Lanjut ke konten

Pesan Ibu

22 Desember 2010



KASIH ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang tegalan.

Sejak di bangku sekolah dasar saya selalu mendengar ibu mengucapkan kata yang sama hingga saya bekerja dan berkeluarga. “Hati-hati di jalan nak.”
Saat pertamakali mendengar kalimat itu, terlebih di masa kanak-kanak, tak pernah terpikirkan makna hakiki kalimat itu. Terpenting, pulang dan pergi dalam kondisi selamat.
Kini, ternyata kalimat itu tak lekang oleh zaman. Masih kita dengar dari para orang tua kepada anak-anaknya. Sebuah peringatan dini akan pentingnya keselamatan. Budaya keselamatan yang dibangun dari rumah berfaedah ketika menelusuri aspal jalan. Hati-hati.

Substansi

Pesan orang tua kepada anaknya menjadi doa bagi keselamatan. Saat ini, saya baru bisa benar-benar memahami kalimat ibu. Hati-hati di jalan.
Substansi pesan tersebut sarat dengan seruan moral. Hati-hati bermakna tetap waspada saat berkendara. Terlebih menunggang sepeda motor. Kewaspadaan kian berlipat manakala situasi dan kondisi cuaca tak menentu. Maklum, si kuda besi lebih mudah tergelincir dalam kondisi cuaca ekstrim.
Waspada berkendara bermakna konsentrasi penuh. Faktor-faktor pengganggu konsentrasi wajib dikikis. Mulai dari rasa kantuk, mabuk, pusing kepala, hingga pemandangan sekeliling jalan. Kunci dari konsentrasi adalah fokus pada aktifitas berkendara. Titik.

foto:dok bikersmagz

Kewaspadaan berkendara juga bermakna memahami dan mentaati aturan lalu lintas jalan. Roh dari kesemua itu adalah kepedulian kepada sesama pengguna jalan. Mau berbagi ruas jalan. Bersahabat dan santun di jalan.
Tanpa kesemua itu, kenyamanan saat berlalulintas menjadi semu. Padahal, kemacetan lalu lintas jalan banyak menyedot energi. Sedikit saja pemicu, emosi mudah meledak. Kalau sudah begini, jarak dengan kecelakaan lalu lintas jalan kian menipis.
Data membeberkan fakta, jalan di Indonesia menjagal 50 nyawa per hari. Ratusan lainnya terpuruk dalam derita luka-luka. Pantaskah kita menerima hal itu?

Peran Ibu

Budaya konsumerisme dan gelombang globalisasi deras menerpa hingga ke ruang keluarga di rumah. Ada pergeseran atau penciptaan nilai-nilai baru bagi kehidupan keluarga. Sebut saja misalnya nilai-nilai dalam menghargai dan interaksi orang tua-anak.

Di sisi lain, prinsip berkeluarga di mata para remaja juga terjadi pergeseran. Terlebih di perkotaan. Pandangan menikah di usia muda yakni di bawah 22 tahun dianggap kuno bagi para gadis. Mereka mengejar karir. Demikian juga para jejaka.

Kemapanan material menjadi patokan membangun mahligai rumah tangga. Sebelum memiliki materi cukup, seperti rumah, kendaraan pribadi, dan sejumlah uang di rekening bank, rasanya tak bergairah untuk berumah tangga. Sekalipun usia memasuki tiga puluh tahunan.

Tak ada yang salah. Diharapkan, semakin usia bertambah, semakin matang pula secara mental dan spiritual yang berujung pada kemampuan mendidik anak yang lebih mengusung moralitas prima.

Seorang ibu yang berpendidikan tinggi, memiliki tingkat spiritual yang andal, hingga kemampuan beradaptasi sosial yang mapan, diharapkan mampu mentransfer nilai-nilai sosial yang kuat kepada sang anak. Sosok ibu yang demikian mampu membangun benteng yang kokoh di dalam jiwa sang anak. Termasuk, soal pentingnya pemahaman keselamatan jalan. Kita sudah sepakat tadi di atas, muara keselamatan di jalan adalah kesudian untuk saling berbagi ruas jalan. Saling menghargai.

Peran ibu demikian dominan menciptakan figur-figur yang mapan dalam menghargai sesame. Termasuk di jalan raya.

Selamat Hari Ibu, 22 Desember. (edo rusyanto)

7 Komentar leave one →
  1. badboy permalink
    22 Desember 2010 07:25

    1#

  2. 22 Desember 2010 08:20

    Selamat Hari Ibu untuk para wanita Indonesia.. 🙂

    Yamaha Mio untuk Wanita Indonesia.. 🙂

  3. 22 Desember 2010 08:41

    wah bapak edo ini masak “tegalan” sih…. kikikiki

  4. 22 Desember 2010 08:42

    kalau saya sort message aja pak bro…

    http://ridertua.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-ibu/

  5. 22 Desember 2010 12:21

    buset dah, tuh nenek2 nekat banget yak 😀

    Nitip lapak : New Mega Pro VS Byson di Surabaya

    http://motorkencang.wordpress.com/2010/12/22/penampakan-honda-new-mega-pro-vs-yamaha-byson-di-surabaya/

  6. imade permalink
    22 Desember 2010 16:55

    selamat hari ibu

  7. softech_niQ permalink
    23 Desember 2010 09:29

    selamat hari ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: