Lanjut ke konten

Ketilang Dua Kali Lantaran Tak Punya SIM

19 April 2018

SUATU pagi telepon seluler saya berdering. Di ujung sana terdengar suara.

“Pak, mau nanya, kalau kena tilang karena nggak punya SIM (surat izin mengemudi) dendanya berapa yah?”
Belum sempat saya menjawab, kolega saya yang tinggal di Tangerang, Banten itu menyambung, “Kena tilangnya di dekat rumah.”

Saya pun menjawab sepengetahuan saya. Lalu, kami pun berbincang lebih jauh, terutama soal kenapa belum punya SIM dan siapa yang ditilang.

“Yang ditilang asisten saya. Dia memang belum punya SIM. Tadinya dipikir kalau berkendara di dekat rumah nggak kena tilang,” sergah pria paruh baya tersebut.

Kami sependapat bahwa langkah terbaik adalah mengikuti sidang. “Tadinya mau dikasih uang lima puluh ribu, tapi polisinya menolak,” tutur dia.

Profil pengendara yang tidak memiliki SIM patut diduga cukup besar jumlahnya. Tanpa memasukkan pengendara umur dalam kategori itu, jumlah yang tanpa SIM melaju di jalan raya dapat disimpulkan cukup tinggi.

Maklum, data Korlantas Mabes Polri menyebutkan, pada 2016, kontribusi pelaku kecelakaan tanpa SIM menyentuh 46,71%. Angka itu setara dengan 182 pelaku kecelakaan per hari. Itu baru yang terdata, bagaimana dengan yang tak terdata.
Tentu saja banyak alasan kenapa pengendara belum memiliki SIM. Mulai dari mereka yang memang belum cukup umur, yakni minimal 17 tahun. Lalu, sudah ikut tes tapi tidak lulus hingga mereka yang memang belum punya uang untuk membuat SIM.

Tilang Dua Kali

Sekitar dua pekan kemudian, kolega saya kembali berujar, “Ternyata dendanya saat di sidang, Rp 130 ribu pak.”
Dia menambahkan, ada kejadian ‘lucu’ setelah ditilang tempo hari. Saat mau mengikuti persidangan, sang asisten kembali kena tilang. Masih kasus yang sama, yakni tidak punya SIM.

“Asisten saya bilang ke polisi yang menilang bahwa dirinya justeru baru saja mau ikut sidang untuk masalah yang sama,” tutur kolega saya seraya tersenyum.

Akhirnya, sambung dia, sang polisi pun melepaskan. Dan, asisten kolega saya ikut sidang untuk kasus penilangan karena berkendara tidak punya SIM.

Ngomong-ngomong, menurut UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ada sanksi bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tapi tidak memiliki SIM. Dalam pasal 281 UU tersebut ditegaskan bahwa pengemudi yang seperti itu bisa dipidana dengan kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta. (edo rusyanto)

foto:istimewa

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: