Lanjut ke konten

44 Pemobil Tewas Tiap Jam

21 Maret 2013

laka-lantas-tol-jagorawi

HAMPIR semua pengguna jalan memikul risiko ketiban sial. Terjerembab dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Tidak terkecuali mereka para pengguna mobil.

Ternyata, risiko berkendara dengan alat transportasi roda empat atau lebih ini, tak kalah dibanding bersepeda motor. Bahkan, korban yang ditimbulkannya justeru lebih besar.

Coba saja simak data laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang bertajuk ‘Global Status Report on Road Safety 2013’. Kecelakaan lalu lintas jalan merenggut sekitar 1,24 juta jiwa. Itu merujuk pada korban kecelakaan tahun 2010.

Artinya, tiap jam, kita disodori fakta 141 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan di dunia. Ironisnya, sekitar 31% adalah para pemobil, baik selaku pengemudi atau penumpang. Tiap jam, sekitar 44 pemobil tewas akibat kecelakaan.

Korban tewas akibat kecelakaan dari kalangan pemobil lebih besar dibandingkan dari kalangan pemotor. Jika tiap jam 44 pemobil tewas, dari kalangan pemotor sekitar 32 jiwa. Korban dari kalangan pemobil merupakan yang tertinggi dari seluruh pengguna jalan.

Ya. Pemobil berkontribusi sekitar 31%, sedangkan pemotor sekitar 23%. Sebanyak 384.400 pemobil tewas akibat kecelakaan di dunia. Angka itu setara dengan 1.053 orang per hari atau 44 orang per jam. Apa pun, kecelakaan berdampak menyakitkan bagi korban dan keluarganya.

Oh ya, dari total 1,24 juta korban jiwa akibat kecelakaan, sebanyak 59% korban tewas akibat kecelakaan berusia antara 15 dan 44 tahun. Sedangkan di sisi lain, tiap jam, rata-rata ada 5.707 korban kecelakaan lalu lintas jalan yang menderita luka-luka.


Ngebut dan Mabuk

WHO menyatakan, ngebut menjadi masalah keselamatan jalan utama di semua negara. Ngebut meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan parahnya dampak kecelakaan lalu lintas jalan.

laporan tersebut juga menegaskan bahwa pejalan kaki dan pesepeda menjadi kelompok paling berisiko cedera akibat pola berkendara yang berkecepatan tinggi. Tiap hari 747 pejalan kaki tewas atau 31 orang per jam. Sedangkan pesepeda yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan di dunia, tiap hari sebanyak 169 jiwa.

Di sisi lain, sebagian besar pengemudi dewasa berisiko lima kali lebih besar terlibat kecelakaan bila darahnya mengandung alkohol 0,1 g/dl. Menurut WHO, tingkat konsentrasi alcohol dalam darah (blood alcohol concentration/BAC) yang berisiko memicu kecelakaan berkisar 0,05-0,1 g/dl.

Bahkan, bagi pengemudi muda dan pemula, risikonya bisa lebih besar dibandingkan pengemudi yang berpengalaman. Perlu diwasapdai juga adalah bahwa efek dari gangguan alkohol kian membesar jika dikombinasikan dengan kelelahan saat mengemudi.

Sebanyak 89 negara yg mencakup 66% populasi dunia (4,55 miliar orang), sekarang memiliki aturan hukum mengemudi saat mabuk dengan batasan kandungan alcohol (BAC) 0,05 g/dl atau kurang. Di Indonesia, aturan terkait dengan minuman beralkohol masuk dalam pasal yang mewajibkan semua pengendara untuk berkonsentrasi saat mengemudi.

Soal konsentrasi berkendara, aturan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memberi batasan yang tegas. Pada pasal 106 ayat (1) UU tersebut digariskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Dalam penjelasan 106 ayat (1) UU yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 29 Juni 2009 itu dipaparkan bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Aturan tersebut juga mencantumkan sanksi dalam pasal 283, yakni setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Tuh kan. (edo rusyanto)

9 Komentar leave one →
  1. 21 Maret 2013 06:46

    jalanan bnar2 ldng pncabutan nyawa..

  2. rusmanjay permalink
    21 Maret 2013 07:06

    serem….

  3. 21 Maret 2013 10:13

    ngeri liat fakta sedemikan banyaknya…. pertanyaanya kemudian adalah apakah berkendara lalu lintas di indonesia bisa dikatakan tidak aman ?

    ijin nitip mas,[share] apakah kamu sudah mengenali siapa sesungguhnya musuhmu ?

    http://temonsoejadi.com/2013/03/20/siapa-sesungguhnya-musuhmu

    suwun,

  4. 21 Maret 2013 11:44

    kadang, atau bahkan sering, kita suah hati – hati, tapi orang lain yg tidak hati – hati. bahaya selalu mengintip.

  5. 21 Maret 2013 11:58

    pemerintah dah gak perlu program KB

  6. Brodjo permalink
    21 Maret 2013 18:10

    Wow kalau penegendara sepeda motor sehari 768 dan pemobil sehari itu bisa 1056 jiwa yang meninggal sia – sia.. mengerikan

  7. 21 Maret 2013 19:55

    Kok masih banyak pemobil ya?

  8. 23 Maret 2013 16:02

    apalagi kalau ketemu pemobil yang gak konsen karena menggunakan hp sambilberkendara. wah, jd ngeri.

  9. 25 Maret 2013 00:29

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: