Lanjut ke konten

Gara-gara Macet, Aksi Pukul pun Muncul

21 April 2018

SEMAKIN hari jumlah kendaraan bermotor terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Di Jakarta dan sekitarnya, pada 2017, terdapat lebih dari 16 juta kendaraan. Tak heran saat jam-jam sibuk lalu lintas jalan tersendat oleh antrean kendaraan yang mengular.

Jalan yang ada tak mampu Menggung beban di saat jam-jam tersebut, khususnya pagi dan sore hari. Kemacetan lalu lintas jalan hampir setiap hari terlihat di berbagai sudut kota. Semua jenis kendaraan menyatu di dalam kemacetan, berbaur dengan deru suara mesin dan kepulan asap dari knalpot.

Warga kota menjadi terbiasa. Kemacetan menjadi denyut kehidupan kota. Sekalipun demikian beban kemacetan kadang meluap dari dalam diri. Rasa sabar dan energi yang terkuras karena kemacetan sesekali meletup.

Pemandangan itulah yang sempat saya jumpai pertengahan April 2018 di salah satu sudut kota Jakarta. Beratnya beban kemacetan melahirkan ketidaksabaran yang menambah panjang antrean. Bahkan, gesekan sesama pengguna jalan.

Cerita berawal dari sesaknya jalan oleh ratusan, bahkan ribuan sepeda motor. Mereka seakan berlomba mencapai tujuan. Apa daya kondisi tak sesuai harapan. Jalan yang hanya cukup untuk dua bus besar berpapasan tampak karut marut. 

Jalan yang semestinya dua arah dipadati oleh sepeda motor sehingga menjadi satu arah. Kendaraan dari arah lainnya harus mengalah. Kemacetan tak terhindarkan dari persimpangan jalan hingga seratusan meter di belakangnya. 

Di tengah itu semua, tampak seorang pesepeda motor yang tergesa-gesa merangsek jalan. Upayanya melaju memakan badan jalan dari arah berlawanan. Kekisruhan terjadi manakala saat yang sama ada pesepeda motor lain yang justeru melaju di jalur semestinya. Nyaris terjadi tabrakan.

Tak terima oleh aksi serobot tadi, pesepeda motor yang nyaris tertabrak terlihat berang. Entah kata-kata apa yang terlontar. Dari kejauhan terlihat dia melayangkan pukulan. Insiden itu tak berlangsung lama. Pesepeda motor yang dipukul tak menimpali. Semua pun berlalu di tengah kemacetan yang menggila pagi itu.
Rasa sabar pengendara memang diuji. Kemacetan yang ada dapat dengan mudah memicu stress. Lalu, stress yang ada bisa meluap tak menentu jika tak dikelola dengan baik. Benteng kesabaran mutlak diperkuat. Tak perlu mengutuk kemacetan yang ada karena pada dasarnya para pengguna kendaraan pribadi ikut berkontribusi. Ikut menciptakan kemacetan yang ada. Apalagi bila dibumbui dengan aksi main serobot. Bukan mengurai kemacetan, justeru bisa memantik kekisruhan.

Sabar ya bro. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: