Lanjut ke konten

Tiap Dua Minggu, Satu Pesepeda Motor Tewas di Depok

1 April 2014

rsa dan energizer klub pelatihan road safety

SALAH satu kota satelit Jakarta yang cukup ramai dihuni para pesepeda motor adalah Depok. Kota yang merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat itu juga punya catatan terkait dengan kecelakaan yang melibatkan pesepeda motor.
Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan bahwa pada 2013, di Depok setiap hari ada satu kasus kecelakaan yang melibatkan para penunggang kuda besi. Bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, angka itu nyaris tak berbeda. Namun, ada catatan menarik di Kota yang berpenduduk sekitar 1,9 juta jiwa itu, yakni anjloknya korban tewas dari kalangan pesepeda motor.

Tahun lalu, pesepeda motor yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan tercatat melorot 30% bila dibandingkan tahun 2012. Kota yang dihuni hampir setengah juta sepeda motor itu mencatat bahwa setiap dua minggu satu pesepeda motor tewas akibat kecelakaan. Coba bandingkan dengan tahun 2012 yang setiap sepuluh hari, satu jiwa pesepeda motor melayang akibat kecelakaan.

Boleh disimpulkan bahwa kesadaran berkendara para pesepeda motor di kawasan Depok sudah kian meningkat. Sudah kian sadar untuk berkendara yang aman dan selamat. Salah satu penyebaran kesadaran itu lewat komunitas atau kelompok pesepeda motor yang kian menjamur di Depok. Coba saja lihat di kawasan jalan Margonda, Depok setiap malam akhir pekan ramai dijejali berkumpulnya para penunggang kuda besi. Mereka berasal dari beragam kelompok, mulai dari sepeda motor jenis bebek, skutik, hingga motor sport.

Melorotnya para pesepeda motor yang tewas akibat kecelakaan di jalan, bisa jadi juga dipicu oleh menurunnya kasus kecelakaan itu sendiri. Pada 2013, kasus kecelakaan di Depok melorot hingga 22% jika dibandingkan tahun 2012. Setiap hari ada satu kasus kecelakaan yang melibatkan pesepeda motor di Depok. Dari kasus kecelakaan yang ada, sebanyak 6% berujung pada kematian. Sebagian besar, yakni 50% menderita luka berat dan sekitar 44% menderita luka ringan.

Semoga kasus kecelakaan lalu lintas dan dampaknya kian menurun di Depok dan tentu di kota-kota lain di Indonesia. Peran para anggota kelompok sepeda motor cukup strategis untuk menularkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Semoga. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 1 April 2014 00:14

    pasti ABG ya :{

  2. danny permalink
    1 April 2014 13:46

    ga heran lah..seharusnya malah lebih banyak dan mudah mudahan makinnn banyak ..karena melihat dari cara mereka naik motor, tidak tau aturan, urakan, ya intinya mah MOTOR ITU SAMPAH MASYARAKAT….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: