Lanjut ke konten

Peringatan Hari Pejalan Kaki Diwarnai Tuntutan Publik

22 Januari 2018

LANGIT berawan. Angin menyapu lembut wajah. Di bagian lain, lautan kendaraan bermotor lalu lalang.

Sudut Kota Jakarta sore ini terasa sejuk. Tak ada terik matahari yang menyengat. Bilangan Tugu Tani, Jakarta Pusat memang tak pernah sepi, terutama pada hari kerja seperti Senin, 22 Januari 2018 sore itu.

Maklum, inilah kawasan pusat bisnis dan pemerintahan yang menjadi jantung Kota Jakarta. Di dekat kawasan itu ada Kantor Gubernur DKI Jakarta dan tak jauh dari situ juga berdiri megah Istana Presiden, tempat Presiden Republik Indonesia melaksanakan tugas kenegaraan. Dan, diantara dua kantor pemerintahan itu berdiri kokoh menjulang ke angkasa, Monumen Nasional (Monas).

Untuk kesekian kali, sejak 2013, saya hadir menjumpai pegiat keselamatan pejalan kaki, Alfred Sitorus dari Koalisi Pejalan Kaki di Halte Tugu Tani. Kami memperingati Hari Pejalan Kaki yang diinisiasi Koalisi tersebut. Peringatan ini sebagai tanda keprihatinan sekaligus untuk mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pejalan kaki, akan pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

“Kondisinya sudah darurat pejalan kaki,” kata Alfred, saat berbincang dengan saya di Halte Tugu Tani, Senin, 22 Januari 2018 sore.

Dia merujuk pada tingginya angka korban kecelakaan yang menimpa pejalan kaki. Data PT Jasa Raharja menunjukkan bahwa setiap hari setidaknya ada 53 pejalan kaki yang mendapat santunan korban kecelakaan tahun 2017. Mereka ada yang meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan.

Bagi saya, masih tingginya pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan tidak bisa dilepaskan dari kondisi lalu lintas jalan yang ada. Para pengendara kendaraan bermotor belum sepenuhnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Termasuk, masih belum memprioritaskan pejalan kaki yang notabene merupakan kelompok pengguna jalan yang mendapat prioritas. Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menegaskan bahwa setiap pengendara wajib memprioriaskan pejalan kaki. Misalnya, saat para pedestrian menyeberang jalan di area yang ada fasilitas menyeberang seperti zebra cross, terlebih di area yang tidak memiliki fasilitas tersebut.

Di sisi lain, tentu saja kesadaran pejalan kaki untuk berjalan yang aman dan selamat juga mutlak diterapkan. Misalnya, ketika menyeberang jalan di area yang tidak memiliki fasilitas penyeberangan, seyogyanya sungguh-sungguh memperhatikan situasi sekitar. Lalu, memberi isyarat tangan sebagai tanda akan menyeberang jalan.


Begitu juga ketika pedestrian berjalan di trotoar. Hendaknya memprioritaskan keselamatan. Berjalan penuh konsentrasi. Tidak disambi misalnya dengan berponsel ria.

“Di bagian lain, pemerintah juga mesti menyediakan transportasi publik yang beradab. Angkutan yang dapat diakses oleh seluruh pengguna angkutan, termasuk kalangan difabel,” tutur Dedi Herlambang, pegiat transportasi di sela Peringatan Hari Pejalan Kaki di kawasan Tugu Tani.

Bagi Alfred, pemerintah daerah (pemda), tentu saja termasuk gubernur, perlu menyediakan fasilitas publik seperti trotoar dan jembatan penyeberangan yang mudah diakses oleh seluruh pengguna jalan. Trotoar dan jembatan itu harus juga bisa diakses dengan baik oleh kalangan disabilitas.

Suara-suara publik tadi mewarnai peringatan hari pejalan kaki kali ini. Tentu bukan sekadar harapan, pemerintah mutlak mendengarkan sekaligus memberi pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jalan. Demi keselamatan seluruh pengguna jalan, selain kenyamanan dan keamanan bertransportasi.

“Kami dari Kemenhub punya sejumlah program untuk mendukung keselamatan berlalu lintas jalan. Tentu saja juga perlu dukungan dari kalangan masyarakat,” kata Ahamad Yani, direktur Pembinaan Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, saat memberi sambutan dalam kegiatan kali ini.

Dalam catatan saya, baru kali ini ada pejabat tinggi dari Kementerian Perhubungan, bahkan dari kalangan pemerintah yang hadir dalam peringatan hari pejalan kaki ala rakyat. Kehadiran pemangku kepentingan (stake holder) keselamatan jalan diharapkan mampu mempercepat perwujudan harapan publik. Setidaknya pejabat bisa mendengar langsung suara rakyat.


Muaranya tentu saja agar lalu lintas jalan dijauhkan dari fakta memilukan bernama kecelakaan. Seperti fakta kelam 13 pedestrian diterjang mobil yang dikemudikan pengendara mobil lepas kendali. Sembilan orang meregang nyawa dan empat menderita uka berat, pada suatu pagi di kawasan Halte Tugu Tani, Jakarta Pusat,  22 Januari 2012. Tragedi Tugu Tani itu pula yang mendorong Koalisi Pejalan Kaki menggulirkan Hari Pejalan Kaki setiap 22 Januari.

Dalam peringatan kali ini, selain diisi dengan pernyataan dari berbagai komunitas/kelompok publik, dilakukan tabur bunga dan peniupan peluit sebagai tanda daruratnya nasib pejalan kaki di Indonesia.

Soal kelamnya nasib pejalan kaki, di dunia, menurut data WHO, 22% korban kecelakaan adalah pejalan kaki. Angka itu setara dengan 747 pedestrian tewas per hari. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. vegadeth permalink
    23 Januari 2018 09:42

    trotoarnya sudah kepake sm PKL jd musuh pejalan kaki bukan kendaraan lg. Ndilalah PKL skrg jd anak emas Pemda DKI jd mo gmn lg.

  2. 24 Januari 2018 15:29

    Menurut data, Indonesia juga sebagai negara dengan pejalan kaki termalas se DUNIA.

    Kalau di Jakarta memang sulit juga untuk berjalan kaki, karena jalur pedestrian yang jauh dari ideal, permukaannya naik turun, ada lubang, conblock yang sudah parah. Area pejalan kakinya juga tidak dilindungi, bagian atas tidak terutup, kepanasan dan kehujanan. Belum lagi debu yang parah.

    Ini akibatnya yang membuat hampir seluruh pekerja kantoran memilih untuk naik kendaraan saja, ojek, ataupu taksi, padahal jaraknya sangat dekat …

    Malas bergerak juga tapi pinginnya kurus.

    Saya cukup yakin, kalau ada dukungan sarana untuk pejalan kaki yang memadai, serta terintegrasi dengan angkutan umum, juga akses ke gedung pasti akan lebih banyak yang ingin berjalan kaki.

    Dengan berjalan kaki & bersepeda tentunya penduduk jadi lebih sehat, produktivitas meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: