Skip to content

Jembatan Rp 4 Triliun Ini Menggoda untuk Berpose

31 Mei 2015

jembatan suramadu 2015a

BUAT orang yang pertamakali melintas di jembatan ini pasti tergoda akan kemolekannya. Jembatan yang diberi nama Suramadu ini menggoda untuk berpose. Bagaimana tidak, jembatan sepanjang hampir 5.000 meter ini membentang di tengah Selat Madura yang menghubungkan Surabaya dengan Madura.

“Pemandangannya kian memikat saat malam hari. Jembatan penuh dengan cahaya lampu,” ujar Vitta yang siang itu memandu kami dalam perjalanan dari Surabaya menuju Bangkalan, Madura.

Godaan untuk berpose sempat saya lihat diantara sebuah rombongan. Pemandangan birunya lautan menjadi salah satu daya pikat jembatan ini. Mereka berhenti dan mobil diparkir di sisi jalan. Tak menunggu lama, rombongan dari Jakarta itu pun mengeluarkan kamera dan saling berfotoria. Beragam pose pun dikeluarkan. Bahkan, sampai ada yang beradegan melompat segala.

Pernah suatu ketika saya lihat ditayangan televisi ada satu keluarga yang berpose di atas jembatan itu. Keluarga yang mengaku berasal dari Kalimantan itu asyik berfoto mengabadikan pemandangan indah diatas jembatan. Namun, keluarga tadi harus berurusan dengan polisi lalu lintas (polantas) yang bertugas di jembatan yang diresmikan pada 2009 itu. “Kali ini bapak kami peringatkan agar lain kali tidak berfoto di kawasan jembatan ini. Berbahaya bagi keselamatan bapak dan keluarga,” ujar sang petugas.

Lalu, keluarga tadi ngeloyor pergi setelah sebelumnya meminta maaf. Dan, sang petugas pun tersenyum sambil melambaikan tangan.

Rambu larangan berhenti terlihat dengan jelas di sisi jalan. Semestinya para pengguna jalan dapat melihat rambu itu dan mematuhi aturan yang dibuat demi keselamatan pengguna jalan. Ironisnya, masih saja ada pengguna jalan yang nekat berhenti hanya sekadar berpose dengan menggadaikan keselamatan.

suramadu perangko peresmian 2009

Jembatan Suramadu yang terbagi atas tiga bagian itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun. Kehadiran jembatan fenomenal itu diharapkan juga mampu menggerakan perekonomian Madura. Selain bisa dilintasi beragam jenis mobil, jembatan ini juga bisa dilintasi oleh sepeda motor. Praktis pergerakan orang dan barang pun semakin lancar.

Untuk mencapai hal itu pemerintah bahkan menelorkan Peraturan Presiden No 27 tahun 2008 tentang Badan Pengembanan Wilayah Surabaya-Madura. Salah satu tugas penting Badan itu adalah membangun dan mengelola wilayah kaki Jembatan Surabaya – Madura, yang meliputi wilayah di sisi Surabaya sekitar 600 hektare (ha). Lalu, wilayah di sisi Madura sekitar 600 ha. Selain itu, membangun dan mengelola kawasan khusus di Pulau Madura seluas 600 hektare. Kawasan ini berada dalam satu kesatuan dengan wilayah pelabuhan petikemas dengan perumahan dan industri termasuk jalan aksesnya.

Ngomong-ngomong, saat peluncuran Jembatan Suramadu pemerintah menerbitkan perangko edisi khusus. Perangko seharga Rp 1.500 itu diterbitkan pada 2009 dengan gambar jembatan dilihat dari laut. Mau menjajal ke Suramadu? (edo rusyanto)

Ibu Presdir Ini Mengangguk Setuju Soal Pesan Mudik

30 Mei 2015

baliho xl dan polisi madura

SUASANA teleconference sore itu terasa begitu hangat. Beragam pertanyaan silih berganti. Mulai persoalan teknis hingga yang mengulas hal-hal strategis. Ibu presiden direktur (presdir) yang memimpin jalannya perbincangan tampak cukup cekatan. Itulah sosok Presdir sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini.

Perempuan yang baru didapuk sebagai orang nomor satu di tubuh operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia itu memimpin teleconference dari Jakarta. Sedangkan direksi dan jajaran di bawahnya tersebar di empat kota lainnya, yakni Malang, Semarang, Padang, dan Banjarmasin. Saya terselip diantara peserta teleconference yang hadir di Malang, Jawa Timur, Kamis, 28 Mei 2015 sore.

Peserta teleconference adalah tim yang ikut uji jaringan layanan telekomunikasi perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki perusahaan Malaysia itu. Peserta XL Net Rally tahun 2015 itu terdiri atas teknisi, direksi, jurnalis, hingga para blogger. Mereka menjajal di area yang telah ditentukan sebelumnya. Saya kebagian di kawasan Surabaya, Madura, dan Malang.

Operator berpendapatan sekitar Rp 23 triliun pada 2014 ini mengaku tak ingin kedodoran dalam melayani permintaan 52,1 juta pelanggannya saat musim Lebaran 2015. Tak kurang dari 33% kapasitas ditingkatkan pada 2015 dengan penyediaan belanja modal (capex) hingga Rp 7 triliun. “Kami ingin menjaga kenyamanan konsumen dalam menjalankan ibadah maupun menikmati layanan komunikasi selama Ramadan dan Lebaran,” ujar Dian Siswarini dalam teleconference tersebut.

Di sisi lain, tambah dia, pihaknya juga sedang menyiapkan sejumlah program atau aplikasi yang terkait musim Lebaran. Layanan data tersebut menjadi bagian penting bagi pertumbuhan XL. Maklum, pada triwulan pertama 2015, kontribusi layanan data sudah menyentuh hingga 30% terhadap total pendapatan XL yang mencapai sekitar Rp 5,5 triliun.

“XL sehari-hari melayani trafik percakapan hingga 470 juta menit/hari. Lalu, untuk trafik SMS mencapai 525 juta SMS/hari, dan trafik data sebesar 500 Terabytes/hari,” jelas Director Service Management XL Axiata Ongki Kurniawan dalam teleconference dari Padang.

Selama Ramadan dan Lebaran, lanjutnya, diperkirakan terjadi kenaikan trafik berkisar 5-10% untuk layanan telepon (voice), 10-15% pada SMS, dan 20-30% di layanan data.

Saat kebagian berbicara, saya memilih untuk menyampaikan harapan agar Ibu Presdir membuat program mudik yang tepat. Maksudnya, XL juga ikut menggaungkan pentingnya berkendara yang aman dan selamat. Mudik Lebaran hanya sebagai salah satu moment. Tentu saja harapannya adalah perusahaan operator seluler itu terus mengingatkan para pelanggannya agar tidak berponsel sambil mengemudi.
“Mudik Lebaran tahun lalu setiap hari 40-an orang tewas akibat kecelakaan. Rasanya menjadi penting program aplikasi yang dibuat juga ikut mengingatkan agar pengemudi berkendara yang aman dan selamat,” kata saya.

Tampak wajah Ibu Presdir mengangguk dan menyimak serius. Setidaknya itu persepsi saya saat melihat raut wajahnya dari layar televisi datar besar dalam teleconference itu.

xl net rally 2015a

Turina Farouk, XL Vice President Corporate Communications yang menjadi moderator teleconference buru-buru membantu menjawab harapan itu. “ Tentang pesan jangan mengemudi saat berponsel, kami sangat setuju. Walau, di Indonesia baru tahap imbauan semata. Tapi, kami akan masukan dalam pesan menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Sedangkan terkait program mudik Lebaran, operator seluler itu juga menggelar sejumlah kegiatan mudik bersama. Contohnya, mudik gratis bagi konsumen di wilayah Jabodetabek. Bagi frontline atau pedagang pulsa disediakan kursi 1.000 mudik gratis Jakarta menuju berbagai tujuan di Jawa. Ada juga program khusus yang memiliki prestasi penjualan, berupa hadiah THR Rp 1-3 juta per orang.

Harapan kita semua bahwa perjalanan mudik menjadi aman, nyaman, dan selamat. Peran swasta untuk mengajak pemudik untuk berkendara yang aman dan selamat sangat dibutuhkan. Lewat sumber daya yang dimilikinya, apalagi seperti perusahaan seluler seperti XL, bisa dengan mudah menyebarluaskannya. Tinggal bagaimana mengemas pesan secara apik dan mudah difahami masyarakat. Tentu titik utama pesan yang relevan adalah ajakan untuk tidak berponsel sambil mengemudi. Setuju bu? (edo rusyanto)

5 Kecelakaan Fatal Truk Pengangkut Siswa Sekolah

30 Mei 2015

laka truk siswa1

KENDARAAN bak terbuka seperti truk lazimnya untuk mengangkut barang. Ketika kendaraan bermotor itu dimanfaatkan mengangkut manusia, risikonya terlalu tinggi. Sejumlah fakta memperlihatkan bahwa kecelakaan lalu lintas jalan membahayakan mereka yang berada di truk tersebut.

Di Indonesia, sejumlah fakta menunjukkan bahwa truk bukan semata dimanfaatkan untuk mengangkut masyarakat umum, tapi juga para siswa sekolah. Tentu saja pemakaian truk itu bukan tanpa alasan. Hal yang paling sering mengemuka adalah alasan tidak ada lagi jenis angkutan yang lain. Selain itu, alasan lebih murah dan efisien juga menjadi salah satu alasan teratas.

Kita semua berduka atas kecelakaan demi kecelakaan yang menimpa anak negeri. Terakhir, kita diperlihatkan bagaimana 17 siswa sekolah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tewas sebagai korban kecelakaan di jalan.

Berikut ini adalah lima kasus kecelakaan truk pengangkut siswa sekolah paling fatal di Indonesia. Semoga dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.

1). Kamis, 28 Mei 2015

Sebuah truk pengangkut siswa sekolah warga perkebunan mengalami kecelakaan fatal sekitar pukul 06.30 WIB, di Kecamatan Sirandorung, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sebanyak 17 siswa meninggal dunia dan enam orang lainnya menderita luka-luka.

Kecelakaan truk diduga diakibatkan oleh ban truk yang lepas. Para siswa itu pun terjebak di dalam lumpur parit yang diperkirakan berkedalaman 2,55 meter. Posisi roda truk berada di atas. Sang pengemudi truk pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Sejumlah media menulis bahwa para korban adalah anak para karyawan perkebunan di PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR). Mereka biasa berangkat ke sekolah dengan menumpangi truk tersebut.

2). Senin, 25 Mei 2015

Kecelakaan truk yang mengangkut siswa sekolah juga terjadi di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini menimpa truk pengangkut pelajar tim drum band. Truk terguling dalam perjalanan menuju Cikidang, Sukabumi sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum terbalik, truk sempat menabrak tebing di jalan yang berkelok dan turunan.

Akibat kecelakaan tersebut tiga orang meninggal dunia dan 56 orang lainnya menderita luka-luka. Mereka adalah tim drum band dari pelajar Yayasan Tarbiyatur Akbar Desa Lembur Sawah Kecamatan Cicantayan, Sukabumi. Kecelakaan ini menyeret sang pengemudi, Hijaj yang berusia 34 tahun berurusan dengan kepolisian.

3). Senin, 2 Maret 2015

Kasus kecelakaan truk pengangkut anak sekolah pernah terjadi di Pekanbaru, Riau. Truk pengangkut siswa sekolah dasar (SD) terjerembab ke dalam parit berkedalaman sekitar tiga meter. Peristiwa pada Senin, 2 Maret 2015 sekitar pukul 13.00 WIB itu menewaskan enam siswa SD. Belasan siswa lainnya menderita luka-luka.

Sang sopir, Dani Saputra yang berusia sekitar 34 tahun diduga memacu truk dengan kecepatan tinggi sehingga tidak terkendali. Truk itu sedang menuju perumahan perkebunan kelapa sawit PT Perdana Inti Sawit Perkasa (PISP) II, Bonaidarussalam, Rokan Hulu, Riau. Namun, peristiwa tragis itu terjadi ketika truk memasuki areal Blok F-38, Afdeling IV, Desa Kasang Mungkal. Sang pengemudi yang luka ringan akhirnya diserahkan ke kepolisian setempat.

4). Senin, 17 Maret 2014

Kecelakaan truk yang mengangkut siswa sekolah terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit di Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Truk tersebut mengangkut rombongan murid Sekolah Dasar milik PT Perkebunan Torganda. Dari 35 siswa SD yang diangkut tersebut seanyak tujuh siswa meninggal dunia dan lainnya menderita luka-luka.

Kecelakaan tunggal itu terjadi Senin siang ketika truk colt diesel milik PT Perkebunan Torganda hendak mengantar para siswa pulang ke rumah. Dalam perjalanan truk mengalami rem blong dan masuk ke parit sedalam sekitar 4 meter yang berisi air.

Truk untuk mengangkut anak sekolah ini telah dimodifikai sehingga memiliki atap. Sedangkan sang pengemudi truk melarikan diri.

5). Jumat, 7 Feruari 2014

Tahun 2014 kecelakaan truk yang mengangkut rombongan pelajar juga terjadi di Pandeglang, Banten. Saat itu, rombongan pramuka yang berasal dari pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pandeglang naik truk. Dalam perjalanan truk mengalami kecelakaan di Desa Bangangah, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Rombongan siswa SMKN 1 Pandeglang ini dalam rangka untuk melakukan pelantikan pramuka di kawasan Carita, Banten. Naas, niat itu belum kesampaian. Ketika truk melintas di turunan tajam, mobil senggolan dan tidak terkendali. Rem truk itu juga diduga blong. Di sisi lain, kondisi ban mobil truk juga disinyalir dalam keadaan kurang bagus/gundul.

Kecelakaan ini merenggut enam korban jiwa termasuk tiga siswa, guru, serta kernet dan sopir truk. Lebih dari dua puluh pelajar mengalami cedera akibat kecelakaan ini. Sejumlah orang tua korban mengaku kecewa anak mereka diangkut pakai truk mengingat telah membayar iuran Rp 70 ribu.

Truk yang terlibat dalam kecelakaan-kecelakaan tersebut tidak semata sebagai alat angkutan utama. Di dalam kasus kecelakaan truk di kawasan perkebunan sawit di Sumatera, truk terlihat sebagai alat kendaraan utama. Namun, di dalam kasus di Sukabumi dan Pandeglang, truk menjadi alternatif. Artinya, truk sebagai pilihan diantara jenis angkutan lainnya.

Apa pun itu kita patut berduka atas meninggalnya anak bangsa lantaran kecelakaan. Peran pemerintah dalam mengatur sistem transportasi jelas amat dibutuhkan. Negara wajib melindungi warga negara dari ancaman kecelakaan di jalan raya. (edo rusyanto)

Mereka Memperebutkan Jawa

29 Mei 2015

angkut motor pickup

JAWA menjadi ladang subur ekonomi dan bisnis. Maklum, inilah pulau terpadat di Indonesia dengan kemampuan daya beli yang cukup bergairah. Jawa memiliki penduduk tak kurang dari 137 juta jiwa.

Tak heran jika para produsen barang dan jasa melihat Jawa bak gadis yang molek. Mereka pun berlomba-lomba memikat sang gadis dengan segala jurus pemikat. Tak ketinggalan juga para pemain bisnis sepeda motor. Jadilah Jawa sebagai ladang penjualan sepeda motor terbesar.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia memperlihatkan bahwa sepanjang lima tahun terakhir penjualan sepeda motor masih bertumpu di Jawa. Lima produsen sepeda motor anggota Aisi berlomba-lomba menggerojok pasar di pulau pusat pemerintahan Indonesia ini. Tak heran jika pabrik sepeda motor pun dibangun di Jawa. Selain mendekatkan dengan pasar, di pulau ini pula tersedia segala faktor pendukung untuk memproduksi si roda dua.

Sepanjang lima tahun terakhir, jumlah kue sepeda motor di Jawa terus menggelembung. Coba saja bandingkan. Pada 2011, untuk periode Januari-April, Jawa baru menyumbang 53,28% dari total volume penjualan motor anggota Aisi. Namun, untuk periode sama tahun 2015, kontribusinya sudah melejit menjadi 64,88%.

Artinya, sepanjang empat bulan pertama 2015 perputaran uang dari bisnis sepeda motor di Jawa sedikitnya mencapai Rp 21 triliun. Gurih kan?

Lantas siapa saja yang berebut kue bisnis sepeda motor di Jawa?

Untuk periode Januari-April 2015, pemain utama di Jawa adalah Honda. Si Sayap Tunggal ini menguasai sekitar 72% dari total pasar motor di Jawa. Torehan itu berasal dari penjualan sekitar 980-an ribu sepeda motor dalam rentang empat bulan pertama 2015.

Penguasaan pangsa pasar Honda itu melejit jika dibandingkan dengan 2011. Per akhir April 20111, pangsa pasar Honda di Jawa baru sekitar 54%.

Pemain kedua terbesar di Jawa adalah Yamaha. Pesaing utama Honda ini memiliki pangsa pasar sekitar 24% per akhir April 2015. Kebalikan dari Honda, raihan Yamaha per akhir April 2015 itu justeru lebih rendah dibandingkan 2011. Untuk periode yang sama 2011, Yamaha masih mengantongi pangsa pasar sekitar 40%.

Sementara itu, pemain lainnya, yakni Suzuki mengantongi 1,97% per akhir April 2015. Lalu, Kawasaki 2,25% dan TVS 0.05%. (edo rusyanto)

Sopir Bus Pariwisata Ini Pun Pasrah

28 Mei 2015
Motorola RAZRV3x 85.98.90R 2009:04:12 13:44:37

Motorola
RAZRV3x
85.98.90R
2009:04:12 13:44:37

SUDUT kota Jakarta siang itu cukup ramai. Lalu lintas jalan padat, cenderung ramai lancar. Matahari menyengat. Suara knalpot kendaraan bermotor meraung-raung sambil mengeluarkan polusi udara.

Memasuki bulan Mei 2015 udara Jakarta terasa lebih panas. Kabarnya, Mei adalah memasuki musim panas. Suhu Jakarta bisa menyentuh 30-an derajat celcius. Bagi para pesepeda motor seperti saya, menghadapi sengatan matahari menjadi menu tambahan yang mesti disikapi dengan keriangan. Tanpa itu, situasi bisa bikin runyam. Sudah terik, debu beterbangan, asap meliuk-liuk, plus bisingnya suara mesin kendaraan jika tidak disikapi dengan riang, bisa-bisa stroke.

Nah, mendekati perempatan jalan di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), arus lalu lintas jalan memadat. Lampu pengatur lalu lintas jalan silih berganti berwarna hijau. Memberi kesempatan dari setiap arah untuk saling berhenti dan berjalan. Giliran dari arah saya berwarna merah. Kendaraan pun saling melambatkan pergerakan.

Pemandangan bar-bar mulai bermunculan. Satu persatu kendaraan merangsek maju seakan ingin paling depan. Jangan kan garis setop alias garis batas berhenti, zebra cross pun dijarah. Nafsu para pengendara seperti itu tampaknya sudah membuncah sehingga urusan kedisiplinan menjadi nomor kesekian yang penting dirinya bisa melesat paling depan. Kota yang sakit.

Tiba-tiba, dari arah belakang saya terdengar suara klakson cukup nyaring. Penasaran, saya menoleh ke belakang. Ternyata, sebuah bus pariwisata. Posisi saya yang persis di depan bus itu dapat dengan mudah melihat sang sopir bus.

Sang pengemudi bus tadi menunjuk-nunjuk saya. Dia menyuruh saya agar merangsek maju seperti yang lain agar berhenti di bawah tiang lampu merah alias merangsek garis setop dan zebra cross.

Lewat isyarat tangan saya tunjuk marka jalan yang ada depan dan menunjuk pedestrian. Kebetulan ada beberapa pedestrian sedang menyeberang jalan. Pas lah sudah.

Dialog lewat bahasa isyarat itu pun berhenti ketika sang sopir tadi akhirnya pasrah. Dia pun merentangkan kedua tangannya ke arah depan yang saya tafsirkan, “Terserah Anda atau ya, sudah. Terserah.”

Saya jadi ingat sebuah pertanyaan dari peserta pelatihan atau diskusi keselamatan jalan yang berujar, “Bagaimana cara memberi tahu para pengguna jalan yang melanggar aturan di jalan?”

Dalam menjawab pertanyaan seperti itu saya kerap menjawab dengan satu cara, yakni memberi contoh. Misal, ketika berhenti di lampu merah yang berhentilah di belakang garis setop. Walau, tak jarang diumpat oleh pengguna jalan yang lain. Ada yang melihat dengan nyinyir, ada yang mengumpat, bahkan ada yang dengan ekstrim menabrakkan bannya ke spakbor motor.

Tantangan memang tidak kecil untuk menyampaikan sesuatu yang benar. Risiko selalu ada. Pada bagian lain, saya selalu beranalogi, “Jika ingin memberi saran untuk tidak mabuk-mabukan, jangan memberi nasehat ketika seseorang justeru dalam kondisi mabuk. Nasehat pasti tak akan didengar.” (edo rusyanto)

Catatan dari Kecelakaan Peselancar di Jalan Raya

27 Mei 2015

pantai ug tino

KABAR duka menimpa dunia olah raga selancar Indonesia. Seorang atlet muda berbakat meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Kantor berita Antara menyebutkan, atlet seluncur ombak (surfing) Rega Ariansyah yang berusia 15 tahun meninggal dunia di kawasan Jalan Raya Cisolok, Sukabumi seusai berlatih surfing di wilayah Cimaja. Indonesia pun berduka.

Saat kejadian, Rega dibonceng oleh temannya, Alman yang berusia 12 tahun mengendarai sepeda motor skutik, Honda Beat. Sepeda motor itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Tiba-tiba datang dari arah berlawanan di lajur kanan sebuah mobil Toyota Avanza dan menabrak keduanya. Alman cedera dan Rega meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi di ruas Jalan Palabuhanratu-Cisolok pada Jumat, 22 Mei 2015 sekitar pukul 16.00 Wib. Pengemudi mobil yang menabrak korban pun sudah diperiksa oleh kepolisian setempat.

Sekitar satu tahun lalu, kecelakaan serupa pernah terjadi di kawasan yang hampir sama. Petaka jalan raya itu juga menimpa peselancar, Jake Drage. Bedanya, sang peselancar adalah pemuda asal Australia.

Kecelakaan yang dialami pria berprofesi sebagai instruktur senam ini tergolong memilukan. Pagi, 30 Juni 2014 saat kejadian dia mengendarai sepeda motor skutik untuk menuju pantai di kawasan Bayah. Dia membawa serta papan seluncur di bagian kiri skutiknya.

Saat melintas di Jl Raya Cisolok, desa Cikahuripan, Sukabumi dia hendak mendahului sebuah truk. Si kuda besi melambung ke sisi kanan truk dan melibas marka jalan menyambung. Namun, pada dari arah berlawanan muncul skutik lain yang ditunggangi dua orang perempuan. Setang sepeda motor bagian kanan Jake Drage menyenggol setang skutik tersebut. Dampaknya bisa ditebak. Brakkk!!!

Skutik yang disenggol Jake Drage terjatuh dan penumpangnya terpental. Ironis satu dari dua penunggangnya meninggal dunia. Penegak hukum pun menjadikan Jake Drage sebagai tersangka.

Pria berusia 24 tahun itu pun harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi. Walau, akhirnya menghirup udara bebas pada Senin, 13 April 2015.

Jake Drage dikenai pasal 310 ayat (4) UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal ini menyebutkan bahwa pengemudi yang lalai kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia bakal diganjar penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.
Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak menuntut satu tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp 5 juta. Tuntutan JPU tidak sepenuhnya dikabulkan oleh Majelis Hakim karena setelah melewati sejumlah persidangan, akhirnya pada 16 Oktober 2014 Majelis Hakim lewat keputusan Nomor : 267/Pid.Sus/2014/PN.Cbd., memvonis Jake dengan hukuman sembilan bulan penjara dan denda Rp 1 juta.

Catatan Penting

Setidaknya dua hal penting yang bisa menjadi catatan sekaligus pembelajaran bagi kita semua. Banyak diantara kita yang tentu tidak ingin terlibat dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Kita semua tahu kecelakaan berdampak luas dan menyakitkan.

Catatan pertama adalah soal keseimbangan saat berkendara. Dalam kasus Alman, anak berusia 12 tahun itu diberitakan kehilangan keseimbangan sehingga dia dan Rega terjatuh. Hal ini memperlihatkan satu fakta lagi bahwa bersepeda motor itu butuh keseimbangan. Kendaraan roda dua amat ringkih untuk terjebak dalam kecelakaan karena sifat alamiahnya itu. Berbeda dengan kendaraan beroda empat atau lebih yang cenderung untuk lebih mudah seimbang dibandingkan yang beroda dua.

Di sisi lain, bila melihat usianya, sang pengendara itu belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).
Catatan kedua, dalam kasus peselancar Jake Drage, upaya mendahului kendaraan di jalan raya butuh kepastian yang kuat. Artinya, saat mendahului butuh apa yang kerap disebut dengan “SEE”. Akronim itu singkatan dari See, Evaluate, dan Execution. Langkah itu bermakna , melihat situasi, mengevaluasi, dan barulah mengeksekusi, baik itu akhirnya mendahului atau menundanya.

Jangan lupa bahwa mendahului juga mesti mempertimbangkan aspek kondisi jalan raya sekitar. Misal, jalan yang rusak dan bergelombang bakal merepotkan pesepeda motor saat hendak mendahului. Sebaiknya dihindari upaya mendahului di situasi jalan seperti itu.

Indonesia sudah banyak kehilangan anak negeri akibat kecelakaan lalu lintas jalan raya. Sepatutnya kita kian waspada ketika berkendarar. Sedikitnya 320 ribu jiwa melayang dalam 20 tahun terakhir. Belum lagi, tak kurang dari setengah juta orang yang menderita luka-luka akibat kecelakaan di jalan raya. (edo rusyanto)

Membandingkan SNI Motor dan Mobil

26 Mei 2015

sni motor helm jaket

PERNAH dengar joke ini?

Kalau motor itu daging membungkus besi. Sedangkan mobil, besi membungkus daging.

Joke itu sebenarnya bermakna amat serius. Pengendara sepeda motor lebih berisiko dibandingkan pengendara mobil. Sang penunggang sepeda motor berisiko berbenturan langsung dengan obyek benturan. Sedangkan pengendara mobil lebih aman karena terlindungi kerangka mobil.

Karena itu, korban kecelakaan lalu lintas jalan banyak yang berasal dari kalangan penunggang si kuda besi. Fatalitas kecelakaan lebih banyak dipikul oleh para pengendara sepeda motor. Disinilah pentingnya kesadaran para pengendara sepeda motor untuk melindungi dirinya dari risiko kecelakaan. Salah satu caranya adalah lewat cara berkendara yang aman dan selamat. Inti dari cara berkendara ini adalah memiliki ketrampilan mumpuni dan sudi toleran serta taat pada aturan di jalan.

Lantas, bagaimana dengan peran Negara alias pemerintah?

Salah satu instrumen pemerintah adalah dengan membuat regulasi yang mengatur produksi kendaraan bermotor. Pemerintah mengatur agar para produsen memenuhi standar-standar terkait keselamatan berkendara.

Karena itu, lahirlah Standard Nasional Indonesia (SNI) untuk bagian-bagian sepeda motor dan mobil. Selain itu, SNI terkait helm, serta jaket dan sarung tangan kulit.

Inilah SNI bagi sepeda motor dan SNI bagi mobil.

A. SNI Sepeda Motor

1. Ban sepeda motor diatur dengan SNI 06‐0101‐2002.

2. Karet pegangan setang (grip handle) sepeda motor diatur lewat SNI 06‐7031‐2004.

3. Minyak pelumas motor bensin diatur dengan SNI 06 7069.202005.

4. Pelek kendaraan bermotor roda dua diatur denganSNI 4658:2008.

5. Kaca spion motor diatur lewat SNI 2770.2‐2009.

6. Aki diatur dengan SNI 0038 : 2009.

Masih terkait dengan sepeda motor, pemerintah juga mengeluarkan SNI untuk helm pesepeda motor, yakni lewat SNI 1811:2007. Lalu, SNI 06‐0486‐1989 untuk jaket kulit. Dan, SNI 06‐0250‐1989 untuk sarung tangan kulit.

sni mobil

B. SNI Mobil

1. Ban mobil penumpang diatur lewat SNI 06‐0098‐2002.

2. Kaca pengaman diperkeras untuk kendaraan bermotor diatur dengan SNI 15‐0048‐2005.

3. Kaca pengaman berlapis (laminated glass) untuk kendaraan bermotor diatur dengan SNI 15‐1326‐2005.

4. Lampu utama untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih diatur oleh SNI 7405:2008.

5. Kaca spion diatur dengan SNI 2770.1:2009.

6. Aki untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih diatur oleh SNI 0038‐2009.

7. Penghapus kaca (wiper) untuk kendaraan bermotor diatur oleh SNI 7520:2009.

SNI terkait motor dan mobil itu saya kutip dari makalah Dewi Odjar Ratna Komala, deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN). Makalah bertajuk “Standar Keamanan Berkendara” itu dilansir pada 2013.

Dia pernah mengatakan, standar tidak akan menghentikan maut. Tapi, tegasnya, dengan standar kita bisa mengurangi risiko kecelakaan.

Ya. Semua standar-standar itu hanyalah instrumen untuk kita semua berkendara lebih aman lagi. Sekalipun demikian, kuncinya tetap ada di para pengendara itu sendiri, yakni berkendara yang aman dan selamat. Titik. (edo rusyanto)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.897 pengikut lainnya.