Skip to content

Meningkatkan Kompetensi Bersepeda Motor Lewat SRC

2 Maret 2018

MATAHARI mulai meninggi. Puluhan anak-anak muda justeru menantang garangnya sengatan matahari di tengah lapangan beraspal. Mereka penuh semangat menyimak petuah instruktur yang tak kalah semangat.

Anak-anak muda tadi datang dari seantero Jabodetabek alias Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. “Tercatat ada 35 orang yang menjadi peserta pelatihan safety riding kali ini,” ujar Rio Winto, ketua Independent Bikers Club (IBC), di Jatake, Tangerang, Banten, Sabtu, 24 Februari 2018 siang, saat berbincang dengan saya.

IBC bersama Wahana Makmur Sejati menjadi tuan rumah safety riding course (SRC). Instruktur dan fasilitas pelatihan disediakan main dealer sepeda motor Honda, Wahana. Sedangkan para peserta dihimpun oleh IBC. Ada sejumlah kelompok pengguna sepeda motor yang terlibat, yaitu IBC, Sym Club Indonesia (Symci), Skills Jakarta, Inazuma Owner Network Banten, Mailinglist Yamaha Scorpio, First Community, dan Komunitas Wisata Panti.

Kesemua itu bermula saat saya melihat perilaku dan kompetensi berkendara mereka butuh mendapat penyegaran. Pada Desember 2017, saya menghubungi bro Sigit di Wahana untuk menjajaki peluang digelarnya pelatihan bagi kelompok pengguna sepeda motor. Gayung bersambut. “Ada kesempatan pada Februari 2018,” kata bro Sigit saat itu.

Sontak saya teruskan kepada Rio Winto agar menjaring calon peserta selain dari kelompok IBC Jakarta.

Pelatihan menjadi upaya untuk meningkatkan kompetensi berkendara. Ada empat materi ketrampilan bersepeda motor selain teori yang diberikan para instruktur. Materi itu mencakup zig-zag, slalom, keseimbangan, dan pengereman. “Latihan keseimbangan ini penting ketika pesepeda motor melalui jalan macet,” kata Hadi, salah satu instruktur safety riding Wahana.

Keseimbangan dilatih dengan cara melintasi papan dengan lebar sekitar 30 centimeter dan panjang sekitar 10 meter. Peserta diminta melintas dan tidak boleh keluar dari lintasan papan tadi. Keluar, berarti gagal. “Ternyata nggak gampang melatih keseimbangan. Saya susah sekali menjaga keseimbangan,” tutur Boma, salah seorang peserta, saat berbincang dengan saya, Sabtu, 24 Februari 2018 siang.

Boma tidak sendiri. Mayoritas peserta yang menjajal papan keseimbangan bertumbangan. Maksudnya, belum sampai ke bagian akhir papan sudah keluar dari lintasan. Gagal.

Di jalan raya, keseimbangan dan kemampuan menjaga agar sepeda motor tetap stabil, sangat mutlak. Maklum, roda dua lebih mudah tergelincir sehingga esensi bersepeda motor pada intinya adalah menjaga keseimbangan. Tentu saja, selain ketrampilan, butuh konsentrasi untuk mengendalikan si kuda besi. Perpaduan ketrampilan atau kompetensi dengan konsentrasi, menjadikan sang pengendara mampu memperkecil risiko saat berkendara. “Sedikit orang yang tahu bagaimana cara mengendarai sepeda motor dengan benar, termasuk berkendara secara aman, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” tutur Siswanto, instruktur safety riding Wahana,

Ya. Kompetensi mesti terus ditingkatkan. Berkendara di jalan raya menjumpai banyak situasi yang membutuhkan ketrampilan, selain tentu saja mutlak ditopang oleh perilaku yang baik dan benar. Sekaligus, sudi menaati aturan yang ada. Selamat berlatih. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: