Lanjut ke konten

Keren, Hotel Bintang Lima Ini Mau Mengubah Aturan

5 Juni 2014

aryaduta bayar parkir motor

KEREN. Manajemen hotel bintang lima di Jakarta Pusat ini mau mengubah aturannya. Bila semula dia mengharuskan pesepeda motor mencopot helm, sehingga berkendara tanpa helm, ke depan aturan itu ditiadakan.

Ya. Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta Pusat akhirnya mendengar suara publik. Semula, manajemen hotel mewajibkan tamu hotel yang bersepeda motor untuk mencopot helm. Prosedurnya begini. Saat pesepeda motor tiba di pintu masuk hotel bakal di periksa oleh petugas yang berjaga di gerbang. Selain bawaan yang diperiksa, sang pengendara diminta membuka helm dan tidak cukup disitu, helm tersebut tidak boleh dipakai hingga ke lokasi parkir sepeda motor yang ada di basement P1. Jarak dari pintu gerbang hingga lokasi parkir cukup lumayan, berkisar 50-100 meter.

Pertanyaannya, jika terjadi insiden kecelakaan sehingga pesepeda motor yang mencopot helmnya menderita cedera serius di kepala sudikah manajemen hotel bertanggung jawab?

Di sisi lain, tentu saja aturan seperti itu bertolak belakang dengan perundangan yang berlaku saat ini, yaitu Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Regulasi itu dengan tegas mewajibkan pesepeda motor dan penumpangnya memakai helm. Bahkan, kualitas helm yang dipakai mesti sesuai Standard Nasional Indonesia (SNI). Ada sanksi untuk pelanggar aturan ini, yaitu bisa berupa denda maksimal Rp 250 ribu atau penjara maksimal satu bulan. Tuh, seramkan.

Pada bagian lain, pesan yang terkirim dari aturan yang mencopot helm saat berkendara adalah menyepelekan manfaat helm pelindung kepala. Seakan-akan kecelakaan tak terjadi dalam rentang perjalanan yang hanya seratus meter. Padahal, kita semua tahu, kecelakaan bisa kapan saja terjadi dan bisa di mana saja. Tidak mengenal jarak tempuh.

“Saya jamin, saat pak Edo ke hotel kami lagi, aturan yang meminta pesepeda motor mencopot helm saat berkendara sudah tidak ada lagi,” ujar salah seorang dari manajemen operator hotel Aryaduta, saat berbincang dengan saya, Selasa (3/6/2014).

Perbincangan kami diawali oleh perlakuan yang saya temui saat hendak masuk ke pintu gerbang hotel. Saat itu, saya diminta membuka helm. Kaca helm pun saya buka karena saya pikir mereka ingin melihat wajah pengendara, termasuk mungkin untuk direkam oleh kamera CCTV yang ada. Barangkali wajah pengendara harus dikenali khawatir jika terjadi tindakan yang tidak diinginkan oleh manajemen hotel. Walau, soal ini, seakan-akan pesepeda motor dicurigai berbuat melanggar hukum. Justeru yang terjadi, para petugas yang memerintahkan pencopotan helm ini yang melanggar hukum. “Pak helmnya dicopot,” perintah seorang petugas keamanan hotel.

Saya menoleh sesaat dan bilang ini pemakaian helm demi keselamatan saat berkendara dan saya melenggang tetap memakai helm.

Nah dari sanalah saya bertukar pikiran dengan manajemen hotel yang saya temui siang itu. “Wah, masukan dari bapak cukup bagus dan masuk akal,” sergah dia.

Semoga manajemen hotel bintang lima ini benar-benar mengubah aturan lamanya. Setelah diminta membuka helm untuk melihat wajah sang pengendara, selanjutnya sang pesepeda motor diperkenankan memakai helm hingga lokasi parkir hotel. Apalagi, situasi sebaliknya justeru terjadi saat dari lokasi parkir menuju pintu keluar hotel. Para pesepeda motor tidak dilarang memakai helm. Padahal, saat terjadi apa-apa terhadap pesepeda motor di luar area hotel sangat mungkin manajemen operator hotel tidak ikut kebawa-bawa. Berbeda jika terjadi apa-apa di area hotel, bisa jadi sang pesepeda motor meminta pertanggungjawaban manajemen hotel. “Tadi saya diminta mencopot helm saat masuk ke hotel, bikin ribet,” kata seorang pengunjung hotel. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 5 Juni 2014 00:22

    akhirnya…lanjutkan..

  2. 5 Juni 2014 05:16

    Apalagi tempat parkir biasanya kan cor semen licin…

  3. 5 Juni 2014 19:20

    semoga menjadi lebih baik, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: