Skip to content

Sembilan Kecelakaan Bus Maut di Indonesia

11 Februari 2018

SEPANJANG 2012 hingga awal 2018 tercatat ada sembilan kecelakaan bus paling maut di Indonesia. Kecelakaan yang merenggut korban jiwa lebih dari lima orang tersebut terjadi di berbagai kota di Tanah Air. Ironisnya, mayoritas terjadi di kawasan pariwisata dengan jalan menurun, menanjak, dan berkelok.

Selain mengangkut penumpang rombongan wisata, bus yang terlibat kecelakaan tersebut juga ada yang membawa rombongan peziarah maupun peserta kegiatan rohani. Dari sembilan tabrakan maut yang melibatkan bus, kawasan wisata Puncak, Jawa Barat menjadi lokasi kecelakaan paling sering sepanjang rentang tujuh tahun terakhir.

Kawasan wisata di daerah pegunungan yang terletak tidak jauh dari Jakarta itu memiliki jalan berkelok serta menanjak dan menurun. Cuaca di kawasan tersebut kerap berkabut. Belakangan ini, pada 5 Februari 2018, kawasan tersebut baru saja mengalami longsor di empat titik. Kepolisian menutup jalur tersebut selama 10 hari guna memperbaiki kerusakan yang terjadi. Hanya sepeda motor yang boleh melintas sepanjang penutupan jalan tersebut.

1). Kecelakaan Cisarua, 10 Februari 2012

Peristiwa memilukan terjadi pada Jumat, 10 Februari 2012, sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Cisarua, Bogor. Mobil bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA dari Garut menuju terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur melalui Cianjur-Puncak-Ciawi mengalami kecelakaan di kawasan Cisarua.

Kecelakaan terjadi sekitar 208 meter dari lokasi cheq point bus di depan RS. Paru dr M. Goenawan P, Cisarua. Bus menabrak sisi kanan papan reklame yang berada di tikungan menurun. Sesudah menabrak papan reklame pada jarak 392 meter berikutnya, bus berturut-turut menabrak mobil penumpang Mitsubishi Pajero dari arah berlawanan dan dua sepeda motor yang berada di belakang mobil penumpang Mitsubishi Pajero tersebut. Setelah itu bus bergerak ke kiri dan menabrak dua mobil angkutan kota yang berada di depannya, mobil penumpang Nissan Grand Livina dan mobil barang pengangkut tanaman yang juga berada pada jalur yang sama.

Kemudian bus bergerak kembali ke kanan dan menabrak mobil bus PO. Doa Ibu dengan nomor kendaraan Z-7588-HB yang datang dari arah berlawanan menyebabkan mobil bus PO. Doa Ibu Z-7588-HB terdorong mundur sejauh 18 meter dan tertahan oleh pagar taman yang berada di pertigaan jalan. Setelah itu mobil bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA kembali bergerak ke kiri dan kemudian menabrak mobil barang pengangkut sayur, mobil bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA kemudian bergerak kembali ke kanan dan menabrak tiang telepon serta dua sepeda motor yang sedang parkir di halaman minimarket.

Selanjutnya menabrak warung bakso, tembok dan akhirnya terperosok ke pekarangan Wisma Syailendra, dengan kedalaman sekitar 9 (sembilan) meter di bawah permukaan jalan. Kondisi akhir mobil bus PO. Karunia Bakti Z-7519-DA setelah kecelakaan posisi bagian depan berada di bawah.

Akibat kecelakaan ini 13 orang meninggal dunia di lokasi kecelakaan dan 1 (satu) orang meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit, 10 orang mengalami luka berat serta 44 orang mengalami luka ringan.

Seluruh korban meninggal dunia dan luka – luka dievakuasi ke RS Paru dr M. Goenawan P Cisarua, RS Ciawi Bogor, RS PMI Bogor, dan RS. Sentra Medika Cibinong.

KNKT menyimpulkan bahwa kemungkinan penyebab (Probability Cause) terjadinya peristiwa kecelakaan ini adalah bersumber dari kegagalan berfungsinya rem utama dan rem parkir tangan. Selain itu, pengemudi yang tidak berhasil mengendalikan kendaraan pada saat menghadapi situasi kritis.

2). Kecelakaan Ciloto, 27 Februari 2013

Rombongan bus peziarah dari Bogor menuju Cianjur, Jawa Barat pada Rabu, 27 Februari 2013. Sekitar pukul 07.30 WIB, bus pariwisata PO. Mustika Mega Utama dengan nomor kendaraan F-7263-K berangkat dari Desa Sukajaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dengan mengangkut 82 orang menuju Desa Cikundul, Kabupaten Cianjur untuk melakukan ziarah dengan rincian 1 (satu) orang pengemudi dan 81 orang penumpang.

Mobil bus tersebut sekitar pukul 09.00 WIB sempat berhenti selama kurang lebih 30 menit untuk beristirahat di salah satu SPBU di Desa Leuwiliang, sebelum kendaraan tersebut melanjutkan perjalanan ke Desa Cikundul.

Sekitar pukul 11.30 WIB, mobil bus tersebut melintasi ruas Jalan Raya Puncak – Ciloto KM. 87 Kabupaten Cianjur dengan geometri jalan yang menurun ± 10º dan menikung. Sepanjang 500 m pada ruas jalan tersebut diatas terdapat banyak lubang baik di jalur kiri maupun jalur kanan dan pada saat itu kondisi cuaca dalam keadaan berkabut dan tidak hujan. Mobil bus kehilangan kendali setelah menghindari lubang dan akhirnya menabrak dinding tebing yang berada pada sebelah kiri jalan menikung searah laju mobil bus tersebut.

Kecelakaan ini mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, yaitu 15 orang meninggal di tempat kejadian dan 2 (dua) orang meninggal pada saat mendapat perawatan di rumah sakit, 26 orang luka berat dan 32 orang luka ringan. Untuk para korban yang meninggal dan korban luka-luka dibawa ke RS. Cimacan dan RSUD, Ciawi, Jawa Barat.

Kemungkinan rangkaian penyebab (Probable Causes) terjadinya peristiwa kecelakaan ini adalah karena pengemudi tidak familiar dengan rute tersebut. Lalu, kondisi jalan yang rusak berat, penggunaan komponen rem yang tidak standar serta muatan yang melebihi kapasitas berakibat yang bersangkutan kurang mampu dalam mengatasi kondisi kritis yang datang secara tiba-tiba.

3). Kecelakaan Cisarua, 18 Agustus 2013

Minggu, 18 Agustus 2013 pukul 24.00 WIB rombongan jemaat GBI Kelapa Gading, Jakarta berangkat menuju Cipanas Bogor dengan menggunakan mobil bus PO.Giri Indah nomor kendaraan B-7185-XA dan sampai di Wisma Kapendrai daerah Cipanas pukul 03.00 WIB untuk melakukan ibadah sampai dengan hari Rabu 21 Agustus 2013.

Rabu, 21 Agustus 2013 pukul 08.00 WIB rombongan jemaat GBI berjumlah 50 orang dan 3 (tiga) orang awak kendaraan kembali ke Jakarta dengan menggunakan mobil bus PO. Giri Indah dengan nomor kendaraan B-7297-BI.

Mobil bus melintasi ruas jalan daerah Gunung Mas yang geometri jalan menurun dan menikung. Informasi dari saksi bahwa setelah melintasi perkebunan teh Gunung Mas mobil bus melaju dengan kecepatan tinggi.

Mobil bus pada pukul 08.30 WIB tiba di ruas Jalan Raya Puncak Bogor KM. 86, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan ruas jalan yang menurun dan menikung, mobil bus menabrak mobil pick up yang parkir di tepi jalan jalur berlawanan di depan toko material untuk menurunkan muatan tabung gas elpiji 3 kg. Kemudian mobil bus menabrak seorang yang sedang berada di depan toko material, selanjutnya mobil bus menabrak toko material dan akhirnya beserta mobil pick up masuk ke dalam sungai yang mempunyai kedalaman 8 (delapan) meter di sebelah kanan jalan.

Pada saat kejadian cuaca cerah dan kondisi lalu lintas lancar. Kecelakaan ini mengakibatkan 20 orang meninggal dengan rincian 14 orang meninggal dunia di tempat kecelakaan dan 6 (enam) orang meninggal dunia di rumah sakit, yang terdiri dari 18 orang penumpang mobil bus, 1 (satu) orang awak mobil bus dan 1 (satu) orang warga setempat.
Selain korban meninggal dunia, korban luka-luka berjumlah 34 orang. Korban yang meninggal dunia maupun luka-luka semua awalnya dievakuasi ke RS. Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor, setelah dilakukan tindakan medis pertama selanjutnya sebagian di rujuk ke RS. Sentra Medika Cibinong dan sebagian lagi dirujuk ke RSUD Ciawi.

Tabrakan mengakibatkan mobil bus dan mobil pick up berada di dasar sungai dengan jarak 2 (dua) meter satu sama lain dengan posisi mobil bus terbalik dan mobil pick up berbalik arah dengan menghadap arah kedatangan. Dari hasil investigasi disimpulkan faktor yang berkontribusi dalam kecelakaan ini adalah kondisi geometri jalan yang merupakan bahwa turunan panjang dan tikungan yang cukup tajam. Untuk melewati ruas jalan ini memerlukan konsentrasi, kewaspadaan dan keterampilan dalam mengemudikan kendaraannya.

4). Kecelakaan Semarang, 20 Februari 2015

Inilah petaka paling maut memasuki tahun 2015. sebuah bus pariwisata yang disewa rombongan pengajian terguling di tol Semarang, Jawa Tengah. Laman viva.co.id menulis, sebanyak 16 orang penumpang bus Sang Engon meninggal dunia setelah bus itu terguling di Tol Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah, Jumat siang.

Bus diduga melaju kencang saat masuk Tol Jatingaleh menuju arah timur menuju Tol Gayamsari. Bus tak terkendali, oleng ke kanan melompati pembatas jalan dan terguling.

Kepolisian setempat menetapkan sang pengemudi bus Sang Engon, M Husen sebagai tersangka. Sopir yang juga ikut terluka dalam kecelakaan itu diduga lalai sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas jalan.

5). Kecelakaan Cimahi, 8 Juli 2016

Bus yang mengangkut wisatawan menabrak dua mobil dan dua sepeda motor di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 8 Juli 2016 sekitar pukul 15.30 WIB. Kantor berita milik pemerintah, Antara menyebutkan bahwa kecelakaan itu menyebabkan sembilan orang meninggal dunia. Tujuh orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua orang di Rumah Sakit Cibabat. “Sopir bus juga meninggal dunia,” tulis Antara.

Kecelakaan maut ini diduga lantaran kondisi rem bus yang blong. Sedangkan penumpang bus adalah 50 orang yang hendak pulang ke Karawang, Jawa Barat setelah menikmati liburan di tempat wisata Curug Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jalan di lokasi kejadian kondisinya menurun.

6). Kecelakaan Alas Roban, 16 Juli 2016

Kawasan Alas Roban, Batang, Jawa Tengah menjadi saksi bisu kecelakaan maut bus dan truk pada Sabtu, 16 Juli 2016 malam. Bus Kramat Jati tujuan Jakarta berangkat dari Purwodadi, Sabtu sore. Namun, bus nahas itu menabrak truk tanki W 9233 UN bermuatan amoniak yang saat kejadian hendak berbelok ke rumah makan.

Sontak, tabrakan pun menimbulkan kemacetan panjang. Buntut dari tabrakan maut itu enam orang meninggal dunia dan 40-an lainnya menderita luka-luka. Dari keseluruhan korban luka, sebanyak 15 orang dirawat.

7). Kecelakaan Pemalang, 17 Desember 2016

Sebuah bus, yakni PO Handoyo mengalami kecelakaan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Sabtu, 17 Desember 2016, pukul 23.15 WIB. Bus lepas kendali di jalan yang menikung dan turunan. Bus menabrak pembatas jalan, lalu terguling dan masuk ke sawah.

Akibat kecelakaan tunggal itu delapan orang meninggal dunia dan belasan orang lainnya menderita luka-luka.
Saat kejadian, bus AA 1409 EA rute Yogyakarta-Jakarta itu sedang melaju dari arah Purbalingga menuju Pemalang. Kepolisian menetapkan sang sopir bus, Agus Suyanto sebagai tersangka.

8). Kecelakaan Ciloto, 7 Juli 2007

Pagi baru saja merayap menuju siang. Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 10.20 WIB, Sabtu, 7 Juli 2007. Bus pengangkut rombongan wisata sebanyak 54 orang dari SMP Islam Ar-Ridho melaju menuju Taman Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Rombongan itu terdiri atas siswa dan staf pengajar SMP Islam Ar-Ridho.

Saat tiba di jalan turunan Ciloto menjelang pertigaan Kota Bunga, Cimacan ± 100 meter sebelum jembatan Cikundul, bus tersebut oleng. Bus menabrak beberapa kendaraan yang meluncur dari arah berlawanan dan juga menabrak kendaraan di depannya . Kendaraan tersebut antara lain sepeda motor, Mitsubishi Colt 100 Pick Up dan Toyota Kijang.

Setelah menabrak beberapa kendaraan tersebut, bus kembali ke jalur sebelah kiri dan menabrak Daihatsu Ferosa serta Toyota Kijang yang berada di depannya. Kemudian bus kembali ke jalur sebelah kanan menabrak tembok dan pagar jembatan lalu jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman ± 15 meter.

Dalam kecelakaan ini 14 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, 1 (satu) orang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, 1 (satu) orang meninggal setelah mendapat perawatan. Kecelakaan ini juga mengakibatkan 28 (dua puluh delapan) orang mengalami luka berat dan 14 (empat belas) orang luka ringan.

Semua korban adalah penumpang, pengemudi dan kernet yang berada di bus Limas serta pengemudi motor juga penumpang Daihatsu Ferosa.

Seluruh korban kecelakaan dievakuasi ke Rumah Sakit Cimacan, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, PMI Bogor, dan RSUD Cianjur.

KNKT menyimpulkan faktor-faktor kemungkinan penyebab kecelakaan tersebut utamanya adalah akibat, pertama, pengemudi bus ngebut pada saat akan menyalip kendaraan di depannya dan tidak dapat mengendalikan busnya lagi.
Lalu, kedua, kendaraan yang tercatat masa ujinya berlaku dan dikatakan dirawat dengan baik, namun pada kenyataannya kendaraan tersebut tidak memenuhi persyaratan keselamatan. Ketiga, kondisi geometrik jalan yang menurun panjang dan menikung dengan ruang pandang yang tertutup dengan pohon dan bangunan, turut memberikan kontribusi yang besar terhadap kecelakaan.

9). Kecelakaan di Subang, 10 Februari 2018

Kecelakaan bus paling buruk di Indonesia terjadi pada Sabtu, 10 Februari 2018 pagi. Tabrakan itu merenggut 27 korban jiwa dan 17 korban luka-luka termasuk anak balita.
Korban berasal dari bus pariwisata Premium Passion bernopol F-7959-AA yang membawa rombongan dari Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bus mengalami kecelakaan di jalan raya Subang-Bandung, di Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Subang usai berwisata di Tangkuban Perahu menuju Subang.

Saat akan pulang melalui Subang, tepatnya di Tanjakan Emen, bus oleng dan menabrak sepeda motor hingga akhirnya menabrak tebing dan terguling. Pengendara sepeda motor yang ditabrak termasuk kedalam 27 korban jiwa.
Sontak peristiwa tragis ini mengundang perhatian banyak orang, tentu termasuk Korlantas Mabes Polri. Kepolisian menduga, seperti dilansir Antara (11/2) adanya mal fungsi di bagian rem bus sehingga memicu terjadinya kecelakaan. Berdasarkan analisis sementara, terlihat bahwa pengemudi bus berupaya menghentikan kendaraan sebelum akhirnya terguling.

Kawasan di lokasi kejadian adalah jalan menurun dan berkelok dengan permukaan aspal yang cukup bagus. Lokasi kecelakaan ini merupakan titik terakhir dari Tanjakan Emen, Subang. Dari titik awal tanjakan yang berada setelah tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu hingga titik kecelakaan, memiliki panjang 2,4 kilometer. (edo rusyanto)

foto-foto:
liputan6com
vivacoid
antara

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: