Lanjut ke konten

AIDS dan Kecelakaan

1 Desember 2010

foto:edo

 

SUATU malam di Yogyakarta. Wajah Suzana, sahabat saya, tampak ceria. Dia menyanyikan satu lagu country di hadapan para pengunjung kafé. Suzan, sapaan kami kepada Suzana, bukan penyanyi kafe. Kami hadir di kafe sekadar menikmati hiburan, melepas penat.

Para pengunjung kafe, di antaranya adalah warga negara asing, cukup terhibur oleh suara Suzan yang memang merdu. Saya juga sempat menggoyangkan kaki sambil sesekali menyeruput minuman.

Malam itu bukan yang pertama saya bersama dia. Pernah saya mendampingi dia dalam sebuah seminar kecil di Tangerang, Banten. Berbicara di depan para ibu-ibu dharma wanita. Seperti biasa, Suzan lugas dalam memaparkan informasi mengenai HIV/AIDS. Belakangan, Suzan membentuk LSM Spiritia, sebuah organisasi yang memiliki visi hidup bermutu bagi semua orang yang terinfeksi dan terpengaruh HIV di Indonesia. Suzana yang didiagnosis HIV positif pada 1995, berpulang kepada sang Khalik pada 2002. Walau demikian, bagi kami semangatnya tetap hidup, seperti nama LSM nya yang bermakna semangat, Spiritia.

 

* * *

Setiap 1 Desember, seluruh dunia menunduk kepala sejenak sebagai Hari AIDS Sedunia. Kita semua diingatkan akan risiko dan faktor risiko yang bisa menimbulkan HIV/AIDS.

Per September 2010, di Indonesia tercatat sudah ada sekitar 22 ribu kasus AIDS, sebuah sindrom yang melemahkan daya tahan tubuh. Sepanjang periode 1 Januari 1987 hingga September 2010, menurut data Kementerian Kesehatan RI, tercatat sekitar 4.249 kasus kematian akibat AIDS. HIV atau human immunodeficiency virus merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Sementara itu, AIDS adalah singkatan dari acquired immunodeficiency syndrome dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Berdasarkan usia, paling dominan yakni sekitar 47.79% kasus AIDS menimpa usia 20-29 tahun. Sebuah kelompok usia yang sedang masa produktif. Generasi muda yang menjadi harapan bangsa. (lihat tabel)

Situs http://unicef.org melansir, beberapa tahun belakangan, angka kasus endemi HIV/AIDS meningkat tajam di seluruh Indonesia. Wabah ini terutama dipicu oleh para penyalahgunaan narkoba suntik dan para pekerja seks komersial. Akibatnya, risiko tertular anak muda di Indonesia menjadi semakin tinggi. Bahkan menurut perkiraan, menjelang 2010 sekitar 110.000 orang Indonesia akan menderita atau meninggal karena AIDS. Sedangkan jutaan lainnya akan terjangkit HIV positif.

 

* * *

Di sisi lain, kita menghadapi fakta sepanjang 1992-2010, sedikitnya 240 korban jiwa bergelimpangan akibat kecelakaan lalu lintas jalan, belum lagi lebih dari setengah juta korban luka ringan atau luka berat.

Kecelakaan lalu lintas jalan, menjadi salah satu pemicu kematian yang cukup tinggi. Data Kepolisian RI menyebutkan, tahun lalu dari total 72.478 korban kecelakaan sekitar 24,12% adalah kelompok usia 16-25 tahun, dan sekitar 23,82% adalah usia muda yakni 26-30 tahun. Kelompok usia yang amat produktif. (lihat tabel)

Generasi muda menjadi korban paling dominan. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya bagi kehidupan suatu bangsa jika generasi mudanya harus raib akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Ironisnya, keterlibatan pengendara sepeda motor terhadap kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi yakni sekitar 70%. Mungkin karena populasi pengguna sepeda motor memang lebih tinggi dibandingkan kendaraan lain.

Kita semua tahu, kecelakaan lalu lintas jalan juga bisa memicu kemiskinan baru. Korban kecelakaan akan terimbas secara ekonomi dan sosial. Bagi kepala keluarga yang tertimpa musibah kecelakaan bakal berimbas luas bagi tiang ekonomi keluarga. Sebuah problem tersendiri bagi kita semua.

Data Kepolisian RI menyebutkan, di Jakarta, sepanjang semester pertama 2010 penyebab utama kecelakaan lalu lintas jalan adalah perilaku pengendara yakni sekitar 90,65%, lalu faktor kendaraan (8,23%) dan faktor jalan (1,11%).

Perilaku menjadi momok, terlebih sikap ugal-ugalan yang mengabaikan aturan lalu lintas jalan. Padahal, seperti pak polisi bilang, kecelakaan lalu lintas jalan kerap kali didahului dengan pelanggaran aturan. Menurut Anda? (edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. 1 Desember 2010 10:16

    Wah serem HIV/AIDS… kesadaran, mentalitas perlu dibina sejak dini.. karena anak muda paling gampang terprovokasi untu ngikuti trend… sombong saat melenceng .. (CMIIW)

  2. 1 Desember 2010 10:28

    sruntulan di jalan
    sruntulan di ranjang

    sama-sama berbahaya

    :mrgreen:

  3. 1 Desember 2010 11:12

    Peran orangtua sangat penting dalam pendidikan keluarga, kalo gak dikhawatirkan anak2nya akan terjerumus dalam narkoba & seks bebas. Jangan hanya mengandalkan pendidikan formal (sekolah) saja.

  4. 1 Desember 2010 11:25

    STOP SEX BEBAS SEKARNG JUGA

  5. 1 Desember 2010 12:23

    jangan sembarangan naik..kudu bersurat dan safety….dan jangan lupa pakai helm..xixixiix :mrgreen:

  6. softech_niQ permalink
    1 Desember 2010 12:45

    harus full protector nih…luar dalam,perilaku&hati.

  7. softech_niQ permalink
    1 Desember 2010 12:46

    harus full protector nih…luar dalam,perilaku&hati.

    galat ga ya yg ini.?

  8. Gold d roger permalink
    1 Desember 2010 13:58

    Hayo yang suka jajan…harap pake pengaman..

  9. ground zero. permalink
    1 Desember 2010 16:20

    ada d tv,cara mencegah hiv aids,malah bagi bagi kondom gratis,
    ini sama aja mencegah kecelakaan dengan memberi helm,
    apa helm bisa mencegah kecelakaan?bukankah harusnya memberi edukasi safety riding,serta penegakan aturan secara konsisten dan menyeluruh.

    Kan artinya hanya ingin mengurangi resiko tertular dngn melindungi nya.bukan mencegah perilaku buruk yg menyebabkan tertvlar.

  10. meet_hana permalink
    4 Desember 2010 23:42

    Angka yang sangat mengejutkan.. Selamatkan generasi muda kita.. mulai dari memberi contoh di jalan, tetap safety riding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: