Lanjut ke konten

Silakan Isi Sendiri Gan

4 Desember 2013

spbu isi sendiri motor

ADA pemandangan yang berbeda di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kuningan, Jakarta Selatan. Setiap pesepeda motor diminta mengisi sendiri. Caranya, konsumen membayar terlebih dahulu bahan bakar yang hendak dibeli. Setelah mendapat struk pembelian, sang konsumen menuju dispenser yang telah ditentukan.

“Layanan mengisi sendiri sudah tiga bulan di SPBU kami,” kata seorang pria muda berseragam hitam putih, di Jakarta, Rabu (4/12/2013) siang.

Sang pria muda itu sibuk menekan tombol sesuai jumlah pembelian konsumen. Tombol yang ada di papan seukuran keyboard personal computer (PC) terkoneksi dengan dispenser bahan bakar. Sesekali dia berlarian menuju dispenser ketika ada konsumen yang tergagap mengikuti sistem mengisi sendiri (self service).

“Sekarang sih sudah lebih lancar dibandingkan awal-awal diterapkan pak,” jelas seorang wanita bersergam warna merah di SPBU tersebut.

Sementara itu, dalam antrean sepanjang siang, tampak beberapa kejadian kecanggungan pesepeda motor untuk mengisi sendiri. Ada yang kebingungan, tapi ada yang sudah lancar. “Saya sudah pernah mengisi sendiri jadi gak masalah, awalnya sih sempat merasa ribet,” ujar Budi, salah seorang pesepeda motor, Rabu siang.

struk spbu isi gan

Pembelian bahan bakar dengan sistem self service ternyata sudah dicanangkan sejak 2011. Saat itu, PT Pertamina (Persero) memulainya lewat SPBU di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten. Konsumen bisa membeli dengan memakai pembayaran via kartu kredit atau tunai lewat kasir.

Saat mengisi pertamakali di SPBU 31.12902 di kawasan Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, saya sempat agak kikuk. Maklum, belum pernah mengisi sendiri. “Sekarang ada tiga SPBU yang self service di Jakarta pak, nanti semua SPBU bakal menerapkan self service,” kata wanita berseragam merah itu.

SPBU tersebut ternyata merupakan bagian dari Company Own Company Operated (COCO). Badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mencanangkan 12 SPBU COCO per tahun. Pernah disebut-sebut bahwa SPBU seperti itu membutuhkan investasi sekitar Rp 20 miliar untuk satu SPBU. (edo rusyanto)

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 4 Desember 2013 23:08

    please follow my blog at sayyidakbarm.wordpress.com. i’m beginner thank you..

  2. 5 Desember 2013 00:38

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  3. vixieg4744hk permalink
    6 Desember 2013 16:46

    wahh.. kalo mencetnya ga sesuai dengan jumlah yg dia beli apa ga rugi tuh Pertamina??

  4. 7 Desember 2013 12:24

    belum pernah nyobain… utara belum ada

Trackbacks

  1. Mengisi Sendiri Bahan Bakar - Usum News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: