Lanjut ke konten

Suatu Malam di Sudut Patung Panahan

24 Maret 2018

ANGIN malam menembus jaket kulit dan merambat ke wajah. Orang-orang duduk di atas beton semacam teras setinggi lutut orang dewasa. Mereka mengenakan baju dan celana yang dominan berwarna hitam.

Di depan orang-orang itu berjajar sepeda motor yang terparkir rapi di atas aspal. Sedangkan diseberang jalan berjajar tenda penjual sate taichan. Asap dari pembuatan sate membentuk semacam kabut saat diterpa cahaya lampu penerangan jalan. Di depannya, berjajar aneka mobil terparkir di sisi jalan.

“Beginilah suasana malam hingga dinihari di kawasan Patung Panahan, Senayan,” sergah kolega saya, Jumat, 23 Maret 2018 malam.

Sebuah patung orang sedang memanah yang berdiri di dekat situlah yang membuat kawasan itu disebut Patung Panahan. Letaknya di salah satu sudut Gelanggang Olahraga Senayan, Jakarta. Kini, gelanggang itu sibuk berbenah menghadapi ajang Asian games Games 2018. Pembangunan bergulir di sana-sini.

Ratusan meter dari kawasan ini berdiri megah gedung DPR/MPR RI. Gedung tempat para politisi dan legislator menelorkan undang undang bagi Republik Indonesia. Sedangkan tak jauh dari situ juga berdiri megah Hotel Mulia. Hotel bintang lima tempat kongkow-kongkow orang berduit di Jakarta.

Saya menjejakkan kaki di Patung Panahan kali ini untuk menghadiri syukuran ke-18 tahun kelompok pesepeda motor Skills Jakarta. Mario, sang ketua kelompok itu saya kenal dua tahun belakangan ini. Anak muda itu rajin mendatangi saya untuk sekadar bertukar pikiran soal keselamatan jalan (road safety).

Dia tak hanya mendatangi saya di Jakarta, tapi juga Sudi datang kemanapun saya menggulirkan kampanye keselamatan jalan. Mulai dari di Bogor, Bandung, hingga Jogjakarta.
“Kami ingin belajar dan ikut menyebarluaskan kampanye road safety,” kata dia, suatu ketika.

Beberapa kampanye keselamatan jalan pun digulirkan Skills Jakarta. Mulai dari diskusi, aksi simpatik, hingga sosialisasi ke kalangan pengendara ojek sepeda motor berbasis aplikasi di Jakarta.

Buah dari itu pun dipetik kelompok pengguna sepeda motor tersebut. Penghargaan terbaik kedua Safety Champaign Award (SCA) tahun 2017 dikantongi mereka. Ajang itu merupakan digulirkan setiap tahun bagi kelompok pesepeda motor di Jakarta dan sekitarnya. Penghargaan diberikan bagi mereka yang cukup serius menggelorakan kesadaran berlalulintas jalan di tengah masyarakat.

Virus Keselamatan

Rangkaian kalimat doa mengalun. Substansi doa bertumpu pada harapan soliditas dan kesehatan bagi orang-orang yang hadir maupun bagi kelompok Skills Jakarta. Tentu, untuk semua yang hadir tengah malam itu.

Sambil berdiri membentuk lingkaran, Merkea yang hadir kemudian melantunkan lagu selamat ulang tahun. Tumpeng berwarna kuning kemudian dipotong dan dibagikan. Menjadi kenikmatan tersendiri menyantap nasi tumpeng dengan lauk pauk seperti telur, ayam goreng, dan tempe orek. Sebuah ungkapan rasa syukur yang khidmat di tengah kesederhanaan.

“Kami berharap Skills Jakarta terus solid,” ujar Rio, ketua Independent Bikers Club (IBC) Jakarta, saat mendapat giliran memberi sambutan.

Soliditas menjadi mutlak. Aktifitas kelompok menjadi lebih ringan digulirkan termasuk dalam menggulirkan kampanye keselamatan jalan. “Kami ikuti terus kegiatan Skills Jakarta dan kami ingin melakukan hal yang sama,” kata Agus, humas kelompok Bad Dog, saat berbincang dengan saya malam itu.

Dia dengan kelompoknya hadir malam itu untuk memberi dukungan dan ikut bersyukur untuk hari jadi ke-18 Skills Jakarta. Kiprah Skills Jakarta menginspirasi Bad Dog. “Kami juga ingin belajar dari eyang Edo soal keselamatan jalan,” tambahnya.

Hal serupa dilontarkan Anto dari HVIV. “Mohon bimbingannya eyang Edo,” ergah anak muda itu.

Malam terus bergulir memasuki dinihari. Semangat anak-anak muda dari kelompok pesepeda motor untuk menularkan kesadaran berlalu lintas jalan yang aman dan selamat membuka mata dan semangat saya. Keinginan yang terucap menyiratkan bahwa publik pengguna jalan masih punya kesadaran untuk terhindar dari petaka di jalan raya.

“Kita tunggu teman-teman yang mau mengkampanyekan road safety,” sergah Mario di hadapan para kelompok pesepeda motor.

Ya. Kita tenggulun kiprahnya. Dimulai dari diri sendiri, kelompok, lalu ke masyarakat. Semangat. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: