Skip to content

Menikmati Indahnya Pantai di Balik Tebing Bali

21 Januari 2017

motor-wisatawan-pandawa-2017a

PERMUKAAN aspal mulus dan berkelok menyambut kami saat menuju Pantai Pandawa, Bali. Beragam kendaraan bermotor tampak melintas termasuk sepeda motor.

Saat tiba di kawasan pantai, angin semilir menerpa wajah. Deburan ombak dengan laut nan membiru menemani cahaya mentari siang yang mengguyur pantai berpasir putih.

Bagi sejumlah wisatawan manca negara (wisman) teriknya mentari justeru bonus saat menikmati Secret Beach, Bali. Sebagian dari mereka berjemur di hamparan pasir pantai. Sebagian lainnya, asyik bermain dengan air laut nan membiru.

Di sudut lain, wisman dan banyak wisatawan Nusantara (wisnus) sibuk mengabadikan pemandangan elok dengan kamera mereka. Ada yang menggunakan kamera profesional dan tak sedikit yang memanfaatkan kamera di ponsel mereka. Namun, sebagian lainnya memilih rehat ditemani segarnya air kelapa muda menerobos kerongkongan. Tentu, seraya menatap laut yang menyegarkan mata.

“Pemandangannya luar biasa indah,” tutur Santo, wisatawan asal Bogor, Jawa Barat, saat berbincang dengan saya, di Pandawa Beach, Uluwatu, Bali, belum lama ini.

pandawa-beach-dan-motor1
Dia mengaku baru pertamakali datang ke pantai yang tersembunyi di balik tebing perbukitan itu. Tak jemu-jemunya dia memotret pemandangan yang tersaji disana-sini. Termasuk, tentu saja memotret dirinya dengan latar pemandangan nan elok itu.

Membelah Bukit

Jalan menuju kawasan Pantai Pandawa relatif mulus. Untuk menuju kesana dapat menggunakan kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor. waktu tempuh yang dibutuhkan juga relative tidak terlalu lama. Dari Jimbaran, Bali tidak lebih dari 50 menit, sedangkan dari Denpasar berkisar 90-120 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Jelang memasuki kawasan pantai, jalan berkelok, menurun, dan menanjak mulai dijumpai oleh para wisatawan. Kawasan perbukitan dengan tebing batu sudah menanti.

gerbang-pantai-pandawa-2017a
Pandawa Beach yang terletak di Kabupaten Badung ini ditetapkan sebagai kawasan wisata sejak 2012. Pantai ini punya julukan lain, yakni Secret Beach karena letaknya yang di balik perbukitan dan tebing. Namun, tahukah Anda bahwa Pantai Pandawa sebelumnya bernama Pantai Penyekjekan?

Informasi yang saya peroleh menyebutkan bahwa perubahan nama menjadi Pantai Pandawa dilandasi pada spirit dari kisah pengasingan Panca Pandawa selama 12 tahun ke hutan dan gua gala-gala. Kisah ini sejalan dengan perjuangan kehidupan masyarakat adat Kutuh yang selama rentang 1997-2010 membelah tebing untuk melepaskan diri keterpinggiran dan keterasingan kehidupan.

“Kami ditargetkan setiap tahun membuat satu destinasi pariwisata, semangat ini tidak terlepas dari target Bali menggaet delapan juta wisman pada 2020,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Badung Tjokorda Raka Darmawan, menjawab pertanyaan saya, di Jimbaran, baru-baru ini.

Dia menambahkan, saat ini pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Badung didominasi dari industri pariwisata. “Sekitar 70% PAD kami dari pariwisata, tahun 2016, PAD kami sekitar Rp 3,4 triliun,” paparnya.

tiket-masuk-pandawa-beach-2017a

Tiket Masuk

Pantai Pandawa sebagai salah satu aset pariwisata Kabupaten Badung tentu dikelola dengan semaksimal mungkin untuk menggaet wisatawan. Kawasan ini dikelola oleh Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat Kutuh, Unit Pengelola Kawasan Wisata Pandai Pandawa.

Tiket masuk ke kawasan wisata ini Rp 8 ribu, sedangkan untuk tiket kendaraan bermotor Rp 5 ribu. Sang pengelola, yakni Badan Usaha Milik Desa (Bumda) Desa Adat Kutuh menyebutnya Sumbangan Partisipasi Pembangunan Pengelolaan Kawasan Wisata Pantai Pandawa. Retribusi itu merujuk pada Keputusan Bendesa No 22/Kep.DAK/I/2015 tanggal 15 Januari 2015.

“Dulu waktu saya pertamakali masuk kesini belum ada retribusi itu,” ujar perempuan wisatawan asal Jakarta.

Sejumlah infrastruktur ditata dengan apik. Selain jalan dengan aspal yang mulus, tersedia juga jalur pedestrian yang bersih dan cukup luas bagi para pejalan kaki. Suatu sensasi tersendiri ketika berjalan kaki dari gerbang masuk menuju pantai dengan jalan yang menurun dan sebaliknya ketika meninggalkan pantai.

Di sejumlah titik terdapat rumah makan yang sudah siap melayani wisatawan bergoyang lidah. Begitu juga dengan areal parkir yang lapang untuk menampung mobil maupun sepeda motor wisatawan.

“Saya naik motor dari Denpasar kesini,” tutur pria muda saat berbincang dengan saya di kawasan Pantai Pandawa, baru-baru ini.

Dia datang menggunakan sepeda motor skutik bersama perempuan muda. Sang perempuan memakai kain tradisional dan duduk sebagai orang yang dibonceng.

Para wisatawan akan disambut dengan pemandangan elok tebing yang sudah dibelah. Tebing batu kokoh dengan warna kehitaman menjadi latar elok untuk berpose. Terlebih, di tebing itu dibuat gua untuk menempatkan patung Panca Pandawa, yakni Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
patung-pantai-pandawa1
Pengelola juga menempatkan tulisan besar Pantai Pandawa di tebing tersebut selain di puncak bukit dengan latar belakang laut nan membiru.

Lokasi ini menjadi favorit bagi wisatawan yang berkunjung untuk berpose. Tua muda, lelaki dan perempuan, wisnus maupun wisman memanfaatkan lokasi itu untuk mengabadikan pemandangan nan elok, serta foto diri sebagai bukti telah berkunjung ke pantai tersebut. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. vegadeth permalink
    23 Januari 2017 08:58

    heran semua pantai di Bali pasti keren2. Apa krn kebersihannya ya. Trs infrastrukturnya jg bagus. Jarang liat jalan berlubang dsana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: