Skip to content

Begini Risiko Mendahului dengan Melibas Marka Jalan

20 Januari 2017

truk-dan-motor-libas-garis4

TAHUKAH kita ada risiko besar bersembunyi di balik gerakan mendahului dengan melibas marka jalan?

Mari kita kupas sejenak.

Mendahului kendaraan di depan kita menjadi bagian yang tak terpisahkan saat berlalu lintas jalan. Ketika itu, banyak alasan untuk mendahului. Salah satu alasan yang paling sering saya dengar adalah untuk mencapai tujuan tepat waktu alias tidak terlambat.

Persoalannya, sudah benarkah cara mendahului yang kita lakukan? Aman dan selamatkah cara mendahuluinya?

Dari pengalaman selama ini, saat mendahului, setidaknya ada lima aspek yang mesti kita perhatikan.

Pertama, pergerakan kendaraan yang akan didahului. Jangan sampai, saat kita sudah masuk untuk mendahului, tiba-tiba kendaraan di depan melakukan pergerakan ke kanan sehingga ruang kita menjadi sempit.

Kedua, pergerakan kendaraan dari arah belakang kita. Tak jarang, saat kita sudah masuk mendahului, ada kendaraan lain yang ikut mendahului sehingga posisi menjadi tiga lajur. Untuk mencegah hal ini amat penting melihat kaca spion.

Ketiga, pergerakan kendaraan dari arah depan.

Keempat, pergerakan dari kiri dan kanan jalan.

Kelima, marka jalan. Mendahului tidak dianjurkan ketika ada marka jalan garis putih menyambung.

Bukan mustahil banyak aspek lain yang perlu diperhatikan. Misal, cuaca, kondisi jalan, hingga kawasan yang dilintasi. Namun, setidaknya lima aspek tadi mutlak kita perhatikan. Jika lima aspek itu saja tidak diperhatikan bagaimana dengan aspek lain?

Nah, khusus terkait marka jalan garis menyambung, kerap ada yang menganggap remeh. Atau, tidak mengetahui bahwa di area itu tidak boleh mendahului.

Saat kita mendahului dengan melibas marka jalan menyambung, bukan mustahil bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Inilah bahaya paling besar yang mengintai ketika mendahului dengan melibas marka garis menyambung.

Belum lagi, bukan mustahil kita ditempatkan sebagai pelaku kecelakaan karena melanggar peraturan. Kalau sudah begitu, repot jadinya.

Di sisi lain, saat menjadi pelaku kecelakaan, bukan mustahil pihak asuransi tidak mencairkan klaim yang diajukan. Repotkan? (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: