Skip to content

Macet? Ya Iyalah, Ada 4,5 Juta Mobil di Jakarta

2 September 2015

macet jakarta gatsu 2015

HAMPIR tiap sudut jalan di kota Jakarta disuguhi pemandangan kemacetan lalu lintas jalan. Salah satunya adalah di kawasan Jl Gatot Suboroto, Jakarta Selatan. Antrean mengular, masa puncaknya pada pagi dan sore hari.

Sejumlah jurus pun keluarkan para pengemudi dalam mengatasi kemacetan. Suatu siang saya bahkan melihat ada pengemudi yang membuka kaca mobilnya, lalu menyalakan sebatang rokok. Langkah sang pengemudi pun diikuti penumpang yang ada di sisi kirinya. Asap rokok pun mengebul berlomba-lomba ke angsa bersama asap knalpot kendaraan bermotor.

Ada juga yang sibuk memainkan telepon seluler (ponsel) nya. Entah apa yang diketik, tapi ada yang saya lihat tersenyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponsel. Barangkali, ada cerita lucu di dalam layar ponsel tadi.

Tapi, tak sedikit yang berekspresi cemberut. Manusiawi. Maklum, kemacetan lalu lintas jalan bisa membuat orang menjadi stress. Tak heran, ketika melintasi kemacetan dan menemui jalan yang sedikit lengang saja, tergoda untuk menambah kecepatan kendaraan.

Seorang teman berujar, wajar saja kemacetan di Jakarta masih terus terjadi karena jumlah kendaraan bermotor terus bertambah. Padahal, di sisi lain, jumlah panjang jalan tak bergerak dengan signifikan. Bila dipikir-pikir, benar juga pernyataan teman saya itu.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, di kawasan Jakarta dan sekitarnya terdapat sekitar 17,5 juta kendaraan bermotor per akhir 2014. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,5 juta adalah mobil dan sekitar 13 juta unit adalah sepeda motor. Mau tahu jumlah panjang jalan Jakarta?

Ternyata, pertumbuhan panjang jalan Jakarta bergerak amat lamban, yakni rata-rata 0,01% per tahun. Sedangkan jumlah kendaraan bermotor berlari lebih cepat, yakni berkisar 10-15% per tahun.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, pertambahan jumlah kendaraan bermotor berkisar 5.500-6.000 unit per hari. Dari jumlah tersebut, sepeda motor mencapai 4.000-4.500 per hari. Bayangkan, per hari.

Sedangkan rasio jalan dengan luas total daratan Jakarta hingga 2014, baru sekitar 7%. Masih jauh dari ideal yang semestinya 12% dari total luas kota.

Saat ini, jumlah panjang jalan Jakarta sekitar 6,86 juta kilometer (km) atau setara dengan sekitar 42 juta meter persegi (m2), sedangkan luas daratan Jakarta sekitar 661 kilometer persegi (km2). Oh ya, dari total panjang jalan sekitar 2% adalah jalan tol atau setara dengan 123 km.

Nah, kebayangkan? Bagaimana sesaknya jalan-jalan di Jakarta. Apalagi pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Aneka kendaraan pribadi tumpah ruah.

Sebagai ilustrasi, pada 2002 penggunaan kendaraan pribadi baru 33% dari total pergerakan di Jakarta. Tapi, pada 2010 angkanya sudah menyentuh 50%. Hal itu berbanding terbalik dengan penggunaan angkutan umum, yakni dari semula 42% menjadi tinggal 20%.

Tunggu dulu, pada 2002, penggunaan sepeda motor sebagai alat transportasi komposisinya baru sekitar 28% dengan penggunaan bus sekitar 50%. Namun, kondisi menjadi terbalik pada 2010, yakni penggunaan sepeda motor sekitar 63% dan penggunaan bus sekitar 17%. Oh ya, data itu saya cukil dari survey JUTPI.

Tak heran jika pada jam-jam sibuk sepeda motor meluber hingga ke trotoar dan jalur yang bukan semestinya seperti masuk ke busway. Kemacetan pun terjadi di setiap sudut jalan kota.

Kalau sudah begitu tinggal bagaimana dinas perhubungan dan para pemangku kepentingan lainnya menata kota lebih manusiawi. Pemerintah mesti mampu menyediakan angkutan umum massal yang memadai. Angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Oh ya, Polda Metro Jaya yang menaungi Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: