Skip to content

Pelaku Kecelakaan Kalangan Sarjana Melonjak

9 Agustus 2017

SIAPA saja bisa menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan. Baik itu mereka yang berpendidikan bawah, menengah, maupun berpendidikan tinggi.

Pelaku adalah sosok yang memicu terjadinya kecelakaan. Dari sisi hukum, sang pelaku bisa duduk di kursi pesakitan. Dia bisa dijerat hukum pidana penjara, bahkan denda.

Penetapan seseorang sebagai pelaku atau bukan tentu berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian selaku penegak hukum. Payung hukum untuk itu adalah Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Setahu saya, seseorang bisa menjadi pelaku karena dinilai lalai. Maksudnya, orang itu tidak melakukan hal yang semestinya dia lakukan. Misal, pengendara memaksakan mengemudi sekalipun sedang mengantuk. Lalu, dia menabrak kendaraan lain.

Regulasi yang berlaku di negara kita melarang orang mengemudi dalam kondisi mengantuk. Maklum, kondisi itu potensial merusak konsentrasi. Pada gilirannya, dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Jadi, dalam contoh di atas, hal yang mesti dilakukan sudah jelas. Tidak berkendara saat mengantuk. Hal inilah yang biaa dikategorikan lalai.

Nah, bila melihat pelaku kecelakaan berdasarkan latar belakang pendidikan, ada hal yang menggoda perhatian saya. Bagaimana tidak, di Indonesia, pelaku kecelakaan dari kalangan berpendidikan sarjana strata satu melonjak 37% pada 2016 dibandingkan setahun sebelumnya.

Data Korlantas Mabes Polri yang saya kutip memperlihatkan bahwa pada 2016 rerata setiap hari ada sekitar 17 sarja yang menjadi pelaku kecelakaan. Sedangkan dari sisi kontribusi, kalangan berpendidikan tinggi ini menyumbang sekitar 3,7% terhadap total pelaku kecelakaan.

Pertanyaannya, kenapa lonjakan sarjana sebagai pelaku kecelakaan melonjak demikian tinggi?

Jujur saja, saya belum punya jawabannya. Anda? (edo rusyanto)

Foto:
Akun instagram Jogja_ig

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: