Lanjut ke konten

Terjerembab Usai Hindari Tabrakan

10 Oktober 2018

SUARA nyaring benda jatuh terdengar. Brak!!!

Sepeda motor bersama pengendaranya jatuh bersamaan di atas permukaan jalan aspal. Kami yang ada di belakangnya saling mengerem. Berhenti.

Sang pengendara sepeda motor tergeletak di atas aspal. Beberapa orang di dekat situ sontak membantu memindahkan ke tepi jalan. Sebagian lagi memindahkan sepeda motor perempuan tadi.

“Ada kecelakaan. Silakan lanjut,” kata pria bersepeda motor yang membantu arus lalu lintas agar mengalir, Kamis (15/8/2018) sore.

Arus kendaraan pun akhirnya mengalir. Orang-orang yang ingin menonton kejadian itu jadi sungkan. Maklum, rasa ingin tahu yang berlebihan justeru bisa menambah kemacetan.

Sebelum melanjutkan perjalanan sore itu, saya lihat perempuan yang tadi jatuh dari sepeda motornya tampak sadar. Tak ada luka serius di tubuhnya. Dugaan saya, dia mengalami shock.

Jarak Aman

Saya menduga kecelakaan ringan tadi lantaran sang pesepeda motor panik, lalu mengerem dan akhirnya terjungkal.

Mengapa panik?

Sepintas saya lihat pesepeda motor yang terjerembab itu awalnya mencoba menghindari tabrakan dengan sepeda motor yang ada di depannya. Namun, justeru terjerembab. Saat kejadian, laju kendaraan sangat lambat karena ramainya kendaraan bermotor selepas lampu merah.

Perkiraan saya konsentrasi sang pengendara tidak maksimal. Bila konsentrasi penuh, daya antisipasi dapat lebih baik lagi. Selain itu, tentu saja butuh menjaga jarak aman agar tidak terjadi tabrak belakang. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: