Lanjut ke konten

Inilah Motor-motor AHO

23 Juni 2011


Suzuki Axelo. (dapurpacu.com)

SUZUKI menjadi pionir sepeda motor bersistem lampu utama yang lansung menyala saat mesin dinyalakan alias automatic head light on (AHO). Suzuki memperkenalkan produk motor AHO pertama di kalangan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) pada akhir 2011 lewat produk motor bebek, Suzuki Titan.
Setelah itu, Suzuki memasang sistem AHO pada motor skutik Suzuki Hayate, Titan, dan Satria FU 150. (lihat tabel)
Dari empat produk tersebut, hanya Satria FU 150 yang merupakan produk penyegaran. Selebihnya adalah produk baru yang meneruskan generasi sebelumnya, seperti Axelo yang menggantikan Suzuki Shogun.
Setelah Suzuki, Yamaha menjadi anggota Aisi kedua yang menerapkan sistem AHO pada produknya, yakni motor bebek Jupiter Z pada 9 Februari 2011. setelah itu, Yamaha juga memasang system AHO pada produk penyegaran untuk varian motor bebek Vega ZR, dan motor sport Vixion.
Sementara itu, Honda memasang AHO pada motor skutik Spacy yang diluncurkan Mei 2011.
Anggota Aisi lainnya yang menerapkan sistem AHO adalah TVS, yakni diproduk motor bebek TVS Tormax yang diluncurkan Mei 2011.

Para anggota Aisi itu mengaku, produk dengan sistem AHO tersebut sesuai dengan Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Seperti tertera dalam pasal 107 ayat 2 yang mewajibkan para pengendara sepeda motor menyalakan lampu utama pada siang hari. Sanksi bagi pemotor yang melanggar aturan tersebut berupa sanksi denda maksimal Rp 100 ribu, atau pidana penjara maksimal 15 hari.
Di tengah masyarakat kita mulai bermunculan pendapat bahwa yang terpenting adalah mentalitas para pemotor yang bersedia menyalakan lampu utama ketika bersepeda motor. Bukan harus dipaksa oleh sistem AHO di sepeda motor. Ada yang beralasan, pada daerah tertentu berbenturan dengan etika atau sopan santu karena cahaya lampu utama menyilaukan mata. Bagi mereka, yang terbaik adalah day running light (DRL) dengan kesadaran yang tinggi menghidupkan lampu utama. Anda masuk yang mana? (edo rusyanto)

35 Komentar leave one →
  1. EXYBAND permalink
    23 Juni 2011 09:11

    hmmm…
    klo ane sendiri setuju dgn DRL, tp gak setuju dgn AHO.

    bukan cuma karena norma kepatutan doank, ada kawasan2 tertentu jg justru mewajibkan untuk membuka helm dan mematikan lampu.

    nah klo motor udah aho apa ya harus mematikan mesin dan dorong motor2…??

  2. 23 Juni 2011 09:23

    No AHO.. that’s it. simple..

  3. mizzle permalink
    23 Juni 2011 09:28

    giliran disuruh ngikuti aturan pemerintah, ahm paling males.. fanboys nya jg 😀

    • Kang_OmprenX permalink
      23 Juni 2011 18:24

      lho ini anak tau masalahnya gak sih?
      peraturan pemerintah itu mewajibkan menyalakan lampu di siang hari.
      bukan AHO….!!
      meski motor2 yg masih pake saklar bukan berarti melanggar peraturan asal tetep nyalain lampu.
      inget, point pentingnya itu nyalain lampu siang dan malam…..!!

  4. girifumi permalink
    23 Juni 2011 09:55

    nuwun sewu titan sudah sejak akhir 2010 sudah mengaplikasi nya…
    bisa dilihat di :

    http://prado2.com/2010/11/08/automatic-head-lamp-pada-titan-115/

    *komentator merupakan blogger rangking 27 versi alexa*

  5. ken arok permalink
    23 Juni 2011 10:18

    sutuju AHO…. Gak mungkin lah mereka ngajak ribut gara2 AHO… Lagian mereka tau kok kalo motornya gak ada saklar lampunya….

  6. 23 Juni 2011 10:20

    aho mantep heeee lucu

  7. AAA permalink
    23 Juni 2011 10:49

    Kalo AHO masih butuh lampu senja ga yaa….??

    Kayaknya mau copot aja lampu senja.. Dah kebiasaan nyalain lampu utama siang malam..
    Lampu senja cuman ngabisin aki aja…

  8. ricthofen permalink
    23 Juni 2011 12:18

    tapi kebanyakan orang motor yg sudah aho dipasangi saklar kembali jadi kayaknya percuma

    • lay permalink
      24 September 2011 13:43

      betul omm contohnya sy hehe….

  9. softech_niQ permalink
    23 Juni 2011 12:28

    setuju untuk DRL,,,kl AHO…????

  10. 23 Juni 2011 12:29

    AHO ya boss…

  11. smashrider permalink
    23 Juni 2011 12:36

    Numpang ngasih pendapat yah, Oom Edo…
    di UU tsb dijelaskan “diwajibkan menyalakan lampu utama di siang hari”….. Jadi korelasinya jelas-jelas ke DRL, bukan AHO….Ngerti sih AHO itu implementasi dari DRL, tapi kok saya melihat yang kaku mengejawantahkan UU tersebut si produsen motor….
    mohon maaf bila ada yang tidak berkenan…

    DRL Yes, AHO No

  12. ismun permalink
    23 Juni 2011 14:15

    Saya setuju AHO tetapi ada tombol tambahan sprti tombol klakson, setiap tombol ditekan, maka lampu depan mati sementara, tekanan dilepas otomatis lampu hidup lagi. Jd klo lewat gang yg ada orang2 lagi duduk tinggal tekan&tahan tombol.
    Mungkin ini bs mjd win win solution. Tujuan AHO tercapai tapi tetap menghargai budaya/kebiasaan yg masih ada di masyarakat.

    • ray permalink
      9 Januari 2012 16:03

      woy begok jadi nongkrong itu kebudayaan kita,,, lagi pulak ngapain orang itu nongkrong gak jelas gitu,, daerah lo dimana sih??
      daerah gue aja gak jadi masalah tuh.

  13. Suzuki Mania permalink
    23 Juni 2011 17:15

    Titan sejak 2010 udah AHO

  14. yahyaAbu-ibank permalink
    23 Juni 2011 17:26

    harus aho krn masy indo klau gak di paksa gak akan bisa!!!!!!!!, yg pasti kl dampaknya gak scr langsung dirasakan akan mengabaikanya contoh hlm sama masker safety mana? rata2 pd milih pk masker doang tanpa helm krn asap langsung nyesek di dada, coba klau gak pk helm org pd pusing atau mesin gak mau hiduop pasti bker pda pakai smua……………………

    • ray permalink
      9 Januari 2012 16:04

      betul bro,, orang indonesia tu memang harus dipaksa baru bisa diatur.

  15. Edo Rusyanto permalink*
    23 Juni 2011 17:37

    @girifumi dan Suzuki Mania: makasih bro inputnya, segera dikoreksi. trims yah, salam.

    • girifumi permalink
      24 Juni 2011 13:44

      kok belum dikoreksi.trims.

      salam

      *komentator#27

  16. Kang_OmprenX permalink
    23 Juni 2011 18:24

    say yes to DRL, say no to AHO

    • mizzle permalink
      24 Juni 2011 06:48

      kalo gitu, bikin motor sendiri aja mbah…

      semua anggota aisi udah sepakat. nantinya semua motor pake aho

  17. onthel 250r permalink
    23 Juni 2011 22:30

    setuju DRL mas,
    soale sering masuk ke brigif-6 n 413,
    bisa bönyok dipukuli tentara kalo lampu tetep nyala..
    masa peraturan dilawan peraturan juga,
    pemerintah emang bikin pusing aja.

  18. Rollerman permalink
    24 Juni 2011 00:01

    wahhh,Vixion udah AHO??tp kok gak daftar TPT yah??

    seingatku Jupiter Z aja ganti striping+pke AHO langsung daftar TPT.tp kok Vixion gak yahh??

  19. 28 Juni 2011 17:08

    AHO gak manut undang2,pabrikan pengen hemat,gak beli saklar.

    di undang2 kan gak di sebutin saklar lampu utama harus tidak ada.

    butin saklar lampu utama harus tidak ada.

  20. husen nugraha permalink
    18 Oktober 2011 10:39

    Mungkin lucu menyalakan lampu disiang hari,itu sama saja makan tebu di campur gula,agak nyeleneh memang peraturan yang satu ini,kalo cuman alasan biar orang tahu kendaraan itu sedang jalan ketika dijalan ya lucu,kendaraan dijalan yang pasti ya sedang jalan bukan sedang tidur,mungkin peraturan ini keluar mencerminkan betapa tidak tertibnya masyarakat kita dijalan raya,Banyak masyarakat kita yang bisa naik kendaraan tapi tidak bisa menguasai kendarannya contoh orang mau belok tanpa menggunakan lampu sen,dia mau belok ya belok aja tanpa memperdulikan kendaraan lain dibelakangnya.

  21. 22 Juli 2012 14:46

    memang pada MAHO semua yang buat UU

  22. 6 Februari 2014 17:33

    Apakah penerapan AHO ini wajib pada produsen sepeda motor?
    Penerapan AHO ini, merupakan keuntungan bagi produsen, karena menghilangkan switch pemutus (On/Off) lampu.
    Saya merasa malah ada beberapa kerugian di sisi konsumen dengan penerapan AHO tersebut;
    1. Pada saat masuk gang kecil/komplek, kita diminta mematikan lampu, bagaimana caranya?
    2. Dengan On terus, bohlam lampu akan lebih cepat putus
    3. Aki juga akan kena imbasnya. CMIIW

    …. Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Seperti tertera dalam pasal 107 ayat 2 yang mewajibkan para pengendara sepeda motor menyalakan lampu utama pada siang hari. Sanksi bagi pemotor yang melanggar aturan tersebut berupa sanksi denda maksimal Rp 100 ribu, atau pidana penjara maksimal 15 hari….

    pada kutipan diatas, pemotorlah yg wajib menyalakan lampu.

Trackbacks

  1. POLEMIK AHO DI MASYARAKAT « prado2.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: