Lanjut ke konten

Sopir Dihukum Karena Menabrak Penumpangnya

14 Januari 2018

PERISTIWA ini memberi pembelajaran sangat berharga bagi kita semua, khususnya bagi penumpang maupun awak bus. Tentu saja, perlu menjadi perhatian besar bagi pengemudi bus.

Kejadian berawal ketika suatu siang yang cerah. Perempuan penumpang bus turun. Lalu, perempuan tadi menyeberang jalan dari sisi depan bus. Pengemudi bus yang mengaku tidak tahu ada orang menyeberang menjalankan angkutan umum itu. Kecepatan bus berkisar 10-20 kilometer per jam.

Perempuan tadi tertabrak bemper bagian depan bus. Selain pingsan, terdapat luka-luka di tubuhnya. Korban pun dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, dalam perjalanan, jiwa sang korban tak tertolong.

Belakangan, sang pengemudi bus dan manajemen perusahaan angkutan umum bertemu dengan keluarga korban. Perdamaian pun terjadi, termasuk sang pengemudi memberi santunan sebesar Rp 6 juta kepada keluarga korban.
Pihak keluarga korban pun tidak menuntut. Menerima peristiwa itu sebagai takdir.

Tapi, ternyata kasus itu berlanjut ke ranah hukum. Penegak hukum bahkan membidik pengemudi bus dengan tuntutan tujuh bulan pidana penjara. Sang pengemudi dituduh melanggar Pasal 310 ayat 4 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal tersebut intinya menyatakan bahwa seseorang yang menyebabkan kecelakaan dan membuat orang lain meninggal dunia dipidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Majelis Hakim dalam dokumen putusan Pengadilan Negeri akhirnya memvonis sang pengemudi bus dengan hukuman empat bulan pidana penjara. Salah satu yang dianggap meringankan adalah adanya kesepakatan damai dan pemberian santunan dari terdakwa kepada keluarga korban.

Pembelajaran Penting

Bagi kita para penumpang bus, peristiwa di salah satu kota di Jawa Timur ini memberi pembelajaran amat berharga. Kehati-hatian saat naik maupun turun dari bus. Bahkan, termasuk ketika berada di dalam bus.

Khusus saat turun dari bus, apalagi ketika hendak menyeberang, mutlak menggandakan kewaspadaan. Mutlak untuk melihat situasi sekitar untuk memastikan pergerakan lalu lintas jalan cukup aman untuk menyeberang. Menyeberang dari sisi depan bus yang baru saja dituruni tentu berisiko tinggi. Terlebih, bila sang pengemudi tidak mengetahui ada pergerakan orang di bagian tersebut.

Kecelakaan ini menjadi pembelajaran penting bagi awak bus, terutama sang pengemudi. Saat memutuskan untuk kembali melaju, mutlak untuk memastikan tidak ada orang maupun obyek lain di bagian depannya.

Kita sebagai pengguna jalan, termasuk pengguna angkutan umum tak ingin terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Keselamatan merupakan prioritas. Karena itu, menempatkan keselamatan sebagai kebutuhan membuat kita lebih hati-hati dan waspada. Kita semua tahu, kecelakaan amat menyakitkan dan berdampak luas. Mari lebih waspada. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: