Skip to content

Inilah Prioritas Saat Touring Bersepeda Motor

14 April 2018

PARA anggota kelompok pesepeda motor atau dalam bahasa keseharian disebut bikers, akrab dengan kata “touring”. Biasanya, ini adalah aktifitas bersepeda motor keluar kota menuju lokasi secara bersama-sama. Menikmati pemandangan indah sekaligus memenuhi hasrat menunggang kuda besi dengan jarak tempuh relatif jauh.

Jarak tempuh lebih jauh dari keseharian. Kesemua itu menjadi katup sosial sekaligus relaksasi dari rutinitas yang tak jarang memunculkan kejenuhan.

Touring menjadi denyut kehidupan anggota kelompok pesepeda motor selain kopi darat alias kopdar. Kegiatan itu menjadi perekat kebersamaan sekaligus menikmati aliran adrenalin saat menelusuri rute-rute baru yang tak jarang di luar perkiraan. Mulai dari soal kondisi jalannya, kendaraan yang melintas, hingga kisah-kisah mistis.

Agenda touring bisa beragam. Mulai dari sekadar berlibur hingga kegiatan sosial. Kesemuanya melebur dalam kebersamaan dan kegembiraan.

Karena itu, sepatutnya perencanaan dan pelaksanaan touring dirancang dengan seksama. Tidak saja lokasi tujuan touring, tapi merancang rute, titik istirahat sehingga perjalanan yang dilakukan dapat dipastikan memberi kesan tersendiri.

Manajemen touring menjadi penting. Sepanjang pengalaman saya, setidaknya manajemen touring mencakup tiga aspek utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan touring.

Secara rinci mengenai hal-hal tersebut pernah saya tuangkan dalam tulisan Tips Manajemen Touring Bersepeda Motor. Tulisan tersebut sebatas merangkum pengalaman dan pengamatan saya. Boleh jadi terdapat perbedaan sudut pandang.

Substansi tips itu mengerucut pada tiga kesimpulan, yakni bahwa pemandangan indah adalah bonus. Lalu, persahabatan adalah perekat, sedangkan keselamatan berlalulintas merupakan prioritas.

Keselamatan dalam perjalanan merupakan kebutuhan. Sama persis dengan kebutuhan akan persahabatan dan keindahan alam maupun budaya di lokasi touring. Tentu, keselamatan juga mutlak saat berada di lokasi touring. Intinya, perjalanan touring kian afdol manakala perilaku berkendara menempatkan keselamatan sebagai prioritas. Keselamatan bagi seluruh pengguna jalan, bukan sebagian orang.

Ya. Touring menjadi lebih berfaedah manakala semua kembali dalam keadaan selamat. Pengalaman yang didapat dapat dibagi. Keluarga tercinta juga menjadi bahagia. Kondisi akan berubah jika sebaliknya. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: