Lanjut ke konten

Belajar dari Pengemudi Ugal-ugalan di Aceh

9 Februari 2012

TINGGINYA angka kecelakaan lalu lintas jalan di negeri kita yang tercinta seakan sulit dibendung. Setidaknya, hingga tahun 2011, kasus kecelakaan terus meningkat. Perilaku pengendara menjadi faktor pemicu yang dominan dibandingkan faktor kendaraan dan alam.
Pada Januari 2012 kita dikejutkan oleh perilaku berkendara yang sembrono hingga menewaskan 9 orang di Jakarta. Lalu, dikejutkan lagi oleh kiprah pengemudi bus Maju Jaya di Sumedang, Jawa Barat yang menewaskan 12 orang.
Kini, kita disodorkan lagi oleh fakta perilaku pengemudi yang tak kalah ugal-ugalannya. Bahkan, sampai-sampai polisi memuntahkan timah patah yang menembus leher sang sopir. Kejadiannya di Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Situs http://aceh.tribunnews.com menyebutkan, sang pengemudi Avanza hitam BL 726 LC, Muhammad Muzari alias Ayi (18), terpaksa dilumpuhkan polisi untuk menghentikan sepak terjangnya. Ayi menabrak mobil, pemotor, bahkan pejalan kaki. Selengkapnya silakan simak disini.
Kita semua sepakat bahwa perilaku berkendara yang ugal-ugalan menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas jalan. Hanya saja, kenapa mesti ugal-ugalan di jalan? Kenapa sulit untuk saling menghormati sesame pengguna jalan? Apakah harus egois mementingkan keselamatan diri sendiri tetapi orang lain terluka?
Butuh penelitian mendalam untuk mendapat jawaban ilmiah atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Tapi, sebagai orang awam saya merasa, boleh jadi sikap ugal-ugalan terjadi karena pengemudi tidak mau peduli dengan sesama pengguna jalan. Saya kerap menyebutnya mentalitas jalan pintas. Ingin mencapai sesuatu dengan cepat tanpa usaha dan kerja keras. Mentalitas jalan pintas mendorong perilaku menerabas aturan yang ada. Kalau untuk kepentingan orang banyak masih mending, nah kalau hanya untuk kepentingan diri sendiri rasanya keterlaluan yah? Setuju? (edo rusyanto)

9 Komentar leave one →
  1. 9 Februari 2012 00:24

    ada berita yg terus turun tentang Ayi, walaupun 2 hari sebelum kejadian tidak tahu rimbanya.

    masih kurang kesadaran pengguna jalan raya saat ini, sungguh pilu ­čśÉ

  2. 9 Februari 2012 03:06

    mungkin ini efek gampangnya membeli mobil dan mendapatkan SIM di Indonesia. coba peraturan yang ada diperketat lagi dan petugas yang berwenang juga ditingkatkan kualitasnya.

    • 10 Februari 2012 22:41

      setuju. betul sekali. beli mobil terlalu gampang. dapat SIM juga gampang. harga bensin ga mahal-mahal amat.

  3. 9 Februari 2012 07:06

    ugal2an,,,tembak,,jossssss
    alay makin dikit
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/02/08/diy-pasang-sendiri-spull-toa/

  4. 9 Februari 2012 07:46

    Kok lagi ngetrend yach ??
    iki kasus ke-4 akhir2 ini kalo gak salah….

    • 9 Februari 2012 12:04

      kalau kasusnya buanyak mas bro, mungkin yg tercatat media massa jumlahnya hanya belasan.

  5. 9 Februari 2012 09:31

    setuju mbah….!!!

  6. 9 Februari 2012 14:42

    waduh.d tembak ney.

  7. 10 Februari 2012 19:37

    ngeri ampe harus pake senjata..sdh sedmikian parahkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: