Lanjut ke konten

Sepuluh Kecelakaan Bus Maut di Indonesia

10 September 2018

INDONESIA masih menghadapi masalah kecelakaan lalu lintas jalan. Dalam rentang 2012 hingga pertengahan 2018 tercatat ada sepuluh kecelakaan bus paling maut yang merenggut sebanyak 154 jiwa.

Tujuh dari sepuluh terjadi di wilayah Jawa Barat, sedangkan tiga di antaranya terjadi di Jawa Tengah. Ironisnya, mayoritas terjadi di kawasan pariwisata dengan jalan menurun, menanjak, dan berkelok.

Selain mengangkut penumpang rombongan wisata, bus yang terlibat kecelakaan tersebut juga ada yang membawa rombongan peziarah maupun peserta kegiatan rohani. Dari sepuluh tabrakan maut yang melibatkan bus, kawasan wisata Puncak, Jawa Barat menjadi lokasi kecelakaan paling sering sepanjang rentang tujuh tahun terakhir. Kawasan wisata di daerah pegunungan yang terletak tidak jauh dari Jakarta itu memiliki jalan berkelok serta menanjak dan menurun. Cuaca di kawasan tersebut kerap berkabut.

Berikut ini sepuluh kecelakaan bus maut yang dirangkum dari laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pemberitaan media massa.

1). Kecelakaan Ciloto, 7 Juli 2007
Pagi baru saja merayap menuju siang. Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 10.20 WIB, Sabtu, 7 Juli 2007. Bus pengangkut rombongan wisata sebanyak 54 orang dari SMP Islam Ar-Ridho melaju menuju Taman Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Rombongan itu terdiri atas siswa dan staf pengajar SMP Islam Ar-Ridho.

Saat tiba di jalan turunan Ciloto menjelang pertigaan Kota Bunga, Cimacan ± 100 meter sebelum jembatan Cikundul, bus tersebut oleng. Bus menabrak beberapa kendaraan yang meluncur dari arah berlawanan dan juga menabrak kendaraan di depannya . Kendaraan tersebut antara lain sepeda motor, Mitsubishi Colt 100 Pick Up dan Toyota Kijang.

Setelah menabrak beberapa kendaraan tersebut, bus kembali ke jalur sebelah kiri dan menabrak Daihatsu Ferosa serta Toyota Kijang yang berada di depannya. Kemudian bus kembali ke jalur sebelah kanan menabrak tembok dan pagar jembatan lalu jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman ± 15 meter.
Tabrakan maut ini merenggut 16 korban jiwa. Sebanyak 14 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, satu orang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, 1 satu orang meninggal setelah mendapat perawatan. Kecelakaan ini juga mengakibatkan 28 (dua puluh delapan) orang mengalami luka berat dan 14 (empat belas) orang luka ringan.

Semua korban adalah penumpang, pengemudi dan kernet yang berada di bus Limas serta pengemudi motor juga penumpang Daihatsu Ferosa.

Seluruh korban kecelakaan dievakuasi ke Rumah Sakit Cimacan, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, PMI Bogor, dan RSUD Cianjur.

KNKT menyimpulkan faktor-faktor kemungkinan penyebab kecelakaan tersebut utamanya adalah akibat, pertama, pengemudi bus ngebut pada saat akan menyalip kendaraan di depannya dan tidak dapat mengendalikan busnya lagi.
Lalu, kedua, kendaraan yang tercatat masa ujinya berlaku dan dikatakan dirawat dengan baik, namun pada kenyataannya kendaraan tersebut tidak memenuhi persyaratan keselamatan. Ketiga, kondisi geometrik jalan yang menurun panjang dan menikung dengan ruang pandang yang tertutup dengan pohon dan bangunan, turut memberikan kontribusi yang besar terhadap kecelakaan.

2). Kecelakaan Cisarua, 10 Februari 2012
Peristiwa memilukan terjadi pada Jumat, 10 Februari 2012, sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Cisarua, Bogor. Kecelakaan maut itu menimpa bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA yang berangkat dari Garut, Jawa Barat menuju terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Saat melintas di rute Cianjur-Puncak-Ciawi mengalami kecelakaan di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Kecelakaan terjadi sekitar 208 meter dari lokasi cheq point bus di depan RS. Paru dr M. Goenawan P, Cisarua. Bus menabrak sisi kanan papan reklame yang berada di tikungan menurun. Sesudah menabrak papan reklame pada jarak 392 meter berikutnya, bus berturut-turut menabrak mobil penumpang Mitsubishi Pajero dari arah berlawanan dan dua sepeda motor yang berada di belakang mobil penumpang Mitsubishi Pajero tersebut. Setelah itu, bus bergerak ke kiri dan menabrak dua mobil angkutan kota yang berada di depannya, mobil penumpang Nissan Grand Livina dan mobil barang pengangkut tanaman yang juga berada pada jalur yang sama.

Kemudian bus bergerak kembali ke kanan dan menabrak mobil bus PO. Doa Ibu dengan nomor kendaraan Z-7588-HB yang datang dari arah berlawanan. Tabrakan itu menyebabkan mobil bus PO. Doa Ibu Z-7588-HB terdorong mundur sejauh 18 meter dan tertahan oleh pagar taman yang berada di pertigaan jalan.

Belum usai, mobil bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA kembali bergerak ke kiri dan kemudian menabrak mobil barang pengangkut sayur. Lalu, bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA bergerak kembali ke kanan dan menabrak tiang telepon serta dua sepeda motor yang sedang parkir di halaman minimarket.
Bus bahkan lalu menabrak warung bakso, tembok dan akhirnya terperosok ke pekarangan Wisma Syailendra, dengan kedalaman sekitar 9 (sembilan) meter di bawah permukaan jalan. Kondisi akhir bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA setelah kecelakaan posisi bagian depan berada di bawah.

Akibat kecelakaan ini 13 orang meninggal dunia di lokasi kecelakaan dan satu orang meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit, 10 orang mengalami luka berat serta 44 orang mengalami luka ringan.
Seluruh korban meninggal dunia dan luka – luka dievakuasi ke RS Paru dr M. Goenawan P Cisarua, RS Ciawi Bogor, RS PMI Bogor, dan RS. Sentra Medika Cibinong.

KNKT menyimpulkan bahwa kemungkinan penyebab (Probability Cause) terjadinya peristiwa kecelakaan ini adalah bersumber dari kegagalan berfungsinya rem utama dan rem parkir tangan. Selain itu, pengemudi yang tidak berhasil mengendalikan kendaraan pada saat menghadapi situasi kritis.


3). Kecelakaan Ciloto, 27 Februari 2013
Rombongan bus peziarah dari Bogor menuju Cianjur, Jawa Barat pada Rabu, 27 Februari 2013. Sekitar pukul 07.30 WIB, bus pariwisata PO. Mustika Mega Utama dengan nomor kendaraan F-7263-K berangkat dari Desa Sukajaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dengan mengangkut 82 orang menuju Desa Cikundul, Kabupaten Cianjur untuk melakukan ziarah dengan rincian satu orang pengemudi dan 81 orang penumpang.

Bus tersebut sekitar pukul 09.00 WIB sempat berhenti selama kurang lebih 30 menit untuk beristirahat di salah satu SPBU di Desa Leuwiliang, sebelum kendaraan tersebut melanjutkan perjalanan ke Desa Cikundul.

Sekitar pukul 11.30 WIB, bus tersebut melintasi ruas Jalan Raya Puncak – Ciloto KM. 87 Kabupaten Cianjur dengan geometri jalan yang menurun ± 10º dan menikung. Sepanjang 500 m pada ruas jalan tersebut diatas terdapat banyak lubang baik di jalur kiri maupun jalur kanan dan pada saat itu kondisi cuaca dalam keadaan berkabut dan tidak hujan. Mobil bus kehilangan kendali setelah menghindari lubang dan akhirnya menabrak dinding tebing yang berada pada sebelah kiri jalan menikung searah laju mobil bus tersebut.

Kecelakaan ini mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, yaitu 15 orang meninggal di tempat kejadian dan dua orang meninggal pada saat mendapat perawatan di rumah sakit, 26 orang luka berat dan 32 orang luka ringan. Untuk para korban yang meninggal dan korban luka-luka dibawa ke RS. Cimacan dan RSUD, Ciawi, Jawa Barat.

Kemungkinan rangkaian penyebab (Probable Causes) terjadinya peristiwa kecelakaan ini adalah karena pengemudi tidak familiar dengan rute tersebut. Lalu, kondisi jalan yang rusak berat, penggunaan komponen rem yang tidak standar serta muatan yang melebihi kapasitas berakibat yang bersangkutan kurang mampu dalam mengatasi kondisi kritis yang datang secara tiba-tiba.

4). Kecelakaan Cisarua, 18 Agustus 2013
Minggu, 18 Agustus 2013 pukul 24.00 WIB rombongan jemaat GBI Kelapa Gading, Jakarta berangkat menuju Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dengan menggunakan mobil bus PO.Giri Indah nomor kendaraan B-7185-XA. Bus tiba di Wisma Kapendrai daerah Cipanas pukul 03.00 WIB dan rombongan melakukan ibadah sampai dengan Rabu, 21 Agustus 2013.

Rabu, 21 Agustus 2013 pukul 08.00 WIB rombongan jemaat GBI berjumlah 50 orang dan tiga orang awak kendaraan kembali ke Jakarta dengan menggunakan bus PO. Giri Indah dengan nomor kendaraan B-7297-BI.

Bus melintasi ruas jalan daerah Gunung Mas yang geometri jalan menurun dan menikung. Informasi dari saksi bahwa setelah melintasi perkebunan teh Gunung Mas, bus melaju dengan kecepatan tinggi.

Bus pada pukul 08.30 WIB tiba di ruas Jalan Raya Puncak Bogor KM. 86, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan ruas jalan yang menurun dan menikung. Bus menabrak mobil pick up yang parkir di tepi jalan jalur berlawanan di depan toko material untuk menurunkan muatan tabung gas elpiji 3 kg. Kemudian bus menabrak seorang yang sedang berada di depan toko material, selanjutnya mobil bus menabrak toko material dan akhirnya beserta mobil pick up masuk ke dalam sungai yang mempunyai kedalaman delapan meter di sebelah kanan jalan.

Pada saat kejadian cuaca cerah dan kondisi lalu lintas lancar. Kecelakaan ini mengakibatkan 20 orang meninggal dengan rincian 14 orang meninggal dunia di tempat kecelakaan dan enam orang meninggal dunia di rumah sakit, yang terdiri dari 18 orang penumpang mobil bus, satu orang awak mobil bus, dan satu orang warga setempat.

Selain korban meninggal dunia, korban luka-luka berjumlah 34 orang. Korban yang meninggal dunia maupun luka-luka semua awalnya dievakuasi ke RS. Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor, setelah dilakukan tindakan medis pertama selanjutnya sebagian di rujuk ke RS. Sentra Medika Cibinong dan sebagian lagi dirujuk ke RSUD Ciawi.

Tabrakan mengakibatkan mobil bus dan mobil pick up berada di dasar sungai dengan jarak dua meter satu sama lain dengan posisi mobil bus terbalik dan mobil pick up berbalik arah dengan menghadap arah kedatangan. Dari hasil investigasi disimpulkan faktor yang berkontribusi dalam kecelakaan ini adalah kondisi geometri jalan yang merupakan bahwa turunan panjang dan tikungan yang cukup tajam. Untuk melewati ruas jalan ini memerlukan konsentrasi, kewaspadaan dan keterampilan dalam mengemudikan kendaraannya.

5). Kecelakaan Semarang, 20 Februari 2015
Inilah petaka paling maut memasuki tahun 2015. Sebuah bus pariwisata yang disewa rombongan pengajian terguling di tol Semarang, Jawa Tengah. Laman viva.co.id menulis, sebanyak 16 orang penumpang bus Sang Engon meninggal dunia setelah bus itu terguling di Tol Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah, Jumat siang.

Bus diduga melaju kencang saat masuk Tol Jatingaleh menuju arah timur menuju Tol Gayamsari. Bus tak terkendali, oleng ke kanan melompati pembatas jalan dan terguling.

Kepolisian setempat menetapkan sang pengemudi bus Sang Engon, M Husen sebagai tersangka. Sopir yang juga ikut terluka dalam kecelakaan itu diduga lalai sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas jalan.


6). Kecelakaan Cimahi, 8 Juli 2016
Jumat, 8 Juli 2016 sekitar pukul 14.00 WIB bus PO.Parahyangan Express T-7035-DL berangkat dari arah Cisarua menuju Cimahi setelah berwisata dari Curug Cimahi, Jawa Barat. Saat melaju di depan SD Negeri Harapan Makmur, bus menyerempet satu unit angkutan kota dan dua sepeda motor. Selanjutnya setelah ± 600 meter yaitu di depan perumahan The Orchard bus menabrak pembatas saluran air/drainase. Kemudian bagian depan mobil bus terangkat dan melayang menabrak pagar dinding batu kali dan tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU) sampai ke bagian depan bangunan semi permanen yaitu usaha tambal ban yang berada di samping bahu jalan ± 1 meter di atas permukaan jalan.

Bagian sebelah kiri naik dengan posisi miring kemudian meluncur ke bawah kembali ke badan jalan dan menabrak mobil Toyota Kijang B-7148-D yang menyebabkan mobil Kijang rusak berat dan keluar dari bahu jalan. Selanjutnya mobil bus tetap meluncur dan menabrak mobil Suzuki Katana E-1543-KY yang datang dari arah berlawanan dan mengakibatkan bodi mobil Katana mengalami rusak berat bagian depan sebelah kiri sampai belakang.

Bus terus meluncur yang menyebabkan posisi badan kiri mobil bus menggesek aspal dan setelah itu menabrak 2 (dua) sepeda motor Yamaha Mio D-4285-KC (terseret) dan Yamaha Jupiter BD-4658-CO (tertimpa) dari arah berlawanan (ke Cisarua). Bus terhenti setelah menabrak pohon yang berada pada arah yang berlawanan. Kecelakaan ini mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka berat serta 23 orang mengalami luka ringan.

KNKT menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan adalah pertama, terjadinya kegagalan pengereman. Hal itu diakibatkan bocor/putusnya selang fleksibel rem yang diindikasikan mengalami panuaan (aging) pada roda kiri depan hal ini mengakibatkan tidak bekerjanya sistem rem pada sumbu depan sehingga menyebabkan minyak rem habis dan selanjutnya sistem pengeremen mengalami kegagalan. Kedua, prasarana jalan dengan kemiringan memanjang lebih dari 15% dan lebar jalan hanya 4,9 meter dan lebar bahu jalan 2 x 0,6 meter menyebabkan bus tidak dapat dikendalikan setelah mengalami kegagalan sistem pengereman sehingga bus melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Keadaan ini menyebabkan terjadinya kecelakaan fatal.

7). Kecelakaan Alas Roban, 16 Juli 2016
Kawasan Alas Roban, Batang, Jawa Tengah menjadi saksi bisu kecelakaan maut bus dan truk pada Sabtu, 16 Juli 2016 malam. Bus Kramat Jati tujuan Jakarta berangkat dari Purwodadi, Sabtu sore. Namun, bus nahas itu menabrak truk tanki W 9233 UN bermuatan amoniak yang saat kejadian hendak berbelok ke rumah makan.

Sontak, tabrakan pun menimbulkan kemacetan panjang. Buntut dari tabrakan maut itu enam orang meninggal dunia dan 40-an lainnya menderita luka-luka. Dari keseluruhan korban luka, sebanyak 15 orang dirawat.

8). Kecelakaan Pemalang, 17 Desember 2016
Sebuah bus, yakni PO Handoyo mengalami kecelakaan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Sabtu, 17 Desember 2016. Sekitar pukul 22.30 WIB bus keluar jalur menabrak pagar pengaman jalan di jalur lawan. Lalu, bus masuk area persawahan dan terhenti menabrak pohon. Saat kejadian kondisi cuaca tidak hujan, tidak berkabut dan lalu lintas sepi.

Akibat kecelakaan tunggal itu delapan orang meninggal dunia dan belasan orang lainnya menderita luka-luka. Bus mengalami kerusakan berat bagian depan dan sebagian kanan.

Saat kejadian, bus AA 1409 EA rute Yogyakarta-Jakarta itu sedang melaju dari arah Purbalingga menuju Pemalang. Kepolisian menetapkan sang sopir bus, Agus Suyanto sebagai tersangka.

9). Kecelakaan di Subang, 10 Februari 2018
Kecelakaan bus paling buruk di Indonesia terjadi pada Sabtu, 10 Februari 2018 pagi. Tabrakan itu merenggut 27 korban jiwa dan 17 korban luka-luka termasuk anak balita.

Korban berasal dari bus pariwisata Premium Passion bernopol F-7959-AA yang membawa rombongan dari Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bus mengalami kecelakaan di jalan raya Subang-Bandung, di Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Subang usai berwisata di Tangkuban Perahu menuju Subang.
Saat akan pulang melalui Subang, tepatnya di Tanjakan Emen, bus oleng dan menabrak sepeda motor hingga akhirnya menabrak tebing dan terguling. Pengendara sepeda motor yang ditabrak termasuk kedalam 27 korban jiwa.
Sontak peristiwa tragis ini mengundang perhatian banyak orang, tentu termasuk Korlantas Mabes Polri. Kepolisian menduga, seperti dilansir Antara (11/2) adanya mal fungsi di bagian rem bus sehingga memicu terjadinya kecelakaan. Berdasarkan analisis sementara, terlihat bahwa pengemudi bus berupaya menghentikan kendaraan sebelum akhirnya terguling.

Kawasan di lokasi kejadian adalah jalan menurun dan berkelok dengan permukaan aspal yang cukup bagus. Lokasi kecelakaan ini merupakan titik terakhir dari Tanjakan Emen, Subang. Dari titik awal tanjakan yang berada setelah tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu hingga titik kecelakaan, memiliki panjang 2,4 kilometer.

10). Kecelakaan di Sukabumi, 8 September 2018

Indonesia kembali digemparkan oleh kasus kecelakaan maut. Bus B-7025-SAG masuk jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 8 September 2018. Kantor berita Antara, melaporkan bahwa akibat kecelakaan tersebut sebanyak 21 orang meninggal dunia dan 18 orang terluka.

Korban luka dirawat di berbagai rumah sakit di antaranya 12 luka berat ditangani RSUD Palabuhanratu. Lalu, tiga korban berada di RS Sekarwangi Cibadak dan dua korban berada di Puskesmas Cikidang dan sudah dirujuk ke RS Palabuhanratu.
Korban meninggal dunia termasuk sang pengemudi. Saat kejadian, bus dikemudikan oleh kernet. Dalam kecelakaan tersebut sang kernet dilaporkan terluka.
Bus yang mengalami kecelakaan tersebut dikabarkan sempat dua kali rusak dalam perjalanan menuju objek wisata arung jeram sebelum masuk jurang. Bahkan, bus ini diberitakan tidak melakukan uji KIR selama empat periode atau dua tahun.

Bus naas tersebut bagian dari empat bus pariwisata yang mengangkut rombongan karyawan PT Catur Putra Raya dari Bogor menuju objek wisata arung jeram Kecamatan Cikidang. Kendaraan yang terlibat kecelakaan tunggal itu merupakan bus urutan paling belakang yang oleng sehingga masuk ke jurang sedalam 25 meter. Kondisi jalan di kawasan lokasi kejadian adalah berkelok, menanjak, dan menurun. Jalur ini merupakan jalan menuju kawasan wisata di wilayah Sukabumi. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: