Lanjut ke konten

Tiap 24 Detik Satu Orang Meninggal Karena Kecelakaan

8 Desember 2018

KASUS kecelakaan lalu lintas jalan masih mencemaskan warga dunia. Bagaimana tidak, tiap 24 detik, satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan.
Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dalam laporan bertajuk Global Status Report on Road Safety 2018 menyebutkan, jumlah orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan mencapai sekitar 1,35 juta jiwa. Sekalipun angka kematian akibat kecelakaan belakangan ini relatif stabil di negara ekonomi menengah dan tinggi, kondisi sebaliknya terjadi di negara-negara berpendapatan rendah.

Laporan ini menyebutkan, cedera lalu lintas jalan menjadi penyebab utama kematian bagi anak-anak dan dewasa muda yang berusia 5–29 tahun. Hal ini menandakan perlunya perubahan dalam agenda kesehatan anak saat ini, yang sebagian besar mengabaikan keselamatan di jalan.

Di sisi lain, kecelakaan di jalan menjadi penyebab kematian ke delapan untuk semua kelompok umur yang melebihi penyakit HIV / AIDS, tuberkulosis dan diare.

Melihat kondisi seperti itu tentu saja kita tidak boleh tinggal diam. Sekecil apapun tindakan kita untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang aman dan selamat, sangatlah penting. Misal, mengajak pesepeda motor agar senantiasa memakai helm saat berkendara.

“Tidak ada alasan untuk tidak bertindak. Laporan ini (Global Status Report on Road Safety 2018) adalah seruan bagi pemerintah dan mitra untuk mengambil tindakan yang jauh lebih besar untuk menerapkan langkah-langkah ini,” tutur Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam siaran persnya di Jenewa, Swiss, Jumat (7/12/2018) waktu setempat.


Di tengah masyarakat kita, seruan atau ajakan untuk berlalulintas jalan yang aman dan selamat terasa cukup gencar belakangan ini. Tak semata di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Seruan itu juga mencuat di sejumlah kota menengah dan kecil lainnya.

Gerakan itu bermunculan dari hampir semua elemen bangsa. Sebut saja misalnya dari kalangan anggota kelompok pesepeda motor, kelompok masyarakat peduli keselamatan jalan, korporasi hingga tentu saja instansi pemerintah dan kepolisian.

Buahnya cukup bagus. Setidaknya jika membandingkan jumlah korban yang meninggal tahun 2011 dengan 2017. Tahun 2011, setiap hari jumlah orang yang meninggal akibat kecelakaan di Indonesia rata-rata 80-an jiwa. Kini, pada 2017, angka itu melorot ke 70-an orang per hari. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: