Lanjut ke konten

Kapan Mau Bersepeda Motor yang Humanis?

15 Juli 2013

palang kereta api

KITA faham bahwa peran pengendara merupakan kunci keselamatan berlalu lintas jalan. Dari empat faktor pemicu kecelakaan, yakni manusia, kendaraan, jalan, dan alam, faktor pemicu utama adalah manusia.

Aspek utama di faktor manusia yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah perilaku berkendara yang tidak tertib dan kelengahan saat berkendara. Keduanya bertalian erat dengan unsur konsentrasi yang terbengkalai.

Cara berkendara yang semau gue tercermin dari sikap ugal-ugalan alias tidak tertib. Kenapa mereka tidak tertib?

Patut diduga karena ada unsur egoisme. Ingin menang sendiri. Ingin tiba di tujuan lebih cepat tanpa mau antre. Moralitas jalan pintas.

Ironisnya, bukan mustahil ketidaktertiban itu memberi peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Belum lagi gesekan horisontal sesama pengguna jalan. Jika sudah begitu semua pihak bisa repot.

Bila bersepeda motor tidak tertib dan lengah, tak heran jika keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan lalu lintas jalan masih cukup tinggi. Tahun 2012 saja, keterlibatan sepeda motor mencapai sekitar 64% dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Disinilah pentingnya kemauan untuk saling menghargai diantara sesama pengguna jalan. Sudi untuk berbagi ruas jalan. Menjadikan jalan raya lebih humanis. Tidak saling serobot.

Keadaban kita sebagai manusia diuji. Kita tahu, esensi keadaban kita adalah sudi untuk saling menghargai, menghormati. Semua pengguna jalan punya hak yang sama. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. Kurniawan permalink
    16 Juli 2013 00:13

    Tp setau saya masih saja banyak para Bikers yg tidak bisa mau tertib, rapi dan sopan dijalan bahkan Komunitas/Club motor pun tidak bisa berbuat spt itu. Bahkan didalam Komunitas/Club mengajarkan cara meminta jalan dan menghalau kendaraan lain yg ada didepannya bukannya mengajarkan utk bisa tertib, rapi dan sopan spt Drivers.
    Bung Edo, apakah memang seperti itukah citra or image dr Bikers yg harus selalu menjadi raja jalanan serta tidak boleh tertib dijalan? Lalu disaat terjadi senggolan dgn mobil knp para Bikers sangat jarang yg mau bertanggung jawab atas perbuatannya bahkan selalu saja yg disalahkan Drivers padahal jelas2 sudah terlihat yg salah Bikers tp selalu Drivers yg disalahkan.
    Begitu pun jg dgn Komunitas/Club sangat jarang yg mau ada rasa tanggung jawab baik itu dijalan maupun urusan senggolan, padahal mereka semua Touring hanya utk urusan senang2 bukan utk urusan kerjaan tp kelakuan mereka sangat Arogan dijalan.
    Bung Edo, apakah sbg Drivers boleh berkelakuan sama persis spt Bikers saat dijalan umum maupun saat keluar kota dgn alasan ingin Touring jg?

  2. 21 Juli 2013 04:43

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Trackbacks

  1. Inilah Penyebab Terbesar Kecelakaan di Jalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: