Lanjut ke konten

Begini Pengalaman Mengurus ATM Tertelan

25 November 2015

bca antrean

PAGI yang cerah. Saya melenggang ke anjungan tunai mandiri (ATM) untuk membayar tagihan telepon seluler.

Pilihan jatuh ke ATM yang berada didekat rumah. ATM itu berada di area minimarket dan pagi itu terlihat sepi. “Asyik, nggak perlu antre lama,” gumam saya dalam hati, Senin, 23 November 2015.

Proses transaksi sukses. Dari mesin keluar secarik kertas mengenai transaksi pembayaran tagihan ponsel. Setelah itu, mesin ATM Bank Central Asia (BCA) bertanya, kira-kira begini, mau melanjutkan transaksi atau tidak?

Saya pencet tombol tidak. Namun, ini dia, kartu ATM tidak keluar. Dan, beberapa saat kemudian, saya perkirakan sekitar satu menit, muncul tulisan yang intinya bilang bahwa kartu saya ditahan oleh sang mesin. Lalu, keluarlah secarik kertas yang menyarankan agar saya menjaga kerahasian pin ATM. Selain itu, diminta tidak menerima bantuan sembarang orang. “Untuk keluhan hubungi Halo BCA 021-500888,” kalimat lain di kertas putih tersebut.

Hemmm. Agak panik dikit karena niatnya hari itu juga akan melakukan sejumlah transaksi via ATM. Jadilah saya menelepon nomor tadi. Langsung ada respons dari mesin penjawab. “Nomor keluhan pelanggan telah berubah menjadi 1500888,” kata mesin penjawab.

Buru-buru saya telepon no tersebut lewat ponsel. Saya ikuti petunjuk dari mesin penjawab hingga akhirnya bisa bicara dengan Puji, operator Halo BCA.

Keluhan pun saya utarakan. Dia memverifikasi data, mulai nama, nomor rekening, tempat tanggal lahir, hingga nama ibu kandung.

Ada dua opsi yang ditawarkan. Pertama, mengurus kartu dengan status tertelan. Untuk yang ini butuh waktu maksimal lima hari. Kedua, mengurus kartu baru yang bisa hari itu juga ke kantor BCA. Bedanya, ada biaya administrasi berkisar Rp 10-30 ribu tergantung jenis kartu ATM nya. Saya pilih opsi kedua.

“Selanjutnya saya bacakan berita acara pemblokiran permanen kartu bapak,” ujar perempuan operator itu.

Dia menjelaskan, setelah diblokir seluruh fasilitas transaksi elektronik tidak berfungsi. Misalnya, internet banking dan  mobile banking via seluler. Benar saja, ketika saya coba menggunakan mobile banking keluar tulisan “Silakan hubungi Halo BCA.”

Kemudian dia juga memastikan transaksi terakhir yang saya lakukan pagi itu.

Bermodal arahan sang operator Halo BCA saya mendatangi kantor BCA terdekat. Kebetulan kantor itu tempat saya membuka rekening. Oh ya, karena syaratnya harus membawa buku rekening dan KTP, saya pun harus kembali ke rumah untuk mengambil buku. Hemmmm…jadi panjang nih.

Tak lebih dari 30 menit saya tiba di kantor cabang pembantu BCA. Babak baru pun dimulai. Saya mendapat nomor urut A064. “Sekarang baru nomor urut 31,” kata satpam BCA kepada saya.

Silakan dihitung kalau satu nomor urut butuh lima menit, berapa lama saya mesti nunggu. Lumayan juga.

Pagi sudah merangkak ke siang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 13.20 WIB tapi belum juga dipanggil. Padahal saya masuk ke ruang antrean pelanggan pada pukul 11.30 WIB. “No urut 064 silakan,” terdengar suara satpam memanggil antrean.

Akhirnya, tepat pukul 13.30 WIB saya mendapat giliran. Saya dilayani Tia. Setelah menjelaskan kronologis pengalaman saya hari itu dia menjelaskan soal jangan menerima bantuan siapa pun ketika kartu ATM tertelan di mesin.

“Pokoknya jangan menerima bantuan siapapun, selain menelepon ke Halo BCA 1500888,” ujar perempuan muda berseragam mirip warna gading gajah.

Proses pergantian kartu ATM tidak sulit. Dia meminta saya menandatangani formulir pengajuan kartu baru. “ Untuk kartu gold dikenai biaya Rp 15 ribu. Kart dapat selesai hari itu juga dan langsung aktif,” paparnya.

Tia juga menjelaskan tentang penggunaan mobile banking. Untuk pembuatan kartu baru dan pengoperasian kembali mobile banking saya diminta memencet pin lama 4 kali di mesin EDC. Setelah itu, ganti pin di mobile banking. “Karena bila ganti kartu dibutuhkan pin baru,” ujarnya.

Begitulah pengalaman pertama saya mengganti kartu ATM yang tertelah di mesin ATM. Proses penggantian hanya butuh sekitar 20 menit. Sedangkan menunggu antrean menghabiskan waktu sekitar dua jam. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 25 November 2015 09:29

    Bank Capek Antri

  2. maulana permalink
    25 November 2015 18:26

    saya pernah tarik di atm bri pukul 7:45 sbesar 2 jt transaksi gagal tp uang terdebet saya ulangi tarik lagi 2 jt lagi lagi transaksi gagal uang juga terdebet jumlah total terdebet 4 jt saya langsung datangi kantor unit bri pembuka rekening langsung ke CS nya mengutarakan permasalahan saya dan di tanggapi dengan baik dan di minta beberapa saat untuk di urus dan kira kira pukul 10:15 saya di hubungi bahwa uang sdh kembali setelah saya cek lewat internet banking betul uang kembali jadi kesimpulannya ketika ada masalah langsung atasi jangan melewati dari 24 jam lebih cepat lebih baek kata pak JK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: