Skip to content

Gerilya ke Sekolah Ala Pedagang Motor

1 September 2015

wms safety riding smp 139 jkt

MASIH besar pekerjaan rumah (PR) memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan. Indonesia punya catatan kelam di jalan raya. Kecelakaan demi kecelakaan terjadi begitu saja. Buntutnya, setiap hari 78 jiwa terenggut sia-sia akibat kecelakaan di jalan raya.

Membangun budaya berlalulintas jalan yang aman dan selamat memang bukan pekerjaan mudah. Butuh pergerakan secara massif di segala lini kehidupan masyarakat kita. Pergerakan bisa dilakukan oleh para pemangku kepentingan, seperti instatnsi pemerintah, masyarakat, maupun kalangan swasta, termasuk para pedagang sepeda motor. Mereka bisa menyusup dan bergerilya ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Salah satunya, ke lembaga pendidikan formal seperti sekolah.

Manajemen PT Wahana Makmur Sejati (WMS), pedagang sepeda motor Honda di kawasan Jakarta dan Tangerang mengaku terus mencoba menebar kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Hingga Agustus 2015, tim Safety Riding Promotion (SRP) WMS mengaku telah mengedukasi keselamatan bersepeda motor (safety riding) di 8 SMP di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang dengan total peserta 2.362 siswa. Tidak hanya tingkat SMP, sepanjang tahun ini WMS juga telah mengedukasi 28 SMA di beberapa wilayah Jakarta dan tangerang dengan total peserta sebanyak 5.480 siswa.

“Saya ingin agar siswa SMP menahan diri agar tidak mengendarai motor. Selagi belum cukup umur dan belum memiliki SIM C,” kata instruktur safety riding WMS, Siswanto, dalam publikasinya di Jakarta yang saya terima Senin, 31 Agustus 2015.

Dia membeberkan hal itu saat mengedukasi para siswa di hadapan ratusan siswa SMPN 139, Jakarta, Senin. Selain tim WMS hadir juga dari Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya.

Ajakan itu patut diapresiasi. Alangkah eloknya bila gerilya seperti itu terus digulirkan mengingat masih tingginya korban dari kalangan anak-anak di bawah umur. Sekadar menyegarkan ingatan kita, data Korlantas Polri memperlihatkan bahwa sepanjang 2010-2014 sedikitnya 157 ribu anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan di jalan. Selain itu, sedikitnya 25 ribu anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan.

wms safety riding di smp 139

Di Jakarta dan sekitarnya, pada 2014, menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, jumlah anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan melonjak 11,11%. Tahun itu, setiap lima hari ada satu anak di bawah umur yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Sedangkan kontribusinya meningkat dari 1,46% menjadi 1,72%. Saat itu, jumlah total pelaku kecelakaan tercatat sebanyak 4.644.

Di sisi lain, setiap hari, rata-rata satu anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Polda Metro Jaya. Tahun 2014, korban kecelakaan dari kalangan usia 1-10 tahun ternyata kontribusinya meningkat. Kontribusi anak-anak yang menjadi korban kecelakaan tercatat sekitar 4,21% pada 2014, sedangkan setahun sebelumnya tercatat 3,69%. Dari segi jumlah korbannya meningkat sekitar 1% menjadi 309 anak-anak.

“Kami prihatin melihat kenyataan bahwa banyak anak yang belum cukup umur namun sudah mengendarai sepeda motor,” kata Kompol Yovanca dari Dikyasa Polda Metro Jaya dalam publikasi yang sama.

Dia menambahkan, bersepeda motor di jalan raya ada peraturannya. “Selain tidak memiliki SIM C, banyak tata tertib lalu lintas yang tidak dipahami oleh pengendara usia SMP,” tegasnya.

Oh ya, kata Siswanto, selain paparan mengenai hukum dan aturan lalu lintas, kepada siswa SMPN 139 pihaknya juga diberikan pengetahuan teknik mengendarai sepeda motor dengan baik. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 1 September 2015 17:35

    Hmmm..something fishy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: