Lanjut ke konten

Bertemu Para Pejuang Kemanusiaan di SCA 2018

28 Juli 2018

NYARIS banyak pihak meyakini bahwa kecelakaan lalu lintas jalan berdampak luas. Kecelakaan merenggut cita-cita korbannya. Bahkan, dapat menyeret sang pelaku ke balik jeruji besi, selain menderita luka-luka.

Hilangnya produktifitas atau hilangnya tulang punggung ekonomi keluarga tercinta menjadi masalah kemanusiaan yang mencuat akibat kecelakaan. Pernah sebuah penelitian menyebutkan bahwa hampir 63% keluarga korban kecelakaan yang meninggal dunia terkena dampak ekonomi. Perekonomiannya terganggu. Hilangnya tulang punggung ekonomi membawa nestapa. Keluarga harus bangkit untuk memulihkan roda perekonomian.

Tak heran bila banyak kalangan pula yang memilih mencegah terjadinya kecelakaan ketimbang harus mengalami sendiri penderitaan tersebut. Banyak pula cara yang dilakukan untuk mencegah terlibat dalam kecelakaan. Mulai dari meningkatkan kompetensi berkendara, memperluas pengetahuan soal lalu lintas hingga menerapkan perilaku berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

Kelompok yang tergolong concern dalam hal tersebut muncul di ajang Safety Campaign Award (SCA). Ajang ini merangkul kelompok pengguna sepeda motor yang menggulirkan kampanye ajakan berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Selain itu, SCA juga memberi dorongan sekaligus memberi anugerah bagi kelompok yang dinilai memiliki aktifitas cukup mengena di publik.

Dalam memberi anugerah, sejumlah indikator pun ditetapkan oleh para juri SCA. Mulai dari konsep keselamatan jalan (road safety) yang diterapkan. Lalu, dampak dari kegiatan tersebut kepada masyarakat hingga sejauh mana jangkauan yang dicapai kampanye terkait. “Kami berharap SCA dapat menjadi wadah bagi komunitas motor untuk mengembangkan komunitasnya secara mandiri dan terlatih untuk melakukan sosialisasi kampanye keselamatan yang berkelanjutan dan berdampak luas,” ujar Tanny Megah Lestari,Business Development Division Head Adira Insurance, di Bekasi, belum lama ini.

Anugerah dan Mentor

Ya. Adira Insurance adalah penyelenggara SCA. Tahun 2018 adalah kali kelima ajang itu digulirkan perusahaan tersebut. Saya ikut diajak mengggagas dan bertukar pikiran sekaligus merancang program yang setiap tahunnya diikuti puluhan kelompok pengguna sepeda motor di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).
Mulai tahun 2018, cakupan wilayahnya ditambah dengan Bogor.

“Karena ada permintaan dan harapan dari kelompok pesepeda motor di kawasan Bogor sehingga wilayah peserta SCA 2018 adalah Jabodetabek,” kata Faridha Rahmaningsih, CSR & Corporate Communication Dept Head Adira Insurance, saat berbincang dengan saya di Bekasi, belum lama ini.

Lewat para anggota kelompok pengguna sepeda motor diharapkan dapat diperluas penyebaran perilaku tidak arogan di jalan. Caranya dengan memberi fakta dan data bahwa perilaku arogan yang notabene melanggar aturan di jalan akan memicu terjadinya kecelakaan. Termasuk dibeberkan bagaimana kecelakaan dapat menghancurkan cita-cita dan harapan yang diinginkan. Bahkan, kecelakaan dapat merusak perekonomian keluarga yang ditinggalkan.

Tentu saja hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kesungguhan dan konsistensi yang kuat. Ajang SCA menjadi upaya memperkokoh kesungguhan tersebut.

Jurus yang dipakai salah satunya dengan memberikan mentor pendamping kepada setiap kelompok peserta SCA. Khusus pada 2018 konsep mentor menerapkan pola yang berbeda dibandingkan empat tahun sebelumnya.

Pada 2018, seorang mentor akan mendampingi lima kelompok pesepeda motor tahap 50 besar. Peran mentor pada tahap ini adalah memberi pendampingan tentang bagaimana menyusun proposal kegiatan dan konsep kampanye serta substansi yang dikampanyekan.

Oh ya, 10 mentor berasal dari kelompok pesepeda motor penerima anugerah 2017 tiga orang dan dari Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) dua orang. Perwakilan dari media online dua orang dan pegiat keselamatan jalan dua orang.

Proposal yang disusun berisi permasalahan yang diangkat dan bagaimana upaya menjawab permasalahan itu. Kemudian proposal tadi dinilai oleh tim juri SCA untuk menyaringnya menjadi 10 besar.

Di tahap ini sang mentor mendampingi bagaimana cara mengimplementasikan konsep yang sudah dipersiapkan. Misal, bagaimana menghadirkan narasumber yang relevan dengan kampanye. Atau, menyiapkan laporan kegiatan untuk materi presentasi dalam tahap penyaringan tiga besar penerima anugerah SCA.

Guna mempertajam peran mentor, sebelum tahap-tahap penyaringan peserta SCA, digelar workshop bagi 10 mentor tersebut. Selain saya yang memberikan materi, hadir juga Ray Rahendra untuk berbagi materi seputar medsos.

Dalam workshop satu hari diberi materi tentang bagaimana menyusun proposal, indikator efektifitas kampanye, dan pemahaman isu keselamatan jalan. Selain itu, diberi paparan tentang isu utama kampanye SCA 2018 serta jurus memanfaatkan media sosial dalam memperluas jangkauan kampanye.

Selain tanya jawab, para mentor juga diberi kesempatan mempraktekan materi yang diberikan pada Sabtu, 21 Juli 2018 di kantor Adira Insurance di bilangan Jakarta Selatan.

Oh ya, isu utama SCA 2018 ada dua yaitu tentang Helm dan Pengalihan Risiko/BPJS Tenaga Kerja.

Terus bergerak para pejuang kemanusiaan. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: