Skip to content

Fatalnya Kasus Tabrak Lari di Indonesia

10 Februari 2018

RANAH media sosial (medsos) diwarnai kabar kasus tabrak lari yang menimpa pesepeda kayuh di Jakarta, Sabtu, 10 Februari 2018. Tak lama kemudian, media arus utama khususnya media online pun memberitakan hal itu bahkan melakukan pengembangan ke pihak terkait, seperti kepolisian setempat.

Berita yang menyebar menyebutkan bahwa rombongan pesepeda kayuh asal Bekasi, Jawa Barat yang sedang melintas di Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan ditabrak sebuah mobil. Selain pesepeda kayuh, ada juga satu pesepeda motor yang terseruduk. Kecelakaan itu merenggut satu korban jiwa, yakni seorang jurnalis televisi dari RTV, Raden Sandy Syafiek.

Tabrak lari menjadi salah satu momok dalam kehidupan berlalu lintas jalan di Indonesia. Bahkan, Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengkategorikan tabrak lari sebagai tindak kejahatan.

Sanksi bagi pelaku tabrak lari pun cukup berat. Selain ancaman pidana penjara maksimal tiga tahun, juga ada ancaman denda maksimal Rp 75 juta. Bahkan, surat izin mengemudi (SIM) sang pelau terancam untuk dicabut.
Lantas, kenapa orang usai menabrak terus melarikan diri?

Sebelum menebak-nebak alasan untuk lari, mari kita tengok ketentuan yang ada jika pengemudi terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. UU No 22/2009 khususnya pasal 231 menyatakan bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan wajib menghentikan kendaraan yang dikemudikannya. Lalu, memberikan pertolongan kepada korban dan melaporkan kecelakaan kepada kepolisian. Selain itu, memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan.
Namun, karena keadaan memaksa sehingga pengemudi tidak dapat melaksanakan ketentuan itu, segeralah melaporkan diri kepada kepolisian terdekat.

Nah, dalam pasal 312, UU tersebut terlihat bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan kepada kepolisian terdekat tanpa alasan, dapat dipidana maksimal tiga tahun. Sedangkan dendanya paling banyak adalah Rp 75 juta.

Pada 2016, sekitar 20% korban tabrak lari berujung pada kematian. Padahal, secara keseluruhan, korban kecelakaan yang berujung kematian sebesar 15%.

Fatalitas Tabrak Lari

Ternyata, pasal 312 atau tabrak lari itu dikategorikan sebagai kejahatan sesuai dengan bunyi pasal 316. Kejahatan yang masuk dalam kategori ini selain tabrak lari di antaranya adalah penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang mengakibatkan kecelakaan. Lalu, orang yang merusak rambu, marka, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan sehingga tidak berfungsi. Serta pengemudi yang ugal-ugalan maupun pengemudi yang terbukti menjadi pelaku kecelakaan.

Oh ya, selain pidana penjara, kurungan, atau denda, pelaku tindak pidana lalu lintas juga dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan surat izin mengemudi (SIM) atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas. Pencabutan SIM dilakukan berdasarkan putusan pengadilan.

Getirnya kasus tabrak lari di Indonesia dapat dilihat dari tingkat fatalitas yang ditimbulkan. Sebagai gambaran, dalam rentang sembilan bulan 2016, sekitar 20% korban tabrak lari berujung pada kematian. Padahal, secara keseluruhan, korban kecelakaan yang berujung kematian sebesar 15%.

Pada 2016, kasus tabrak lari tercatat 36 kasus per hari, naik sekitar 1% dibandingkan periode sama 2015. Tercatat rata-rata dalam satu hari terdapat sekitar 9 orang meninggal dunia akibat tabrak lari.
Lantas, kenapa orang melarikan diri saat terlibat kecelakaan?

Pasti ada sejumlah alasan. Bisa jadi karena takut dihakimi massa atau memang tidak ingin bertanggung jawab. (edo rusyanto)

foto:istimewa

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: