Skip to content

Tempat Libur Lebaran Ini Bisa Nampung 5 Ribu Motor

2 Juli 2016

racer_slide_waterkingdom

KEMANA libur Lebaran tahun ini? Bagi mereka yang tinggal di Jakarta tentu saja punya segudang pilihan. Mulai dari Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta Timur), Kebun Binatang Ragunan (Jakarta Selatan), hingga Pantai Ancol (Jakarta Utara).

Nah, bagi warga di pinggiran Jakarta, khususnya di ujung timur Jakarta, banyak pilihan lain yang cukup memikat. Di ujung timur Jakarta yang mencakup kawasan Cibubur, Jonggol dan sekitarnya, tersedia aneka tempat wisata alam maupun atraksi yang menjadi favorit keluarga.

Hijaunya alam, segarnya udara ditambah dengan gemericik air menjadi daya pikat tersendiri bagi anak-anak dan keluarga. Udara tropis membuat wisata air memberi kekhasan bagi siapapun yang singgah ke wahana wisata itu. Kesemua itu menjadi lengkap ketika untuk urusan goyang lidah pun tersedia disana-sini dengan beragam menu menggoda selera.

Water Kingdom

Wahana wisata air Water Kingdom dapat menjadi alternatif mengisi libur Lebaran. Di area wisata seluas 5,6 hektare (ha) ini pengunjung dapat menikmati aneka fasilitas wisata air. Wahana air yang terletak di Jonggol, Cileungsi, Bogor ini mengusung tajuk family aquatic adventure park dan menyediakan berbagai fasilitas rekreasi yang mendidik dan menyehatkan. Konsep itu menggabungkan prinsip bermain (play), pendidikan jasmani (physical education), olahraga (sport), rekreasi (recreation), dan ritme gerak manusia dalam zona kenyamanan (leisure).

Direktur Water Kingdom Mekarsari Widi mengatakan, Water Kingdom setiap lebaran dan hiburan sekolah selalu menampilkan sesuatu yang berbeda dan dijamin seru dan nyaman bagi keluarga.

Sebagai wahana rekreasi yang dihadirkan untuk keluarga, beragam fasilitas untuk berbagai usia, seperti toddler pool, wave pool, olympic pool, leisure pool, kiddy pool, dan splash plaza juga tersedia dengan berbagai keistimewaannya. Wahana hiburan air yang beroperasi sejak 2012 ini menyediakan beragam jenis makanan dan minuman di gerai-gerai yang tersebar di deretan restoran, juice bar, food stall, coffee shop, dan food court.

parkir motor water kingdom
“Untuk Lebaran kali ini Water Kingdom memiliki program yang sayang untuk dilewatkan, karena akan banyak sekali hiburan mulai dari live music, sesi foto selfi,” kata Widi, dalam publikasinya, di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2016.

Dia menambahkan, sepanjang rentang 7-17 Juli 2016, pihaknya memberi potongan harga tiket 25-30%. “Potongan itu bagi pemegang kartu BRI, Matahari, dan Hypermart,” paparnya.

Bagi kita para pesepeda motor tak perlu khawatir untuk urusan parkir. Water Kingdom punya tempat parkir yang mampu menampung hingga lima ribu sepeda motor. Selain itu, mampu menampung dua ribu mobil dan seribu bus. Luas banget yah parkirnya?

Taman Buah Mekarsari

Selain Water Kingdom, masih di kawasan yang sama, terdapat wahana wisata alam Taman Buah Mekarsari. Lokasinya yang berdampingan membuat wisatawan sekali dayung dua pulau terlampaui, alias sekali jalan bisa menikmati dua obyek wisata berbeda. Obyek wisata seluas 264 ha ini tergolong lengkap.

Laman mekarsari.com menyebutkan bahwa obyek wisata ini merupakan salah satu pusat pelestarian keanekaragaman hayati buah-buahan tropika terbesar didunia, khususnya jenis buah-buahan unggul yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia.

“Sekaligus merupakan tempat penelitian budidaya (agronomi), pemuliaan(breeding) dan perbanyakan bibit unggul untuk kemudian disebarluaskan kepada petani dan masyarakat,” tulis laman itu.

Wisatawan tak semata menikmati obyek wisata buah-buahan, di Taman Buah Mekarsari juga terdapat aneka pilihan wisata atraksi. Sebut saja misalnya, wisata atraksi air yang bisa merangsang adrenalin. Lalu, wisata outbond, pertunjunkan, dan rumah pohon. “Obyek wisata ini cukup mendidik anak-anak sekaligus menghibur,” ujar seorang wisatawan saat berbincang dengan saya, di Mekarsari, beberapa waktu lalu.

buah mekarsari1_edo

Hutan Kota dan Lebah

Bumi perkemahan Cibubur, Jakarta Timur punya pesona hutan kota. Kawasan ini amat rindang dengan hijaunya pepohonan. Maklum, ini adalah kawasan perkemahan yang cukup luas di kawasan Jakarta. Kesemua itu menjadi lengkap dengan hadirnya danau di tengah perkemahan yang kerap dipakai wisatawan untuk kumpul bersama sanak saudara.

Bagi penggemar wisata memancing, di kawasan Bumi Perkemahan Cibubur ini juga terdapat sejumlah kolam pemancingan. Wisatawan bisa menikmati wisata memancing, khususnya memancing ikan darat.

Sejatinya bumi perkemahan ini benar-benar menyajikan wisata alam. Selain hutan kota dan danau, di sini wisatawan juga dapat menikmati wisata peternakan lebah. Anak-anak dan keluarga bisa melihat bagaimana cara beternak lebah, sekaligus turunannya seperti pijat sengat lebah. Di sini juga tersedia aneka madu lebah asli yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh dibawa ke rumah.

Di sudut lain, kawasan ini juga menyediakan taman lalu lintas. Di area yang satu ini selain memberikan edukasi mengenai cara berlalu lintas jalan yang aman dan selamat, anak-anak dapat menikmatif fasilitas wisata ramah lingkungan. (edo rusyanto)

10 Hal yang Perlu Diketahui Saat Mudik Lewat Tol

1 Juli 2016

macet tol jagorawi 2015c

ARUS kendaraan bermotor yang melintas di jalan tol terus meningkat. Pada musim mudik Lebaran jumlahnya bahkan kian membludak.

Sepatutnya kewaspadaan dilipatgandakan, tentu saja termasuk terus menjaga konsentrasi. Maklum, kecelakaan di jalan tol juga masih belum bisa dibendung saat ini.

Berikut ini ada 10 hal yang perlu kita ketahui untuk menambah kenyamanan, keamanan, dan keselamatan saat wira-wiri di jalan tol saat musim mudik Lebaran.

1. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima mulai dari mesin, fungsi pengereman, hingga kondisi tekanan angin pada ban.
2. Kondisi pengendara dalam keadaan bugar. Kebugaran dapat diciptakan ketika tubuh mendapat istirahat tidur yang cukup berkisar 6-8 jam sebelum berkendara. Saat tubuh tidak bugar konsentrasi bakal terganggu. Padahal, tanpa konsentrasi mustahil berkendara dengan baik. Karena itu, yang termasuk dihindari adalah berkendara setelah minum obat. Tak perlu memaksakan diri.
3. Stabilitas emosi. Antre dalam kemacetan hingga berjam-jam bisa memicu stress. Apalagi bila di dalam kendaraan ada anak-anak kecil yang rewel, misalnya, menangis dan berteriak-teriak, bisa memicu emosi pengemudi menjadi tidak stabil. Redam emosi berlebihan dengan tetap menjaga kebugaran dengan beristirahat yang cukup dan fokus dalam berkendara. Istirahat yang cukup juga membuat penumpang, khususnya anak-anak menjadi tidak rewel. Abaikan jika ada provokasi dari pengguna jalan yang lain yang bisa merusak konsentrasi.
4. Jaga jarak aman berkendara tiga detik dengan kendaraan di depan.
5. Mendahului secara aman termasuk dengan senantiasa menerapkan aspek See, Evaluate, dan Execution (SEE).
6. Tidak melintas di bahu jalan. Bahu jalan hanya dimanfaatkan untuk kondisi darurat seperti saat evakuasi korban kecelakaan lalu lintas jalan.
7. Beristirahat yang cukup di rest area yang sudah disediakan oleh pengelola jalan tol atau posko-posko yang tersedia. Istirahat dilakukan setidaknya setiap empat jam sekali dengan durasi istirahat minimal 30 menit.
8. Siapkan uang pas untuk pembayaran tarif di gardu tol.
9. Sediakan peralatan seperti kunci-kunci hingga obat-obatan, bahkan tempat sampah di dalam mobil.
10. Hindari barang bawaan yang berlebihan yang membuat kestabilan kendaraan bisa terganggu. (edo rusyanto)

20 Hal yang Perlu Diketahui Pesepeda Motor Saat Mudik

30 Juni 2016

mudik1_fajar

SEPEDA motor merupakan kendaraan paling banyak terlibat kecelakaan dalam musim mudik Lebaran. Tahun 2015, sekitar 66% kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor. Artinya, kita para pesepeda motor mesti terus ekstra waspada.

Berikut ini adalah sejumlah tips bagi pemudik yang menunggang sepeda motor guna memperkecil peluang terjadinya kecelakaan, sekaligus memperkecil risiko fatalitas jika terjebak petaka jalan raya;

Faktor Manusia:
1. Kesehatan fisik. Pantang bersepeda motor dalam kondisi sakit. Kita tahu, saat tubuh tidak bugar konsentrasi bakal terganggu. Padahal, tanpa konsentrasi mustahil berkendara dengan baik. Karena itu, yang termasuk dihindari adalah berkendara setelah minum obat. Tak perlu memaksakan diri.
2. Stabilitas emosi. Keletihan, dehidrasi, debu, asap, cuaca panas, kemacetan, hingga kebisingan suara kendaraan, bisa memicu stress. Kondisi tersebut bisa memicu emosi tidak stabil. Redam emosi berlebihan dengan tetap menjaga kebugaran dengan beristirahat yang cukup dan fokus dalam berkendara. Abaikan jika ada provokasi dari pengguna jalan yang lain. Pertebal rasa sabar. Kita mencari selamat sampai tujuan. Bukan selamat sampai duluan.
3. Kuasai teknik berkendara yang aman dan selamat. Mulai dari menjaga jarak, saat mendahului secara aman, hingga mengerem yang aman dan selamat.

Faktor Kendaraan:
1. Servis kendaraan. Sepeda motor diservis sebelum dipakai untuk menempuh jarak ratusan kilometer. Pemeriksaan kondisi mesin lebih terjamin. Datangi bengkel dan minta diperbaiki kerusakan sekecil apapun. Servis dilakukan setidaknya tiga hari sebelum bepergian.
2. Periksa ulang jelang keberangkatan dan setiap beristirahat. Kondisi yang harus dicek mulai bahan bakar minyak (BBM), kondisi tekanan angin pada ban, kualitas kanvas rem, rantai, lampu-lampu, standar motor, kondisi oli, kaca spion, hingga busi.
3. Kelengkapan surat kendaraan. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pastikan dibawa dan sebaiknya dalam kondisi tidak telat pembayaran pajaknya.

Faktor Lain:
Pastikan senantiasa berdoa sebelum menempuh perjalanan memohon keselamatan kepada Sang Pencipta. Selain itu, perhatikan hal-hal sebagai berikut;
1. Surat Izin Mengemudi (SIM). Pastikan SIM masih berlaku. SIM mati bisa kena tilang. Tentu amat merepotkan untuk mengikuti sidang di kota yang jauh dari tempat tinggal kita.
2. Perlengkapan keselamatan. Pastikan helm yang dipakai memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menutupi seluruh wajah (full face). Gunakan sepatu menutupi mata kaki, lebih direkomendasikan yang tidak memakai tali. Selain itu, gunakan jaket cukup tebal yang melindungi terpaan angin serta yang berwarna mencolok agar mudah dilihat. Serta, gunakan sarung tangan dan membekali diri dengan jas hujan.
3. Obat-obatan. Untuk berjaga-jaga, bisa membekali diri dengan obat luka luar atau obat gosok menghilangkan rasa pegal.
4. Peta dan rute. Fahami rute yang bakal dilintasi, termasuk mungkin juga jalur alternatifnya.
5. Ponsel. Nomor-nomor penting terkait panggilan darurat, mulai kerabat, kantor polisi, hingga rumah sakit di rute yang dilintasi.
6. Uang receh. Pecahan Rp 1.000 hingga Rp 5.000 bisa bermanfaat untuk membayar uang parkir hingga jasa toilet di SPBU.
7. Barang bawaan. Beban berat membuat keseimbangan pemotor bisa terganggu. Daya reflek dan manuver pun bakal kurang nyaman, terlebih jika harus berhenti mendadak atau menghindari benturan. Jika memungkinkan, ada baiknya sebagian barang bawaan dipaketkan via perusahaan kurir guna mengurangi beban.
8. Penumpang. Demi keselamatan di jalan, jumlah penumpang dan pengendara sebaiknya tak lebih dari dua orang.
9. Jadwal istirahat. Tentukan waktu istirahat secara berkala setidaknya dua jam sekali.
10. Pilih tempat istirahat. Istirahat bisa dimanfaatkan untuk mengisi BBM, buang air kecil, ibadah sholat, atau tidur sesaat 15-30 menit. Bisa memanfaatkan SPBU, rumah makan, atau posko-posko yang biasanya bertebaran selama arus mudik dan balik.
11. Teman perjalanan. Agar perjalanan lebih aman, bisa berkelompok dua atau tiga motor. Manfaat teman perjalanan juga bisa mengurangi rasa jenuh selama berkendara.
12. Waktu bepergian. Pilih waktu yang tepat, misalnya, seusai sholat subuh. Perjalanan di pagi hari lebih baik ketimbang di malam hari yang biasanya diserang rasa kantuk.
13. Tidur yang cukup. Pastikan sebelum berkendara, terlebih rute jarak jauh, sang pengemudi sudah cukup tidur, yaitu berkisar 6-8 jam.
14. Fahami aturan yang ada. Aturan lalu lintas jalan penting difahami agar perjalanan, aman, nyaman, dan selamat. Tentu, selain difahami juga harus dipraktikkan.

Semoga ikhtiar yang dijalankan bisa membuat perjalanan mudik dan balik Lebaran lebih nyaman dan selamat. Tak ada yang lebih indah kecuali melihat senyum keluarga tercinta di rumah. Keselamatan untuk semua pengguna jalan. Selamat mudik. (edo rusyanto)

Kecelakaan Gara-gara Menelepon Melonjak Drastis

29 Juni 2016

berponsel mengemudi1

SAAT menjadi pembicara dalam diskusi keselamatan berkendara, di Jakarta, baru-baru ini, saya bertanya kepada para peserta soal berponsel. Pertanyaan saya, apakah kalian akan menerima panggilan telepon seluler (ponsel) sambil mengemudi?

Nyaris semua peserta menjawab tidak sudi menerima panggilan masuk tersebut. Oh ya, para peserta adalah dari kalangan kelompok pesepeda motor di Jakarta.

Dalam diskusi juga mencuat bahwa risiko menerima panggilan telepon tidak sebanding dengan apa yang diperbincangkan. Maksudnya, ketika menerima telepon konsentrasi berkendara menjadi buyar dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas jalan, bisa runyam semua urusan. Karena itu, solusinya adalah dengan menepikan kendaraan, barulah kemudian menerima panggilan yang masuk.

Setidaknya ketika seseorang menerima panggilan masuk sambil mengemudi bisa membuat laju kendaraan melambat. Padahal, saat itu arus kendaraan sedang normal sehingga amat mengganggu pengguna jalan yang lain. Kalau sudah begini, perilaku berponsel sambil mengemudi bisa masuk kategori perilaku memalukan.

Fakta data yang mencuat di Korlantas Mabes Polri terlihat bahwa pada semester pertama 2015 kasus kecelakaan yang dipicu menerima panggilan telepon prosentasenya melonjak. Tidak tanggung-tanggung, lonjakannya mencapai sekitar 124% dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya.

Sebaliknya, kecelakaan yang dipicu oleh aktifitas menelepon, yakni membuat panggilan keluar justeru merosot. Besaran penurunan aspek yang satu ini mencapai sekitar 20%.

Apakah artinya orang sudah mampu menahan diri untuk tidak menerima panggilan ketimbang untuk membuat panggilan telepon keluar? Atau kesadaran untuk tidak berponsel sudah semakin membaik di tengah masyarakat kita?

Jangan kaget kalau jumlah ponsel yang beredar di Tanah Air kita kini sudah mencapai sekitar 320 juta unit. Sekitar 100 juta diantaranya masuk kategori telepon cerdas alias smartphone. Lantas, kalau setiap hari rerata ada dua kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh aktifitas berponsel, bukan berarti kita tenang-tenang saja. Justeru kita mesti kian waspada, termasuk terus menahan diri tidak berponsel sambil mengemudi. Sekali lagi, aktifitas itu bisa masuk kategori perilaku yang memalukan. (edo rusyanto)

Lebih Dari 3.800 Orang Tewas Dalam Mudik Lima Tahun Terakhir

28 Juni 2016

mudik laka 2015_antara

MUSIM mudik Lebaran sepanjang lima tahun terakhir, 2011-2015, merenggut lebih dari 3.800 orang. Mereka menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Dalam rentang tahun tersebut terjadi sekitar 20 ribu lebih kecelakaan.

Secara keseluruhan, kecelakaan menimbulkan 31 ribu lebih korban. Dari jumlah tersebut sekitar 12% nya berujung pada kematian. Mayoritas korban menderita luka ringan, yakni sekitar 68%, sedagkan korban yang menderita luka berat mencapai sekitar 20%.

Karena itu, pemerintah menaruh perhatian cukup serius terhadap permasalahan kecelakaan lalu lintas jalan selama musim mudik Lebaran. Bahkan, tahun 2016, kementerian perhubungan (kemenhub), salah satu pemangku kepentingan keselamatan jalan, menargetkan nihil kecelakaan (zero accident) di lini angkutan umum. Lini itu merupakan domain kemenhub.

Upaya yang dilakukan pemerintah dengan segenap para pemangku kepentingan terus membuahkan hasil. Hal itu dapat dilihat dari tren fatalitas kecelakaan yang menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Bila pada 2012 korban tewas mencapai sekitar 57 jiwa per hari selama musim mudik, setahun lalu anjlok menjadi sekitar 40 jiwa per hari.

Sekalipun demikian bukan berarti para pemudik dan pemerintah lantas tenang-tenang saja. Sejumlah jurus dan penguatan sinergi mutlak terus diperkuat. Kita tahu bahwa dalam rentang musim mudik yang mencakup 16 hari, fatalitas kecelakaan anjlok 30-an% dibandingkan rerata fatalitas sepanjang tahun.

Berbekal dari jurus penangkal fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan pada musim mudik Lebaran, semestinya pemerintah dapat lebih agressif dalam memangkas fatalitas. Salah satunya adalah lewat penguatan sinergi dan konsistensi dalam meredam potensi terjadinya kecelakaan. Setuju? (edo rusyanto)

foto:antara

Kampanye Mudik Selamat ala Akar Rumput

27 Juni 2016

aksi simpatik JA 2016

SEJUMLAH anak-anak muda tampak sibuk di sudut rumah toko (ruko) di bilangan Pangkalan Jati, Kalimalang, Jakarta Timur. Siang itu mereka tampak mengemas minuman ringan, kurma, dan makanan ringan ke dalam kantong plastik bening transparan. Meski tampak wajah-wajah lelah mengingat bulan Ramadan, siang itu semangat mereka tampak menyala-nyala.

“Kami menyiapkan tajil berbuka puasa bagi sekitar 500 orang dibarengi dengan aksi simpatik mudik selamat,” ujar Bro Acoy, ketua Independent Bikers Club (IBC), saat berbincang dengan saya, Minggu, 26 Juni 2016 siang.

IBC tidak sendirian. Aksi kali ini berkolaborasi dengan Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) dan Kopdar Pengicau (Kopacu).

“Kagiatan ditutup dengan buka puasa bersama dengan kawan-kawan komunitas lain yang ikut aksi kali ini,” papar Alex Tandjoeng, wakil ketua umum IBC, di Kalimalang, Minggu.

Dalam aksi di Kalimalang mereka mengajak warga yang hendak mudik agar lebih aman dan selamat. Keselamatan menjadi prioritas, karena itu fokus kampanyenya adalah mudik sehat dan mudik selamat.

Upaya mengingatkan agar senantiasa fokus dan waspada saat berkendara, termasuk dalam musim mudik Lebaran, saya pikir sangat logis. Maklum, musim mudik tahun 2015 setiap hari 40-an orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Dan, bayang-bayang risiko terjadinya kecelakaan di jalan kian kentara manakala diprediksi terjadi lonjakan hingga 50% para pemudik yang menggunakan sepeda motor sebagai angkutan. Tahun 2016, kementerian perhubungan memperkirakan ada sekitar 5,6 juta sepeda motor.

Aksi simpatik kali ini, kata Alex, bagian dari road show road safety 2016 yang digelar bersama Jarak Aman. Kegiatan tersebut digelar di Jakarta, Tangerang, Cianjur, Bandung, Bogor, dan Jogjakarta. Ragam kegiatan mencakup diskusi, pelatihan, hingga aksi simpatik.
“Kami ingin para pengguna jalan lebih aman dan selamat,” kata Alex.

Mantabs bro. Terus bergerak. (edo rusyanto)

Pemangku Kepentingan Mudik Diminta Terus Bersinergi

26 Juni 2016

narsum diskusi 2016

KECELAKAAN lalu lintas jalan yang melibatkan sepeda motor selama mudik Lebaran 2015 mencapai 3.633 kasus, stagnan dari 2014. Sepeda motor masih menjadi penyumbang kecelakaan tertinggi, dengan porsi 66% dari total 5.514 kasus.

Berdasarkan data Korlantas Mabes Polri, kecelakaan mudik tahun lalu naik 7% dari 2014 sebanyak 5.144 kasus. Pertumbuhan kecelakaan terbesar dicetak kendaraan khusus sebesar 468% menjadi 108 kasus, kendaraan tidak bermotor 187% menjadi 284 kasus, dan mobil penumpang 38% menjadi 871 kasus. Adapun kasus kecelakaan bus turun 127% menjadi 218 kasus.

Sementara itu, korban meninggal dunia turun 11% menjadi 646 orang dari 722 orang. Meski turun, jumlah itu masih terbilang tinggi. Sebab, dalam sehari selama periode mudik, rata-rata korban meninggal mencapai 40 orang.

Menurut saya, lebih rendahnya korban meninggal selama mudik dibanding hari biasa disebabkan adanya koordinasi antarinstansi pemerintahan. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mengawal mudik Lebaran. Bahkan, kementerian perhubungan (kemenhub) berani menyediakan Rp 20 miliar untuk program mudik gratis tahun 2016.

Oleh karena itu, koordinasi ini harus diteruskan sepanjang tahun agar kasus fatalitas bisa ditekan. Selain itu, manajemen keselamatan mudik perlu ditingkatkan. Alasannya, meski dalam tren turun, kasus kecelakaan yang memicu fatalitas selama mudik masih cukup tinggi.

peserta dan pembicara

Tentu saja, masyarakat pun harus mampu melindungi diri dengan manajemen perjalanan mudik yang sehat dan tepat.

“Tapi, kenapa sinergi para pemangku kepentingan tidak diterapkan dalam keseharian,” tanya Fiyan, dari komunitas Kopdar Pengicau, dalam diskusi Jurus Perlindungan Keselamatan Mudik di Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2016.

Diskusi digelar oleh Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) bekerjasama dengan Independent Bikers Club (IBC) dan Kopdar Pengicau.

Turut hadir dalam acara ini Kombes Kanton Pinem, Kasubbid Dikpen Biddikmas Korlantas Polri, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor (Aisi), dan Direktur Pembinaan Keselamatan Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub, Eddi.

Pemangku kepentingan keselamatan jalan yang hadir dalam diskusi itu sontak membantah soal tidak adanya sinergi dalam keseharian. “Sinergi itu ada tapi tidak tampak karena tidak diberitakan media,” ujar Kanton Pinem.

Kanton Pinem menyatakan, untuk keselamatan, pemudik diminta melaksanakan Tri Siap, yakni siap mematuhi aturan, siap kondisi fisik, dan siap kondisi kendaraan. Aturan yang perlu dipatuhi antara lain menggunakan helm dan penumpang tidak lebih dari satu.

“Adapun siap kondisi fisik berarti kondisi fisik sehat, tidak sakit, lelah, ngantuk, minum obat ngantuk, dan mabuk alkohol. Pemudik juga perlu mengecek rem, lampu, ban, tekanan angin, spion, dan wiper kendaraan,” papar Pinem.

Gunadi Sindhuwinata menyatakan, pabrikan motor telah melakukan uji teknis ketat sepeda motor yang hendak dijual, yang meliputi laboratorium emisi gas buang, pengujian kebisingan, akselerasi, dan idle test. Khusus untuk mudik, beberapa anggota Aisi juga menggelar mudik dan balik bareng. Pemilik sepeda motor diangkut bus, sedangkan motornya diangkut truk.

pembicara dan peserta

Di sisi lain, melalui diskusi itu, Jarak Aman dan IBC berharap dapat berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan selama mudik. Kegiatan ini dibarengi dengan aksi turun ke jalan untuk menyosialisasikan kampanye keselamatan jalan (road safety) denga membagikan flyer, membentangkan spanduk, dan membagikan takjil kepada para pemudikdi Pangkalan Jati, Kalimalang, Jakarta Timur. (edo rusyanto)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 7.844 pengikut lainnya