Lanjut ke konten

Menikmati Sejuknya Udara di Curug Nangka

4 Januari 2015

gerbang cunang 2014

MENIKMATI semilir angin pegunungan dan sejuknya udara bersuhu 20-22 derajat celcius menjadi pengalaman tersendiri. Apalagi bagi orang seperti saya yang tinggal di Jakarta dengan suhu udara 30-an derajat celcius. Begitu menjejakan kaki di kawasan wisata Curug Nangka, Bogor, Jawa Barat kesejukan yang menyegarkan di tengah hijaunya pepohonan membuat segala kepenatan raib.

Malam memasuki pagi, cuaca di kawasan kaki Gunung Salak cukup lembab. Gerimis yang menerpa kian membuat sekujur tubuh menjadi terasa seperti ditiup udara kulkas. Beruntung jaket yang membalut tubuh dapat sedikit mengurangi udara dingin yang menerpa. Usai memarkir sepeda motor, kaki melenggang ke bilik penginapan, Cunung Hill yang tepat terletak di pintu gerbang kawasan wisata Curung Nangka.

Resort yang memiliki kapasitas hingga 30 unit penginapan itu menyambut kami dengan keheningan malam. Para tamu tampaknya sudah terlelap dipelukan malam. Semilir angin masuk ke ruang-ruang penginapan sehingga tak perlu lagi fasilitas air conditioner (AC). Sebagian tamu tampak masih duduk-duduk di teras penginapan sambil menikmati udara malam dengan segelas minuman hangat. Di salah satu sudut bahkan masih ada beberapa tamu yang menghabiskan malam di meja bilyard yang bertarif Rp 20 ribu per satu jam. Gemericik air menemani malam yang terus merangkak memasuki pagi.

Terdapat sejumlah penginapan di dekat kawasan wisata alam Curug Nangka. Tarif penginapan tersebut bervariasi, mulai dari Rp 200 ribuan hingga Rp 1 jutaan per malam. Dua di antaranya adalah The Highland Park Resort dan Cunang Hill. Untuk Cunang Hill, merupakan penginapan yang persis berada di dekat gerbang kawasan wisata Curug Nangka. Di resort ini wisatawan juga bisa menggelar acara seperti api unggun, permainan building team, meeeting, hingga main gebug bantal di kolam renang yang berair jernih.

curug nangka_ist

Soal main air, lazimnya curug, para pengunjung bisa sepuasnya main air. Tapi hati-hati jika cuaca buruk dan hujan deras dengan diiringi halilintar sebaiknya tidak bermain di curug yang terletak di kaki Gunung Salak itu. Curug Nangka berada di ketinggian sekitar 750 m dpl dengan curah hujan 4000mm/tahun.

Menelusuri Curug

Oh ya, waktu tempuh dari Jakarta ke Curug Nangka dengan menunggang sepeda motor berkisar 2-3 jam. Itu dengan catatan perjalanan normal, tidak ada kemacetan yang luar biasa. Selain itu, cuaca cukup cerah. Sedangkan rute yang dipakai adalah melalui Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan masuk ke Jl Raya Pasar Minggu – Jl Margonda Raya – Jl Juanda – Jl Raya Bogor – Jl Sudirman, Bogor – BTM – Ciapus – Curug Nangka. Kondisi jalan sepanjang rute tersebut relatif mulus, sekalipun ada lubang-lubang atau kerusakan jalan tidak terlalu mengganggu, hanya kerusakan kecil yang bisa dilintasi oleh mobil dan motor.

Bagi yang naik mobil dari Jakarta bisa pakai rute jalan tol Jagorawi keluar di Baranang Siang, Bogor. Setelah itu masuk ke arah Istana Bogor – BTM- Ciapus-Curug Nangka. Waktu tempuh menggunakan mobil tidak jauh berbeda.
Lokasi persis Curug Nangka ada di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Bogor. Sedangkan titik koordinat GPS seperti dilansir beberapa sumber adalah di 6° 40′ 4.12″ S 106° 43′ 37.09″ E.

Oh ya, kawasan wisata alam ini masuk dalam Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan.

cunang hill penginapan
Nah, soal Curug Nangka. Curug adalah bahasa Sunda yang berarti air terjun di dalam bahasa Indonesia. Jadi, Curug Nangka bisa berarti Air Terjun Nangka. Entah kenapa disebut seperti itu. Pastinya, di kawasan ini terdapat tiga tahapan air terjun yang masing-masing berketinggian 15-20 meter. Ketiga curug itu adalah Curug Nangka, Curug Daun, dan terakhir Curug Kawung.

Dari pintu gerbang menuju curug berjarak tempuh tak lebih dari 700 meter. Para wisatawan bisa memarkir kendaraannya, baik sepeda motor maupun mobil di area parkir yang terletak sekitar 200 meter dari pintu gerbang. Jalan yang tersedia beraspal cukup mulus dengan kapasitas bisa menampung dua mobil berpapasan.

Nah, soal tarif masuk Curug Nangka juga relatif terjangkau. Buat kita para pesepeda motor mesti merogoh kocek Rp 5.000 untuk sepeda motornya dan Rp 5.000 untuk per orang. Sedangkan untuk pemobil beda lagi, yaitu Rp 10.000 untuk mobilnya.

Bagi wisatawan asing lain lagi tarifnya, yakni Rp 150 ribu per orang. Besaran tarif tersebut mengacu pada PP No 12 tahun 2014 yang berlaku mulai 14 Februari 2014.

Kawasan wisata ini juga menyediakan area untuk berkemah. Bagi yang berkemah dikenai pungutan Rp 5.000 per orang per hari.

Jadi, kalau mau touring sambil berkemah, ada satu lagi alternatif selain di kawasan Gunung Bunder, Bogor maupun di Cidahu dan Cisaat, Sukabumi. Selamat berwisata. (edo rusyanto)

foto curug diambil dari sini

2 Komentar leave one →
  1. 5 Januari 2015 06:50

    Indah banget air terjunnya. Seger udaranya.

  2. pantau permalink
    2 Mei 2015 17:55

    Sayangnya pengelolaan belum bagus. Pungutan masuk masih banyak. https://youtu.be/zi3k-aVd9wI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: