Lanjut ke konten

Helm Mengurangi 40% Risiko Kematian

20 Maret 2013
bikers lalin jkt

bikers lalin jkt

Ngobrolin soal helm yuk. Rasanya, masih amat banyak di sekeliling kita yang nekat bersepeda motor tanpa memakai helm. Padahal, risikonya cukup tinggi.

“Saya punya pengalaman buruk soal helm. Teman saya meninggal dunia karena luka di kepala, jatuh dari sepeda motor,” ujar bro Ari, suatu malam saat berbincang dengan saya di Jakarta.

Dia melanjutkan. Sang teman terjebak dalam insiden kecelakaan sepeda motor. Terlontar dan kepalanya membentur tempat sampah di pinggir jalan. “Saat itu, helmnya ditaruh di siku tangan,” papar dia dengan nada suara melemah.

Suasana menjadi hening sesaat. Bro Ari menyambung cerita. Kali ini dia membeberkan pengalaman pribadinya. Suatu ketika, saat melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam, sepeda motornya terperosok. Jatuh. Walau sempat mengerem tapi akhirnya mencium aspal juga.

“Waktu itu saya pakai helm open face. Hampir kaca helm melukai mata. Jidat saya yang terluka,” kata bro Ari sambil mmenunjuk bekas luka di keningnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa Luka kepala dan cedera leher merupakan penyebab utama dari kecacatan dan kematian pemotor.

Di Eropa, cedera kepala berkontribusi sekitar75% terhadap kematian para pemotor. Sedangkan di negara-negara tertinggal dan berkembang, diperkirakan hingga 88%.

Ya. Helm bagi pesepeda motor bermanfaat untuk mengurangi risiko saat bersepeda motor. Memakai helm standard dengan kualitas baik bisa mengurangi risiko kematian sebesar 40%. Selain itu, bisa mereduksi risiko cedera serius lebih dari 70%.

Data itu saya kutip dari laporan WHO yang bertajuk ‘Global Status Report on Road Safety 2013’.

Dalam laporan itu disebutkan, saat ini, setidaknya sebanyak 90 negara yang mencakup 77% populasi dunia, memiliki regulasi terkait helm bagi pemotor, termasuk bagi para pebalap. Salah satunya adalah Indonesia.

Negara kita mengatur soal helm dalam Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam UU sebelumnya, yakni UU No 14 tahun 1992 tentang LLAJ, soal helm juga sudah diatur. Bedanya, jika dalam UU tahun 1992 sanksi denda bagi pemotor yang tidak memakai helm didenda Rp 1 juta, kini dalam UU 22/2009 denda maksimal Rp 250 ribu atau penjara maksimal satu bulan.

Bedanya yang lain adalah, UU 22/2009 mewajibkan pengendara dan penumpang sama-sama pakai helm dengan standar nasional Indonesia (SNI). Helm yang dimaksud memiliki dua jenis, yakni pertama helm menutup seluruh wajah (full face). Jenis kedua adalah helm yang bagian mukanya terbuka (open face).

Nah, sekalipun ada aturan dengan sanksi cukup berat, dendanya gede loh, tetap saja ada yang tidak memakai helm. Ada beberapa alasan yang saya temui. Mulai dari alasan tidak punya helm, hanya bermotor jarak dekat, hingga tidak ada yang menilang.

Pelanggaran masih terjadi. Bahkan, pada 2011 kasus pelanggaran soal helm melonjak 58,8% dibandingkan 2010.
Tahun 2011, polisi menindak sekitar 1.300-an kasus setiap harinya. Pelanggaran mengenai helm saat bersepeda motor menjadi jenis pelanggaran keempat terbesar yang dilakukan para pemotor di Indonesia.

Mungkinkah kesadaran memakai helm masih rendah karena belum merasakan manfaat helm? (edo rusyanto)

13 Komentar leave one →
  1. 20 Maret 2013 00:11

    met bobo gan

  2. 20 Maret 2013 00:17

    Setuju . . .
    Mari dimulai dari pake helm full face.

  3. rusmanjay permalink
    20 Maret 2013 03:31

    masih belum pada sadar. cukup pengalaman orang lain sebagai pelajaran

  4. ikhwanalim permalink
    20 Maret 2013 08:41

    iya eh pak. di jakarta yg padat sekali kendaraan dan suka ngebut, masih banyak yg ga pakai helm.. belum kehilangan nyawa, maka belum sadar nyawa itu berharga..

  5. ken39 permalink
    20 Maret 2013 11:15

    nanti gantengnya berkurang 40%… xixixixi… thx artikelnya bro

  6. pengamat DOHC permalink
    20 Maret 2013 15:14

    http://proud2rideblog.com/2013/03/20/yamaha-jupiter-z1-didukung-tim-pabrikan-bekas-wsbk-hrc-harus-turun-bantu-tim-balap-honda-indonesia/

    ===============================================

    link blogger independen ngigau dan galau

  7. pengamat DOHC permalink
    20 Maret 2013 17:13

    http://oto.detik.com/read/2013/03/20/132329/2198893/1208/jual-motor-cacat-dealer-honda-didenda-rp-12-miliar?

    ================================================

    motor cacat di jual, harus nya di bakar

  8. Brodjo permalink
    20 Maret 2013 19:22

    Setuju … Super melindungi kepala:D

  9. 20 Maret 2013 20:29

    mau cewek atau cowok, full face is the best

  10. 21 Maret 2013 10:14

    pakai helm saat berkendara itu wajib..titik

    ijin nitip mas,[share] apakah kamu sudah mengenali siapa sesungguhnya musuhmu ?

    http://temonsoejadi.com/2013/03/20/siapa-sesungguhnya-musuhmu

    suwun,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: