Skip to content

Jangan Gegabah Menolong Korban Kecelakaan

12 Juni 2018

KERUMUNAN orang kerap muncul saat terjadi kecelakaan lalu lintas jalan. Tak jarang, arus lalu lintas pun jadi tersendat. Salah satunya, keingintahuan orang atas peristiwa yang terjadi begitu tinggi sehingga pergerakan kendaraan menjadi tertahan.

Fenomena itu sejatinya tak semata monopoli di Indonesia. Nyaris sejumlah negara, kenestapaan menyita perhatian umat manusia. Tak percaya, simak sejak rekam jejak di jagat maya, begitu mudah kita melihat bagaimana kerumunan orang di berbagai negara di lokasi terjadinya kecelakaan.

Kerumunan orang tadi tentu saja tak sebatas orang yang hendak menolong para korban, tetapi ada juga yang semata hendak melihat. Rasa ingin tahu begitu kuat.

Tak hanya itu, rasa kemanusian kita pun sontak tergugah. Rasa ingin menolong langsung muncul. Keinginan membantu amat manusiawi. Namun, bagi bro Yogi, seorang para medis yang juga seorang instruktur berkendara, perlu diperhatikan sejumlah langkah sebelum menolong korban kecelakaan.


“Salah satu yang sangat diperhatikan adalah bagaimana cara mengangkat sang korban. Usahakan dilakukan secara baik dan menempatkan tubuh korban dalam posisi sejajar atau tidak miring,” papar pria muda itu, di sela buka puasa bersama (bukber) FSRJ, di salah satu restoran TIS Square, Jakarta Selatan, Senin, 11 Juni 2018 petang.

FSRJ beberapa waktu lampau merupakan kependekan dari Forum Safety Riding Jakarta. Forum tersebut merupakan cikal bakal gerakan keselamatan jalan yang digulirkan di Jakarta.

Kembali soal cara mengangkat korban. Yogi pun memperagakan bagaimana cara mengangkat atau memindahkan tubuh korban kecelakaan. Posisi tubuh yang sejajar tadi amat penting untuk mencegah kondisi yang lebih buruk. Bahkan, dia memberi tips bagaimana membantu agar korban kecelakaan tetap sadar dan pernafasannya tidak terganggu. “Perlu diperhatikan pernafasan korban agar jangan terganggu. Ini penting sekali. Tentu pertolongan seperti ini bukan oleh orang kebanyakan, melainkan oleh tenaga medis yang terlatih,” kata dia lagi.

Saya termasuk yang percaya bahwa cara pertolongan yang tepat dan benar dan membantu para korban kecelakaan agar dapat bertahan hidup. Pertolongan yang seperti itu diharapkan memperbesar peluang untuk korban dapat tetapa hidup.

Perbincangan sekaligus tukar pikiran seputar keselamatan jalan (road safety) di sela bukber kali ini kian antusias. Selain membahas bagaimana cara menolong korban kecelakaan, perbincangan juga meluas ke perilaku berkendara yang antisipatif. Maksudnya, pengendara tak semata mampu menyetir, tapi juga mampu mikir. “Apalagi kita banyak menghadapi pengendara yang tidak sabaran di jalan raya,” papar bro Marwan.

Di sinilah pentingnya pengetahuan dan pemahaman cara berlalu lintas jalan yang tidak hanya baik, tapi juga benar. Baik menurut etika yang berlaku dan benar secara hukum yang berlaku saat ini. Soal aturan di jalan, Indonesia kini menerapkan Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) beserta aturan turunannya. Bukan mustahil banyak diantara para pengguna jalan yang belum memahami aturan tersebut. Bahkan, belum semua yang tahu akan aturan sudi untuk mengimplementasikannya ketika berlalu lintas jalan.

Sejatinya perbincangan seputar road safety yang demikian kental dalam ajang bukber, menjadi istimewa bagi saya. Bagaimana tidak, biasanya, ajang bukber lebih dominan untuk beranjangsana atau bersilaturahmi. Karena itu, kesempatan bertukar pikiran dalam ajang bukber FSRJ yang diplesetkan menjadi Forum Silaturahmi Rakyat Jelata menjadi tukar pikiran secara informal rakyat yang setiap hari wira-wiri di jalan. Tukar pikiran tadi untuk memperkaya pemahaman sekaligus mendorong agar perilaku di jalan senantiasa memprioritaskan keselamatan jalan.

“Ya, kita ingin selalu berbagi soal keselamatan jalan secara serius tapi santai (sersan),” tutur bro Marwan.

Ok, setuju. Jangan lelah tebar kebaikan. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. Riza Angga permalink
    13 Juni 2018 21:18

    Kadang kala ketika saya melihat didepan ada kecelakaan lalin dan saat itu korban perlu penanganan khusus, saya segera menelpon pihak berwajib dan nomer layanan darurat 119 .

    • 14 Juni 2018 08:35

      Masalahnya di Indonesia jauh lebih mementingkan “lancar nya arus lalu lintas” ketimbang pertolongan pertama yg tepat

Trackbacks

  1. Jangan Gegabah Menolong Korban Kecelakaan – Berita Tiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: