Skip to content

Setelah Jagorawi, Siap-siap Tol JORR Tarifnya Juga Flat

7 Juli 2018

WARGA Jakarta dan sekitarnya bakal membayar tarif tol secara terintegrasi untuk melintas di Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Semula rencana itu hendak diterapkan pada Juni 2018, namun hingga awal Juli 2018 masih belum terlihat tanggal pastinya.

Pengintegrasian tarif membuat jarak tempuh jauh dan dekat membayar jumlah yang sama, yakni Rp 15.000 sekali melintas. Total panjang tol yang diintegrasikan sekitar 74 kilometer (km).
Hal serupa sebelumnya sudah dienyam warga Jakarta dan sekitarnya ketika tarif Tol Jagorawi menerapkan tarif flat Rp 6.500 per sekali melintas sejak 2018. Begitu juga ketika melintas di tol Jakarta-Tangerang-Merak sejak 2017. Di luar kawasan Jakarta dan sekitarnya, konsep tarif terintegrasi diterapkan di Tol Semarang seksi ABC sejak 2018.

Artinya, untuk yang menempuh jarak lebih dekat membayar lebih mahal dibandingkan dengan pengguna tol yang melintas untuk jarak jauh. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna seperti dilansir koran Investor Daily, edisi Selasa, 3 Juli 2018.

Dia menyebutkan bahwa dengan sistem pembayaran terintegrasi, sebanyak 61% pengguna tol JORR akan diuntungkan karena membayar tarif lebih murah dari sebelumnya. Sebanyak 61% pengguna tol itu adalah mereka yang menempuh jarak jauh atau yang biasanya melakukan lebih dari satu kali transaksi di beberapa gerbang tol.

“Ada 38% pengguna jalan yang akan membayar lebih mahal. Namun, kita kembali melihat esensi pembangunan jalan tol adalah untuk memfasilitasi kebutuhan pergerakan jarak jauh dan angkutan logistik,” kata Herry saat diskusi di Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta, Senin (2/7).
Dengan sistem integrasi, sambungnya, transaksi tol dilakukan hanya satu kali dengan tarif untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 15.000 untuk seluruh ruas tol JORR sepanjang 76,43 km yang terdiri dari empat ruas dengan sembilan seksi.

Herry mengatakan, besaran tarif Rp 15.000 didasarkan atas perkalian antara jarak rata-rata pengguna tol JORR sepanjang 17,6 km dan tarif rata-rata Rp 875 per km. Besaran tarif ini, menurut Herry, masih di bawah kesanggupan membayar (willingness to pay) masyarakat yang diperoleh dari hasil kajian sebelumnya terkait investasi jalan tol.

Kebijakan integrasi transaksi tol JORR ini merupakan tahapan untuk menuju transaksi tol menerus atau multi lane free flow (MLFF ) yang diberlakukan pada 2019. Integrasi pada intinya adalah untuk peningkatan layanan melalui penyederhanaan sistem transaksi dengan tarif tunggal.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers, Rabu, 26 Juni 2018 mengatakan bahwa integrasi tol JORR utamanya bertujuan meningkatkan standar pelayanan jalan tol seperti kemantapan jalan, kecepatan tempuh dan antrean transaksi tol.

Transaksi tol setelah integrasi menjadi sistem terbuka dimana pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi. Saat ini, pengguna tol harus melakukan 2-3 kali transaksi untuk menggunakantol JORR sepanjang 76,43 Km yang terdiri dari 4 ruas tol dan dikelola oleh badan usaha jalan tol (BUJT) berbeda.

“Lima gerbang tol yang ada akan dihilangkan, sehingga mengurangi antrean di tol. Integrasi tol juga bertujuan mendukung sistem logistik nasional agar lebih efisien dan berdaya saing. Sosialisasi terus dilakukan dan akan diputuskan dalam waktu dekat karena sudah ditunggu oleh angkutan logistik,” kata Basuki.

Setelah integrasi, penggunaan tol JORR sepanjang 76,43 km akan dikenakan satu tarif yakni Rp 15.000 untuk kendaraan golongan I. Lalu, kendaraan golongan 2 dan 3 tarifnya sebesar Rp 22.500. Selain itu, untuk golongan 4 dan 5 membayar besaran tarif Rp 30.000.

Besaran tarif Rp 15.000 didasarkan atas perkalian antara jarak rata-rata pengguna tol JORR 17,6 km dengan tarif rata-rata Rp 875 per km. Kementerian PUPR mengatakan, besaran tarif ini masih di bawah kesanggupan membayar (willingness to pay) masyarakat yang diperoleh dari hasil kajian sebelumnya terkait investasi jalan tol.


Tol JORR terdiri atas Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), dan Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir). Lalu, Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, dan NS (Rorotan-Kebon Bawang). Selain itu, Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.

Nah, kalau tarif jauh dekat sudah sama, tinggal pilih deh, mau melintas di jalan tol atau tidak. Apalagi, sebenarnya tol bukanlah jalan utama. Tol adalah jalur alternatif, tapi berbayar. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: