Lanjut ke konten

Waspadai Potensi Kecelakaan Malam dan Dinihari

31 Desember 2017

Pesta telah usai, tahun berganti. Ketika terpaksa berkendara, mutlak tetap berkonsentrasi. Waspadai rentang waktu kecelakaan dinihari.

Bila terpaksa berkendara tengah malam, termasuk dinihari menjelang pagi, butuh konsentrasi lebih tinggi. Jam biologis manusia pada rentang waktu itu merupakan saatnya istirahat. Rasa kantuk hadir mendera.

Padahal, kita tahu bahwa rasa kantuk akan merongrong konsentrasi. Ketika itulah kemampuan pengemudi mengantisipasi situasi berada di titik kritis. Pintu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan pun kian lebar.

Sudah banyak contoh untuk itu. Kita bisa belajar dari pengalaman untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas jalan. Kesemua itu dimulai dengan membangun budaya keselamatan sebagai prioritas. Keselamatan untuk diri sendiri dan orang lain.

Berkendara malam hingga dinihari memiliki tantangan tersendiri. Ada sejumlah aspek yang mutlak diperhatikan pengendara guna memangkas potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

Berikut ini hal yang mutlak diwaspadai:

1). Rasa kantuk
Aspek ini paling berbahaya. Berkendara dalam kondisi mengantuk bisa merusak konsentrasi. Pada gilirannya konsentrasi yang terganggu amat mungkin memicu terjadinya kecelakaan.

2). Silaunya cahaya lampu
Cahaya yang dipancarkan lampu utama dari kendaraan bermotor dapat menyilaukan mata. Saat penglihatan terganggu bukan tidak mungkin sang pengendara kesulitan mengendalikan kendaraannya.

3). Minimnya penerangan jalan
Jarak pandang menjadi berkurang saat penerangan jalan amat minim. Hal ini membuat pengendara menjadi kesulitan mengantisipasi situasi ketika berhadapan dengan kehadiran secara tiba-tiba suatu obyek. Baik itu obyek tidak bergerak apalagi obyek bergerak yang melintas di depan mata.

4). Rasa lelah

Jam biologis manusia adalah beristirahat pada malam hari. Tubuh manusia butuh waktu untuk memulihkan kebugaran. Bila siklus istirahat diubah, tetap saja ada peluang kehadiran rasa lelah. Tubuh yang lelah bisa jadi merusak konsentrasi.

5). Rasa monoton
Aspek ini membuat pengendara menjadi menerawang atau melamun. Juga nemungkinkan berhalusinasi yang ujungnya lagi-lagi dapat merusak konsentrasi.

Jangan lupa, rentang waktu 18.00-24.00 merupakan area rawan kecelakaan ketiga terbesar di Indonesia pada 2016. Di area waktu ini setiap hari ada 63 kecelakaan. Angka itu setara dengan sekitar 22% kecelakaan tahun lalu.

Selamat Tahun Baru 2018. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 31 Desember 2017 19:29

    Mantabs bro Edo… Lanjutkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: