Skip to content

Terobos Fly Over Kena Rp 70 Ribu

1 Oktober 2016

fly-over-pramuka-jaktim4

MASIH ingat kasus Kefien yang ditilang gara-gara nerobos rambu fly over alias jalan layang?

Oke, untuk menyegarkan ingatan kita, saya kasih latar belakangnya sekilas.

Kefien menerobos rambu larangan sepeda motor untuk melintas di atas fly over di kawasan Pesing, Jakarta Barat. amun, saat hendak mencapai ujung fly over, dia bersama sejumlah pesepeda motor lainnya kena tilang. Dia mengaku ikut-ikutan.

Nah. Kali ini saya bertemu dia lagi. Sontak dia menceritakan bagaimana pengalamannya mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Tentu sesuai jadwal yang tertera di lembar surat tilang.

“Ternyata ada saja yang menawarkan jalan pintas. Tapi saya mau mencoba menjalani sendiri. Bagaimana rasanya disidang karena melanggar aturan di jalan, ” sergahnya, di Jakarta, suatu petang.

Selain itu, sambungnya, dia keberatan membayar Rp 110 ribu seperti diminta orang yang menawarkan jasa. Jumlah yang di kantongnya pas-pasan.

Jadilah Kefien menjalani persidangan. Ada tiga tahapan yang harus dia lalui. Pertama, semacam daftar ulang atas kasus yang akan di sidang. Dirinya menyerahkan lembar tilang yang diperolehnya dari polisi ketika melanggar aturan di jalan.

“Tiap pelanggar diberi tanda kertas dengan warna berbeda, yakni merah, kuning, dan hijau. Saya kebagian warna hijau,” tutur pria yang pernah mudik ke Medan, Sumatera Utara naik motor dari Jakarta itu.

Belakangan Kefien baru tahu bahwa pengelompokan itu berdasarkan jenis pelanggaran dan sanksinya. Menunggu antrean untuk disidang cukup memakan waktu. Untuk membunuh waktu sesama pelanggar mereka bertukar cerita. Ada yang melanggar rambu larangan melintas fly over, melabrak marka jalan hingga merangsek busway.

Lebih dari satu jam menunggu, Kefien akhirnya mendapat giliran disidang. “Kami beramai-ramai. Masuk ke ruangan yang sudah disediakan. Ada tiga hakim,” paparnya.

Dia menambahkan, sang hakim bertanya kepada terdakwa tentang kesalahan apa yang dibuat oleh terdakwa. Lalu, masing-masing menjawab sesuai dengan apa yang dialami. “Ya, kalau salah, harus dihukum kan,” tukas Kefien menirukan pernyataan sang hakim.

Usai hakim membacakan vonis, setiap terdakwa diminta menuju loket pembayaran denda. “Saya kena denda Rp 70 ribu,” sergahnya.

Menurut Kardian, pengalamannya mengikuti sidang tilang amat melelahkan. Membutuhkan waktu lama. “Kira-kira hampir menghabiskan sebungkus rokok,” selorohnya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 1 Oktober 2016 22:33

    Uud ujung ujungnya duit lagi hehehee

    Nitip jemuran http://wp.me/p1UmK2-gi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: