Skip to content

Jalanin Aja Dulu, Terlihat dan Melihat

30 Januari 2018

MENCEGAH lebih baik ketimbang mengobati. Jargon itu demikian kondang di masyarakat kita.

Nah, di jalan raya, terutama saat berlalu lintas jalan, jargon tadi juga dapat diimplementasikan. Dua cara berikut ini boleh jadi dapat dijajal untuk memperkecil risiko terlibat dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Tentu saja, sekaligus menjadi sebuah upaya mereduksi fatalitas yang mungkin menimpa saat terlibat kecelakaan.

Kedua cara yang saya maksud adalah senantiasa terlihat dan melihat ketika berkendara di jalan.

Terlihat maksudnya adalah kendaraan kita dapat dengan mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya. Hal ini penting mengingat kecelakaan kerap akibat sesama pengendara tidak saling mengetahui ada kendaraan lain. Kejadian ini misalnya kecelakaan yang terjadi saat mendahului.

Cara untuk terlihat bisa beragam. Pertama, khususnya bagi pesepeda motor, senantiasa memakai jaket atau helm yang mudah dilihat pada siang maupun malam hari. Pilihan memakai warna cerah tergolong masuk akal. Begitu juga dengan fitur yang mudah berpendar ketika terkena cahaya saat berkendara malam hari.

Kedua, masih terkait pesepeda motor, senantiasa menyalakan lampu utama dapat ikut memperkuat teori terlihat. Secara umum, seluruh kendaraan yang berlalu lintas jalan sepatutnya dipastikan memiliki lampu-lampu yang dalam kondisi baik. Serta, tentu saja menghidupkan lampu sesuai kebutuhan. Misal, menyalakan lampu isyarat petunjuk arah ketika hendak berbelok atau berpindah lajur. Contoh lain, menggunakan lampu kabut ketika melintas di kawasan yang berkabut.

Lalu, ketiga, ini bisa diterapkan oleh pesepeda motor maupun pengendara mobil, yakni senantiasa menghindari berada di area tak terlihat (blind spot area). Maklum, area ini memperlebar celah terjadinya kecelakaan ketika berlalu lintas jalan.

Cara kedua adalah senantiasa melihat. Hal ini mengharuskan kita pengendara senantiasa fokus dan waspada. Beberapa cara melihat berikut ini dapat dijajal. Pertama, memandang jauh kedepan. Langkah ini lebih memperkecil risiko atas terjadinya insiden maupun kecelakaan. Masih terkait memandang ke depan, senantiasa melihat ke arah titik hendak berbelok ketika berada di tikungan jalan.

Kedua, senantiasa melihat kaca spion. Hal ini bermanfaat ketika hendak mendahului maupun berbelok atau pindah lajur. Tentu, ini untuk memastikan ada atau tidaknya pergerakan kendaraan dari arah belakang kita.

Ketiga, terutama bagi pesepeda motor, menoleh (head check) dapat membantu kenyamanan dan keselamatan ketika hendak berbelok atau pindah lajur.

Yuk, terus berkonsentrasi ketika berlalu lintas jalan guna memangkas fatalitas. Cara penting untuk mempertahankan konsentrasi adalah dengan senantiasa fokus dan waspada. Jajal deh. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: