Lanjut ke konten

Tabrak Belakang di Jalan Raya Bogor

3 Januari 2019

SALAH satu ruas jalan yang cukup sibuk di Jakarta adalah Jl Raya Bogor. Jalan itu menjadi pintu masuk dan keluar ke pusat bisnis Jakarta. Warga pinggiran kota dan para urban dari Bogor dan Bekasi, maupun Depok memanfaatkan jalan yang dulunya menjadi urat nadi yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor, Jawa Barat.

Tak heran jika pada jam sibuk, seperti pagi dan sore hari, jalan raya tersebut disesaki kendaraan bermotor. Mulai dari kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor hingga angkutan umum. Saat jam sibuk kepadatan terlihat di berbagai sudut jalan, terlebih di simpul-simpul utama seperti di ujung Jl Raya Bogor di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.

Kepadatan menjadi santapan sehari-hari di sisi jalan yang berdekatan dengan lokasi pasar. Sebut saja misalnya, Pasar Kramat Jati dan Pasar Cisalak, Depok. Pengunjung pasar bercampur baur dengan arus kendaraan bermotor. Para pengemudi angkutan umum menaikkan dan menurunkan penumpang. Lengkaplah sudah.
Saking ramainya lalu lintas jalan di sepanjang jalan yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor itu, tak jarang terjadi kecelakaan antara kendaraan.

Salah satunya seperti apa yang sempat saya lihat, Kamis, 3 Januari 2019 siang. Seorang pesepeda motor terjungkal lantaran kuda besi yang ditungganginya menabrak bagian bemper belakang sebuah mobil jenis low multi purpose vehicle (MPV).

Entah apa yang memicu tabrak belakang tersebut terjadi. Pastinya, sang pesepeda motor terjungkal di atas aspal. Suara mesin sepeda motor jenis injeksi yang ditungganginya sempat terdengar menderu-deru sebelum akhirnya kuda besi itu pun rebah di atas aspal.

Ramai pengguna jalan lainnya ikut membantu menolong sang pesepeda motor. Bemper bagian belakang mobil tampak tercopot bautnya sehingga miring dan terlihat sang pengemudinya menepikan mobil.

Saat kejadian, cuaca cukup cerah dan lalu lintas jalan ramai lancar.
Entah apa yang membuat tabrakan itu terjadi. Pastinya, tabrak belakang menjadi salah satu jenis kecelakaan yang meruyak di kawasan Polda Metro Jaya yang mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Pada 2014, kecelakaan jenis ini sempat mendominasi di Jadetabek dengan porsi sekitar 21,64% atau setara dengan sekitar empat kecelakaan per hari. Entah saat ini.

Bagi kita para pengendara, memang dituntut untuk terus berkonsentrasi saat mengemudi. Lewat konsentrasi yang terjaga diharapkan tidak menabrak kendaraan yang ada di depan kita. Guna terus menjaga konsentrasi, modal utama adalah tetap fokus dan waspada.

Oh ya, barangkali bisa dicoba tiga langkah berikut ini supaya kita terhindar menabrak belakang kendaraan lain yang ada di depan.

Pertama, senantiasa melepas pandangan jauh ke depan untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Informasi soal pergerakan di depan menjadi bekal penting untuk mengambil keputusan seperti mengerem atau menambah kecepatan yang wajar.

Kedua, senantiasa menjaga jarak minimal dan jarak aman antar kendaraan. Ini juga merujuk informasi yang diserap dengan menebar pandangan jauh kedepan. Jarak aman tiga detik diharapkan mampu meminimalisasi kecelakaan tabrak belakang.

Ketiga, melakukan pengereman dengan maksimal. Guna memperkecil risiko, kemampuan mengerem kendaraan dengan baik dan benar sangat dibutuhkan setiap pengendara, terlebih dalam menghindari tabrak belakang. (edo rusyanto)

grafis:istimewa

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: