Lanjut ke konten

Perlukah Kita Mengenal Makna Warna Rambu?

16 Januari 2018

PERNAH menanyai orang di sekitar kita tentang jumlah warna rambu lalu lintas jalan sekaligus maknanya? Saya pernah dan memperoleh jawaban yang beragam.

Ada yang menjawab warna rambu jalan ada dua, tiga hingga empat jenis. Tapi, nyaris tidak ada yang menjawab persis soal makna dari jenis warna rambu itu.

Setahu saya, ada lima warna rambu, yaitu biru, hijau, kuning, merah, dan coklat.

Makna rambu itu pun beragam. Biru bermakna perintah. Lalu, hijau artinya petunjuk informasi. Kuning bermakna peringatan dan merah bermakna larangan. Sementara itu, rambu warna coklat bermakna informasi atau petunjuk arah lokasi wisata.

Bila jadi banyak orang di sekitar kita yang belum mengetahui jumlah warna rambu dan maknanya. Itu bukan salah mereka. Bisa jadi karena memang belum tahu karena tidak ada yang mengedukasi.

Saya melihat, pemahaman soal rambu termasuk masalah mendasar dalam urusan berlalu lintas jalan. Maksudnya, jika sudah tahu makna warna rambu, setidaknya mampu mendorong pengguna jalan yang bersangkutan dapat lebih tertib ketika berlalu lintas jalan. Sang pengguna jalan lebih bertindak hati-hati dan senantiasa memikirkan apa langkah yang harus dilakukan. Tak hanya pandai nyetir, tapi juga selalu berpikir.

Di luar pemahaman soal makna warna rambu, untuk urusan keselamatan berlalu lintas jalan banyak lagi level pengetahuan dan teknis yang lebih rumit. Sebut saja misalnya bagaimana cara mengerem yang efektif, aman, nyaman, dan selamat ketika bersepeda motor. Selain butuh pemahaman soal teknisnya, juga perlu pelatihan berulang-ulang agar terbiasa dengan cara pengereman yang aman dan selamat.

Kembali soal makna rambu. Betul bahwa sebatas tahu saja tidak cukup. Butuh pengimplementasian dalam tindak tanduk berlalu lintas jalan. Kesemua itu dapat selaras manakala kita memprioritaskan keselamatan saat berlalu lintas. Menempatkan keselamatan sebagai kebutuhan. Tidak saja untuk diri sendiri, tapi juga orang lain termasuk keluarga tercinta yang menanti di rumah. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 17 Januari 2018 08:18

    tau karena terbiasa dan menerka nerka, karena memang gak dapet pelatihan formal… dan pas tau jg karena uji teori sim, cos sblmnya baca materi walau sedikit lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: