Skip to content

Para Bikers Ini Bukan Sekadar Membagi Tajil

28 Mei 2018

MASIH tingginya kasus fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan pada musim mudik Lebaran membuat banyak kalangan tergerak. Mereka bahu membahu mewujudkan lalu lintas jalan yang minim fatalitas.

Para pemangku kepentingan keselamatan jalan sibuk dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Misal, kementerian pekerjaan umum Dan perumahan rakyat (PUPR) menyiapkan jalan yang berkeselamatan. Lalu, kementerian perhubungan (Kemenhub) memastikan angkutan jalan dikelola dengan aman dan selamat. Tentu, pihak kepolisian juga mempersiapkan sejumlah jurus untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan.

Di sisi lain, kalangan dunia usaha juga tak tinggal diam. Setidaknya mereka ada yang menggulirkan program mudik bareng dengan menggunakan angkutan umum massal. Walau, ada juga yang membuat tenda-tenda khusus tempat beristirahat di jalur mudik. Bahkan, kalangan masyarakat dan media massa pun ikut menggaungkan pentingnya lalu lintas jalan yang aman dan selamat.

Salah satu elemen masyarakat, yakni Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) hadir menyerukan pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Tak semata menggulirkan program diskusi untuk menambah wawasan, Jarak Aman juga mengajak pengendara meningkatkan ketrampilan berkendara. Khusus soal ketrampilan, perlu ditingkatkan, minimal disegarkan manakala saat mudik masih memakai kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Ajakan Jarak Aman juga dilakukan dengan turun langsung ke jalan lewat aksi simpatik bertajuk Mudik Sehat, Mudik Selamat. Kali ini, Jarak Aman merangkul puluhan kelompok pengguna sepeda motor untuk menjalankan aksi simpatik tersebut. Mereka berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

Lokasi aksi simpatik dipilih di perempatan jalan Kalimalang persisnya di Pangkalan Jati, Jakarta Timur. Titik ini menjadi salah satu pintu masuk dan keluar Jakarta. Tentu saja merupakan salah satu jalur pemudik, khususnya pemudik bersepeda motor yang menuju pantai Utara (Pantura) Jawa.

Tak kurang dari 50-an bikers, sebutan bagi anggota kelompok pesepeda motor, tumpah ruah di Pangkalan Jati, Sabtu, 19 Mei 2018. Selain bikers tampak juga dari kalangan masyarakat dan perwakilan korporasi yang peduli keselamatan jalan. Mereka berkampanye, seraya membagikan paket berbuka puasa yang disebut ta’jil. Selain 500 paket ta’jil, disertakan juga stiker keselamatan jalan (road safety) yang dibagikan kepada pengguna jalan. Pembagian dilakukan saat lampu pengatur lalu lintas berwarna merah, artinya pengguna jalan sedang berhenti.

Spanduk yang dibentangkan di depan pengguna jalan yang sedang berhenti berisi pesan-pesan bernada ajakan untuk aman dan selamat. Pesan itu dua di antaranya adalah ‘Mudik Sehat, Mudik Selamat’ dan ‘Cegah Jangan Lengah.’

Peserta aksi simpatik juga menyuarakan ajakan pesan keselamatan kepada pengguna jalan. “Lain kali pakai helm yah saat naik motor,” ujar Faridha, salah seorang peserta aksi dari Adira Insurance, sore itu.

Pesepeda motor dan penumpangnya tampak tersipu malu disapa seperti itu. Entah apa yang ada di benaknya. Tentu kita berharap ke depan terjadi perubahan. Memakai helm merupakan salah satu ikhtiar penting dalam bersepeda motor. Ikhtiar untuk senantiasa aman dan selamat.

“Pak berhenti. Jangan menerobos lampu merah,” pinta peserta aksi lainnya kepada pesepeda motor yang gelagatnya hendak menerobos lampu merah.

Begitulah suasana aksi simpatik dan pembagian ta’jil yang digagas Jarak Aman. Menjelang waktu berbuka puasa seluruh peserta aksi berkumpul di pelataran ruko Kalimalang Square yang dijadikan base camp aksi kali ini. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, para peserta saling menyampaikan kesan dan pesannya. “Saya rasa ini kegiatan yang positif. Kami senang dan ingin terus menyuarakan road safety,” tutur Herry dari kelompok pengguna sepeda motor GSX Tangerang Selatan.


Pandangan serupa bermunculan dari masing-masing perwakilan kelompok bikers. Intinya, mereka berharap ajakan berperilaku aman dan selamat tak pernah berhenti. “Kami bahkan ingin membuat aksi serupa pada Juni 2018,” tutur Didit dari ARC, Jakarta.

Setuju. Jangan lelah tebar kebaikan. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 31 Mei 2018 08:51

    Kampanye “Jarak aman” penting banget ya, di saat di jalan bawaanya maunya emosi maka dari itu diberi alasan hati-hati ceroboh di jalan

Trackbacks

  1. Para Bikers Ini Bukan Sekadar Bagi Takjil – Berita Tiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: