEDA motor masih menjadi andalan masyarakat untuk bermobilitas. Entah itu sekadar untuk beranjangsana atau untuk mencari nafkah.

Kendaraan roda dua ini boleh dibilang menjadi alat angkutan yang digemari. Selain karena harganya relatif terjangkau kocek orang kebanyakan, juga karena kepraktisannya dinilai lebih mangkus dan sangkil. Ujung-ujungnya dianggap lebih murah biaya pengoperasiannya.

Karena itu, tak jarang sepeda motor dijadikan alat angkut untuk membawa barang-barang. Sebut saja misalnya untuk mengangkut sembako, hewan ternak, alat elektronik, hingga sayur mayor. Ironisnya, dalam proses pengangkutan tersebut terjadi kelebihan beban. Maksudnya, jumlah barang yang dibawa tergolong super banyak sehingga bobot sepeda motor jauh kalah berat dibandingkan dengan yang diangkut.

Tahukah kita bahwa mengendarai sepeda motor pada prinsipnya adalah bagaimana sang pengendara menyeimbangkan kendaraan itu agar tetap stabil melaju di jalanan. Ketika kondisi seimbang dan stabil, laju kendaraan dapat dijaga dengan seksama sehingga keselamatan sang pengendara maupun penumpang dapat lebih terjaga.

Upaya pengendara menstabilkan sepeda motor akan tertanggu ketika berat barang yang diangkut super banyak. Contohnya, ketika hendak berbelok atau mengerem.
Sekali lagi, tanpa kestabilan, si roda dua mustahil dapat berjalan dengan nyaman. Beban berlebih menyulitkan sang pengendara bermanuver termasuk untuk menghindari jalan berlubang atau obyek bergerak lainnya yang membahayakan.

Karena itu, membawa barang berlebihan akan merusak keseimbangan sang pengendara. Kondisi sepeda motor yang tidak seimbang bukan semata membuat tidak nyaman, tapi juga berisiko tinggi. Buntutnya tentu saja bisa runyam. Alih-alih mau hemat, bisa jadi berujung celaka. (edo rusyanto)

Indonesia Peringkat Keenam Kecelakaan di Dunia

25 Agustus 2016

keeping-kids-off-the-road

KECELAKAAN lalu lintas jalan tergolong persoalan serius bagi negara-negara di dunia. Merujuk data yang dilansir Badan Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 1,25 juta warga dunia tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada 2015. Indonesia berada di posisi keenam terbesar dari sisi jumlah korban kecelakaan yang meninggal dunia.

Mengutip laporan Global Status Report on Road Safety 2015, yang dilansir WHO, jumlah korban tewas yang dilaporkan di Indonesia sekitar 26 ribuan jiwa. Artinya, setiap hari 72 jiwa anak bangsa meregang nyawa di jalan raya. Miris.

Dalam laporan yang sama dan versi yang sama, yakni korban tewas yang dilaporkan, menempatkan India di posisi teratas. Data itu menyebutkan bahwa terdapat 137 ribuan jiwa tewas akibat kecelakaan. Angka itu setara dengan sekitar 377 jiwa per hari tewas akibat kecelakaan di India.

Posisi kedua dan ketiga adalah Tiongkok, yakni nyaris 63 ribu jiwa yang tewas dan Brasil sekitar 41 ribu korban tewas. Setiap hari, di kedua negara itu masing-masing tercatat sekitar
172 jiwa dan 112 jiwa korban tewas akibat kecelakaan.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Rusia menempati urutan keempat dan kelima, yaitu 32 ribuan jiwa dan 27 ribuan jiwa. Artinya, di Amerika Serikat dan Rusia setiap hari terdapat korban tewas masing-masing 90 jiwa dan 74 jiwa.

Margaret Chan, director general WHO mengatakan, kecelakaan lalu lintas jalan menjadi penyebab utama kematian kalangan muda berusia antara 15-29 tahun. Sedangkan pengguna jalan yang rentan menjadi korban kecelakaan adalah kalangan pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengendara sepeda motor. Data WHO memperlihatkan kalangan pesepeda motor menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban kecelakaan, yakni sekitar 23%. Lalu, sekitar 22% dari kalangan pejalan kaki dan sekitar 4% dari kalangan pesepeda kayuh.

“Padahal sebagian besar dari itu bisa dicegah lewat tindakan yang cepat secara global,” kata dia, dalam laporan tersebut. (edo rusyanto)

Pendidikan, Jurus Ampuh Memangkas Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

24 Agustus 2016

Pendidikan diharapkan mampu membentuk pribadi yang cerdas dan bertanggung jawab, termasuk saat berlalulintas jalan. Mencetak pribadi seperti itu bakal kian maksimal ketika dimulai sejak usia dini.

Perilaku menjadi kata kunci dalam memangkas tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan. Maklum, sekitar 30% pemicu kecelakaan adalah perilaku tertib. Faktor itu merupakan kedua terbesar setelah berkendara dalam kondisi lengah. Indonesia kehilangan 70-an jiwa setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

“Pendidikan keamanan di jalan raya (Road Safety Education) memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku anak dan orang muda/remaja serta mendorong mereka untuk menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab,” tegas Nona Pooroe, psikolog dan pemerhati anak dalam seminar ‘Keselamatan Berlalu Lintas di Kurikulum Pemerintah’, di Hotel Hermitage, Jakarta, Rabu (24/8).

Dia menambahkan, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang belajar tentang keamanan lalu-lintas (road safety) sejak usia dini akan membentuk perilaku aman di jalan raya saat mereka bertumbuh. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk membentuk pemahaman anak tentang keamanan lalu-lintas untuk membantu mereka menjadi pelaku jalan yang bertanggungjawab dan mencegah mereka menjadi korban.

Indonesia masih mencatat keterlibatan anak-anak dalam kecelakaan lalu lintas jalan, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku. Data Korlantas Mabes Polri menyebutkan, sepanjang 2010-2015, setidaknya 176 ribu anak-anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan di jalan. Artinya, setiap hari terdapat 85 anak-anak di bawah 15 tahun yang menjadi korban kecelakaan.

Tunggu dulu, di sisi lain, anak-anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan ternyata juga cukup memprihatinkan. Dalam rentang 2010-2015, sedikitnya tercatat 27 ribu anak-anak yang memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Miris.

Karena itu, pembentukan pribadi dan karakter yang disiplin menjadi mutlak. Menurut Arief Rachman, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, pendidikan karakter adalah upaya sadar dan yang disengaja serta terprogram untuk menolong manusia agar mengerti, peduli dan bertindak berdasarkan nilai-nilai dasar etika. Tujuannya, tujuan agar mereka mengetahui apa yang benar baik dan patut serta sangat peduli terhadap apa yang benar dan patut serta percaya dan yakin meskipun dalam keadaan yang tertekan dan dilematis. “Untuk membangun karakter lewat tahapan disiplin, kemartabatan, dan struktur,” ujar dia, di kesempatan yang sama.

Bagi Kombes Pol Syamsul Bahri, Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya, melalui seminar pendidikan ini diharapkan terjadi sinergi. Semua pihak bersama-sama dengan pakar pendidikan dan dukungan media, dapat membantu kepolisian menyuarakan tentang save our kids.

Sementara itu, Kombes Pol Budi Widjanarko, Direktur BINMAS Polda Metro Jaya menambahkan, bukan hanya dari sisi keselamatan berlalu lintas, namun juga penting ditanamkan kepada anak-anak sejak dini pengetahuan tentang keamanan. “Baik terhadap diri sendiri maupun menghadapi lingkungan sekitarnya," kata dia, di tempat yang sama.

Hal senada dilontarkan Rafael Pasaribu, Principal ABODAY Architecture sekaligus Komisaris GLESTRA. Dia menegaskan, education is the best tools untuk mensosialisasikan tentang pentingnya pendidikan keselamatan dan merupakan investasi jangka panjang bagi anak-anak sejak dini.

Sementara itu, Martha D Silalahi, Principal JINGGA PR & Media Firm sekaligus Head of Project HUT Lalu Lintas 61th mengatakan, sangat penting sejak dini ditanamkan kepada anak-anak pendidikan tentang keselamatan, etika & sopan santun berlalu lintas serta keamanan. Bukan sekadar teori pendidikan, tetapi juga realita yang terjadi di lapangan. “Tugas dan tanggung jawab ini bukan hanya semata-mata tanggungjawab pemerintah atau pun guru tetapi yang terutama adalah tanggungjawab orangtua karena orangtua adalah 24 jam guru bagi anak-anak di rumah dan lingkungan. Sekolah dan guru merupakan penolong untuk orang tua dalam membantu anak-anak mengembangkan pengetahuan dan sosialisasi mereka," kata dia. (edo rusyanto)

Kita Mengajarkan Kontradiktif Pada Anak

23 Agustus 2016

busway mampang motor1
MENJADI orang tua tidak semudah yang dibayangkan. Mengajarkan nilai-nilai pada anak dan keluarga butuh pemahaman dan konsistensi yang luar biasa. Bukan asal ngomong.

Untuk urusan berlalulintas jalan, kerap terjadi kontradiksi. Misal, orang tua mengajarkan sang anak untuk mematuhi peraturan lalu lintas jalan. Namun, dalam praktiknya bersepeda motor tanpa memakai helm pelindung kepala.

Memori sang anak akan merekam sejak kecil bahwa ada contoh di depan matanya bahwa naik sepeda motor tanpa memakai helm. Bahkan, bersepeda motor lebih dari dua orang.

Kontradiksi ini bisa membuat sang anak galau. Atau, tertanam di dalam benaknya bahwa naik sepeda motor tidak apa-apa tidak memakai helm, bahkan hingga lebih dari dua orang.

Hal bersifat kontradiktif lainnya terjadi ketika orang tua mengajarkan kepatuhan pada aturan, tapi saat di jalan raya, dia menjarah busway yang semestinya untuk Trans Jakarta melintas, tapi dilibas. Bahkan, saat melintas di jalan menemui kemacetan, lalu menjarah trotoar jalan. Atau, saat menemui kemacetan lalu lintas di jalan tol, merangsek ke bahu jalan.

Bila hal-hal tersebut dianggap kecil, lalu terjadi terus menerus, bukan mustahil menciptakan karakter. Padahal, anak-anak belajar dari figur-figur yang dia kenal atau yang ada di dekatnya. Bila melanggar hal-hal yang dianggap kecil tadi menjadi karakter, akan sulit untuk membongkarnya.

Anak-anak adalah produk dari sistem tatanan masyarakatnya. Sedangkan masyarakat merupakan produk dari tiap-tiap rumah tangga yang ada di dalamnya. Salah satu etalase untuk melihat itu semua dapat dilihat di jalan raya kita. (edo rusyanto)

Kecelakaan di Perlintasan KA yang Memilukan

22 Agustus 2016

laka lintasan ka bdg

Geram sekaligus trenyuh dan berduka cita. Pagi ini, Senin, 22 Agustus 2016 perasaan geram muncul ketika membaca pesan di dalam grup whats app (WA) tentang meninggalnya seorang petugas satpam perlintasan kereta api (KA) di Bandung, Jawa Barat.

Dalam perbincangan di grup itu disebutkan bahwa satpam tadi meninggal justeru ketika hendak menutup pintu perlintasan KA. Dia mencoba memperingatkan para pelaku lawan arus di area tersebut. Para pengendara yang merangsek maju padahal KA akan melintas. Ironisnya, tubuh satpam berusia 30 tahunan itu membentur KA yang dalam waktu bersamaan melintas disitu. Miris.

Ucapan duka cita pun mengalir di dalam grup dan media sosial. Beberapa akun facebook mengunggah kabar duka itu sekaligus turut mengucapkan duka cita. Sebagian lainnya mencoba mencari kepastian kabar yang beredar.

“Nembe pisan, security rel kereta api Kosambi/Cikudapateuh meninggal dunia kaseret kereta demi nyalamatkeun pengendara motor anu teu taat kana praturan lalu lintas. Maraksa wae melintas,” tulis seorang warga di akun facebook-nya.

Tulisan dalam bahasa Sunda itu terjemahan bebasnya, “Baru saja terjadi, petugas keamanan rel kereta api Kosambi/Cikudapateuh meninggal duni terseret kereta demi menyelamatkan pengendara motor yang tidak taat peraturan lalu lintas. Mereka memaksa melintas.”

laka ka bdg wa1
Sementara itu, di media mainstream kabar pun meruyak. Sejumlah media online memberitakan kabar duka di perlintasan KA itu. Ada sejumlah versi mengingat belum ada versi resmi dari pihak perusahaan KA. Jabar.tribunnews.com mengutip seorang saksi mata, menulis, korban adalah satpam yang menjaga gerbang Stasiun Cikudapateuh.Pria tersebut berusia sekitar 38 tahun.

”Tiba-tiba dia lari, lalu menjatuhkan diri dengan posisi tiarap,” kata seorang saksi, seperti dikutip media online tersebut.

Pelanggaran Bikin Celaka

Apa pun kebenaran dari kasus tersebut fakta yang ada di sekitar kita adalah kerap pesepeda motor menerobos perlintasan KA. Di perlintasan KA, ketika pintu perlintasan sudah turun dan menutup jalan, masih saja ada yang menerobos. Mereka seperti tidak sabar menunggu beberapa saat untuk KA melintas.

Pelanggaran di perlintasan KA sudah memberi banyak fakta kelam. Mobil atau sepeda motor yang menabrak KA yang sedang melintas sudah sering terjadi. Entah karena enggan belajar dari fakta yang ada atau karena ketidakpatuhan pada peraturan, tetap saja terjadi pelanggaran demi pelanggaran.

Regulasi yang berlaku saat ini melarang siapapun untuk menerobos perlintasan ketika KA akan melintas. Kecelakaan yang terjadi tergolong dalam kecelakaan lalu lintas jalan.

Karena itu, perlu menjadi perhatian kita semua para pengguna jalan bahwa KA mendapat prioritas dan pengguna jalan yang lain diminta berhenti sesaat. Sabar sejenak lebih bermanfaat ketimbang memaksa maju untuk menerobos yang bisa membuat diri sendiri celaka dan kalau melihat kasus di Kosambi, Bandung, bisa mencelakakan orang lain. (edo rusyanto)

Tips Manajemen Touring Bersepeda Motor

21 Agustus 2016

touring ibc gn padang 2016

ESENSI touring atau bersepeda motor bersama-sama keluar kota adalah menikmati keindahan alam dan kebersamaan. Prioritas perjalanan pergi maupun pulang bermuara pada keselamatan. Mulai keselamatan diri sendiri, kelompok hingga para pengguna jalan yang lain.
Tips manajemen touring ini lahir dari apa yang pernah saya alami. Saya merangkumnya dalam empat bagian utama, yakni persiapan, perjalanan, kegiatan, dan evaluasi.
Mari kita tengok keempat hal utama itu;

1. Persiapan Touring
Beberapa aspek yang mesti diperhatikan dalam tahap persiapan touring adalah mencakup;

a. Penentuan Tanggal Kegiatan
Penentuan tanggal kegiatan yang tepat membantu para calon peserta touring untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Sebisa mungkin waktu yang dipilih cukup longgar, misalnya, tiga bulan sebelum kegiatan guna membantu calon peserta mempersiapkan anggaran hingga mengurus perizinan ke kantor tempatnya bekerja.

b. Lokasi Tujuan
Penentuan lokasi tujuan touring sedapat mungkin disepakati bersama anggota kelompok atau peserta yang akan ikut. Lokasi yang bervariasi dan diharapkan mampu memberikan pengalaman menyenangkan. Misal, jika tahun sebelumnya ke lokasi pantai, tahun selanjutnya ke kawasan pegunungan.
Bila touring membutuhkan penginapan, pastikan lokasi penginapan yang dipilih mampu memberikan rasa aman dan nyaman. Hal ini juga terkait dengan anggaran yang mesti dikeluarkan oleh para peserta touring.

c. Menentukan Jadwal Perjalanan
Jadwal atau waktu perjalanan dirancang sebisa mungkin tidak merusak kebugaran tubuh para peserta touring. Jadwal perjalanan pada pagi hari amat cocok untuk menjaga ritme tubuh. Sebisa mungkin jadwal perjalanan juga mempertimbangkan jarak tempuh dan waktu tempuh sehingga dapat dirancang waktu istirahat yang tepat.

d. Rute Perjalanan
Tentukan rute perjalanan yang bisa memberi rasa aman, nyaman, dan selamat. Niat menikmati keindahan alam jangan dirusak oleh insiden atau kecelakaan tidak perlu lantaran rute perjalanan yang berantakan. Kenali rute perjalanan dengan baik, seperti kondisi jalan dan tingkat kerawanan kriminalitas daerah tersebut. Selain itu, ada baiknya mengenali lokasi-lokasi penting seperti kantor kepolisian dan rumah sakit terdekat dari lokasi touring atau yang terdapat sepanjang jalur perjalanan saat pergi dan pulang.

ibc persiapan touring jogja 2016

e. Merancang Kegiatan Selama Touring
Silakan pilih agenda kegiatan dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok masing-masing. Kegiatan bisa diisi sekadar menikmati keindahan alam atau sekaligus diisi kegiatan yang mampu membangun rasa kebersamaan. Bisa juga diisi dengan kegiatan ritual kelompok, seperti pelatihan atau pelantikan anggota kelompok. Bahkan, agenda touring juga bisa disisipi dengan kegiatan sosial seperti baksos ke penduduk sekitar.
Pastinya, kegiatan dirancang sebisa mungkin tidak mengganggu jadwal istirahat peserta. Hal ini penting guna persiapan untuk menempuh perjalanan pulang agar tetap bugar.

f. Peserta Kegiatan
Tentukan berapa banyak dan siapa saja yang bisa mengikuti kegiatan dimaksud. Data diri peserta sebisa mungkin cukup lengkap. Bahkan, didata mulai dari alamat, jenis kendaraan, nomor telepon, hingga data diri lain seperti golongan darah dan nomor kontak dalam kondisi darurat.
Penetuan jumlah peserta juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Hal ini penting terkait dalam memperlancar proses pembagian kelompok dan pengaturan perjalanan.

g. Persiapan Fisik dan Ketrampilan
Peserta touring wajib menjaga kondisi fisiknya dalam keadaan bugar. Kondisi tubuh yang sehat membantu proses jalannya kegiatan dapat lebih aman, nyaman, dan selamat. Karena itu, panitia penyelenggara mesti memastikan peserta yang ikut dalam kondisi sehat. Selain, tentu saja setiap peserta bisa mengukur kondisi fisiknya masing-masing. Terkait kebutuhan obat-obatan pribadi juga mesti dipersiapkan oleh masing-masing peserta.
Hal yang mutlak dipenuhi adalah bahwa setiap peserta touring memiliki ketrampilan yang mumpuni dalam menunggang si kuda besi.

h. Persiapan Kendaraan
Kondisi kendaraan yang sehat amat membantu perjalanan touring menjadi lebih aman, nyaman, dan selamat. Mutlak memeriksa dan menservis kendaraan sebelum ikut dalam perjalanan touring. Fungsi-fungsi kendaraan harus dalam kondisis fit, mulai dari tekanan ban, mesin, rem, lampu-lampu, hingga bahan bakar.

i. Kelengkapan Administrasi
Administrasi yang dimaksud mulai dari persyaratan peserta touring hingga surat-surat kendaraan. Administrasi keuangan sebagai iuran kegiatan touring juga sebisa mungkin tidak memberatkan calon peserta. Sedangkan surat-surat kendaraan seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM) perlu dipastikan dimiliki oleh setiap peserta yang berkendara.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

j. Perbekalan Penunjang
Peserta dapat menyiapkan perbekalan penunjang seperti makanan dan minuman ringan, obat-obatan pribadi, jas hujan, busi, tali kopling, uang (termasuk uang receh), hingga kunci-kunci kendaraaan yang dibutuhkan.

k. Memanfaatkan teknologi informasi
Teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk memudahkan komunikasi, informasi, koordinasi, monitoring, hingga evaluasi. Selain itu, tentu saja sekaligus dapat menjadi instrumen rekam jejak pelaksanaan touring. Teknologi informasi yang dapat dijadikan penunjang mulai dari aplikasi berbasis android hingga IOS hingga media sosial berbasis daring.

2. Perjalanan Touring

a. Pembagian kelompok
Pembagian kelompok dimaksudkan agar perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan selamat. Hal ini juga agar tidak menciptakan iring-iringan kendaraan yang panjang sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya. Karena itu, disarankan agar maksimal jumlah sepeda motor dalam satu kelompok sebanyak 10 kendaraan.
Pastikan tiap kelompok ada pemimpinnya yang berperan sebagai koordinator kelompok tersebut. Keputusan ketua kelompok mutlak diikuti oleh anggota kelompok.

b. Fahami Aturan dan Jaga Jarak Aman
Seluruh peserta turing wajib memahami aturan yang berlaku di jalan raya. Mengenali rambu-rambu dan marka jalan serta mengedepankan perilaku yang toleran, bukan saling kebut-kebutan yang memancing insiden.
Tidak disarankan meminta prioritas di jalan yang merampas hak pengguna jalan yang lain. Esensi touring adalah perjalanan untuk bersenang-senang sehingga tidak elok memaksa orang lain untuk memberikan prioritas. Ingat prioritas hanya bagi pengguna jalan yang masuk kategori penting dan genting.
Setiap anggota kelompok harus mampu menjaga jarak aman saat berkendara. Disarankan untukmenjaga jarak aman tiga detik untuk setiap kendaraan.

c. Fahami Rute Perjalanan
Seluruh peserta touring wajib memahami rute perjalanan ke lokasi maupun rute saat pulang. Selain itu, memahi lokasi-lokasi tempat perhentian atau peristirahatan yang sudah ditentukan. Kecuali dalam kondisi tertentu, ketua kelompok mengganggap perlu ada keputusan lain untuk rute pengganti atau lokasi perhentian pengganti.
Karena itu, agar seluruh peserta faham rute touring perlu disosialisasikan dengan baik peta perjalanan dan keterangan detailnya.

jalur alternatif cibodas jonggol

d. Lokasi Istirahat
Lokasi istirahat dalam perjalanan touring wajib ditentukan. Pastikan beristirahat setiap maksimal dua jam sekali. Fungsi istirahat ini untuk menjaga kebugaran peserta touring, untuk istirahat kendaraannya, termasuk untuk mengisi bahan bakar. Karena itu, saat istirahat dapat dimanfaatkan untuk makan dan minum atau merenggangkan otot-otot yang kaku. Istirahat yang disarankan sedikitnya 30 menit dalam setiap perhentian. Hal ini juga bisa untuk menghindari tubuh mengalami dehidrasi.
Penting juga diperhatikan saat istirahat adalah lokasi memarkir sepeda motor. Pastikan lokasinya aman dan nyaman. Tidak mengganggu pihak lain. Misalnya, pilih di kedai makan atau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun masjid/mushola yang memiliki lahan parkir cukup.

e. Mengenal Anggota Kelompok
Pastikan seluruh anggota kelompok dapat saling mengenal. Hal ini membantu komunikasi kelompok juga untuk menjaga keharmonisan kelompok.

f. Memiliki Nomor Kontak Kelompok
Sesama anggota kelompok perlu memiliki nomor kontak. Bahkan, pemimpin kelompok memiliki nomor kontak kelompok yang lainnya. Hal ini untuk memastikan komunikasi terus terjalin sehinga memperlancar proses perjalanan.

g. Ketersedian Mekanik
Eloknya setiap kelompok memiliki pengetahuan tentang mesin sepeda motor dengan baik. Hal itu diperlukan jika ada anggota kelompok yang mengalami masalah dalam perjalanan sebelum ditangani oleh bengkel yang memiliki alat yang lebih lengkap.
Sebaiknya panitia penyelenggara touring menyediakan tenaga mekanik yang bertugas membantu masalah yang dihadapi peserta touring.

h. Tenaga Medis
Selain anggota kelompok membawa obat-obatan pribadi, eloknya panitia touring menyediakan tenaga medis yang diperlukan. Dalam kondisi touring tertentu sebaiknya bahkan menyediakan mobil ambulans untuk mengantisipasi kondisi yang diluar dugaan.

i. Mobil Pendukung
Mobil pendukung dapat dimanfaatkan untuk membawa kelengkapan kegiatan touring, tenaga/pengendara cadangan, hingga sebagai evakuasi bila diperlukan mendadak.

j. Petugas Pengawalan
Dalam situasi tertentu, bila dibutuhkan pengawalan dapat menghubungi polisi lalu lintas dari kota asal keberangkatan rombongan touring. Fungsi pengawalan bukan untuk meminta prioritas di jalan, melainkan untuk keamanan peserta touring.

3. Kegiatan Touring

a. Agenda Difahami
Agenda kegiatan touring semestinya diketahui oleh seluruh peserta secara baik. Perlu disosialisasikan apa saja agenda acara yang akan digelar di lokasi touring.
ibc gn padang 2016
b. Membangun Kebersamaan
Sebisa mungkin kegiatan yang dirancang mampu membangun kebersamaan di antara para peserta touring. Hal ini penting agar touring memberi kesan menggembirakan dan membawa pengalaman baru yang menyenangkan.

c. Menikmati Keindahan Alam
Acara menikmati keindahan alam, seperti hijaunya alam pegunungan maupun riak ombak di pantai dijadwalkan secara apik. Jadwal yang tepat membuat acara menikmati keindahan pesona alam menimbulkan kebugaran dan pengalaman tersendiri bagi peserta touring.

d. Memperhatikan Kebugaran Peserta
Jadwal acara yang padat akan menguras energi peserta touring. Karena itu, mutlak disusun pula waktu istirahat yang tepat. Hal ini terutama ketika mempersiapkan perjalanan pulang ke kota asal. Istirahat yang cukup, yakni tidur delapan jam membuat tubuh tetap bugar ketika berkendara menuju kota asal.

4. Evaluasi Kegiatan

a. Mendokumentasikan Kegiatan
Dokumentasikan kegiatan secara baik. Entah menggunakan medium foto atau video (visual). Hal ini membantu ketika kelompok melakukan evaluasi kegiatan sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan mengambil keputusan untuk kegiatan selanjutnya.
Dokumentasi lain dapat berupa catatan tertulis, misalnya dituangkan di dalam medium blog atau jaringan media sosial lainnya. Catatan-catatan penting seperti rute perjalanan, lokasi acara, hingga jalannya acara dapat menjadi pijakan saat evaluasi. Kesemua itu juga bisa menjadi bahan nostalgia pada masa-masa mendatang.

b. Mengevaluasi Pelaksanaan Touring
Panitia pelaksana touring bisa mengevaluasi kegiatan untuk inspirasi pada masa mendatang. Evaluasi mencakup keseluruhan rancangan dan pelaksanaan kegiatan. Apapun hasil evaluasinya akan amat membantu untuk membuat keputusan pada masa mendatang. Evaluasi bisa dilakukan sambil rileks seusai pelaksanaan touring di kota asal.

Sekali lagi, touring adalah ajang untuk bersenang-senang sehingga tidak perlu meminta prioritas dari para pengguna jalan yang lain. Upayakan semua berjalan aman, nyaman, selamat, dan memberi kesan menyenangkan kepada peserta touring. Tujuan untuk membangun kebugaran dan bekal menghadapi rutinitas di kota asal juga diharapkan dapat terwujud dengan baik.

Tips ini diharapkan bisa memberi inspirasi agar apa yang ingin dicapai bisa terlaksana dengan baik. Selamat touring. (edo rusyanto)

Pesan Gadis Ayu Korban Serempetan Motor

20 Agustus 2016

ayu foto fb

PAGI baru saja merangkak. Arus kendaraan bermotor di Jakarta sudah ramai. Seorang gadis mengendarai sepeda motor skutik melenggang mengarah ke kantor tempatnya bekerja.

Ribuan, bahkan lebih pesepeda motor bergerak mengawali pagi di Jakarta. Mereka lalu lalang menuju tempat aktifitas masing-masing, seperti gadis berparas ayu yang satu ini.

“Pagi itu saya mau berangkat kerja dan berjalan normal, tidak ngebut,” papar dia, saat berbincang dengan saya, baru-baru ini.

Tapi, petaka itu pun tiba. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul pesepeda motor yang melaju cukup cepat. Pria pengendara sepeda motor itu pun menyenggol sepeda motor sang gadis. Brakkkk!!!

“Saat saya jatuh, sang penyenggol hanya menengok sejenak dan langsung kabur, ngebut,” paparnya.

Pesepeda motor lain yang simpatik menolong sang gadis ayu tadi. Sejumlah luka ringan dan memar tampak di lutut kaki dan lengan. Sedangkan sepeda motor tunggangannya mengalami kerusakan di bagian pijakan kaki. “Saya tidak luka parah karena saya berjalan pelan saat kejadian,” tutur gadis yang bekerja di perusahaan swasta itu.

Sang gadis mengaku kesal atas kelakuan sang pesepeda motor yang menyerempetnya. Dia hanya berharap semestinya sang pelaku sudi meminta maaf dan bertanggung jawab. “Atau membantu saya yang dia serempet. Bukan masalah minta ganti uang. Apa dia tidak mikir kalau hal ini menimpa pacarnya atau adik perempuannya, saya kesal,” katanya yang saat bertemu saya jalan terpincang-pincang.

Belajar dari kecelakaan yang menimpanya, gadis itu berpesan agar perempuan pengendara selalu melindungi diri saat berlalulintas jalan. Selain senantiasa memakai helm pelindung kepala dan sarung tangan, juga memakai sepatu. “Kalau bisa memakai sepatu di atas mata kaki. Saat kejadian saya kebetulan memakai sepatu jenis itu sehingga mata kaki tidak luka saat terbentur aspal,” kata dia.

Tuh kan. Makasih sarannya yah. (edo rusyanto)

foto:facebook

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 7.923 pengikut lainnya