Skip to content

Indonesia Belum Masuk Level Keselamatan Jalan Negara Maju

7 Desember 2017
tags:

SUASANA ballroom gedung Plaza Bapindo, Jakarta Selatan dipenuhi banyak orang. Saya taksir jumlahnya lebih dari seratus orang. Maklum, ruangan di lantai 9 gedung jangkung di pusat bisnis Jakarta itu ketempatan ajang nasional, Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017.

Bagi saya, IRSA menjadi ajang tahunan yang cukup konsisten menebar semangat berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Tahun 2017 adalah kali kelima sejak digulirkan pada 2013. Penyelenggaranya, PT Asuransi Adira Dinamika atau yang kondang disebut Adira Insurance dan bermitra dengan majalah Swa.

“Kami berharap pesan dan semangat IRSA terus menular hingga seluruh wilayah di Indonesia,” kata Julian Noor, Direktur Utama Adira Insurance, dalam sambutan Penghargaan IRSA 2017, di Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017 siang.
Dia bicara di hadapan perwakilan lima pilar keselamatan lalu lintas jalan di Indonesia yang mencakup Kementerian perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Korlantas Mabes Polri. Kali ini, hanya Bappenas yang hadir tidak diwakili.

Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro selaku menteri langsung hadir sendiri. “Saya menyampaikan permohonan maaf Bapak Menteri Perhubungan yang sedang ada tugas lain,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi, saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan.

Selain petinggi lima pilar itu tentu saja hadir perwakilan 23 pemerintah daerah (pemda) selaku finalis IRSA 2017. Di luar itu tampak sejumlah akademisi, aktivis keselamatan jalan, dan para jurnalis dari berbagai media massa.
Ke-23 pemda itu merupakan yang lolos dari 12o kota dan kabupaten yang dijaring panitia IRSA 2017. Jumlah peserta kali ini lebih besar dibandingkan ajang serupa 2016 yang sebanyak 110 kota dan kabupaten.

Finalis dijaring berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya melalui tahap shortlisting. Nah, saya hampir setiap tahun ajang IRSA kebagian di tahap shortlisting, alias memilih daftar kecil calon finalis.

Setelah itu dilakukan penjurian. Sebelum itu ada tahap obeservasi lapangan dan survei.

Belum Level
Kecelakaan lalu lintas jalan masih terus bermunculan di Tanah Air. Indonesia bahkan mencatat 280-an kasus per hari yang merenggut 70-an jiwa per hari pada 2016. Belum lagi, setiap hari, ratusan orang yang menderita luka ringan dan berat.
“Karena itu, masalah keselamatan jalan merupakan program utama kami,” ujar Bambang.

Dia menilai, Indonesia belum masuk level tingkat keselamatan jalan negara-negara maju. Di sejumlah negara maju yang dia lihat seperti di Jerman, Jepang, dan Korea Selatan, kehadiran polisi lalu lintas (polantas) tidak mencolok di jalan-jalan kota. “Di Jerman dan Jepang tidak terlihat polantas di jalan. Disana diterapkan CCTV dan tilang elektronik. Bahkan, di Seoul juga diterapkan hal yang sama. Ini mungkin tingkat keselamatan negara maju. Kita belum sampai pada level negara maju,” ujar Menteri Bappenas.

Di negara maju tingkat fatalitas kecelakaan jauh lebih kecil dibandingkan negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut Bambang, kualitas jalan penting untuk memangkas fatalitas kecelakaan, selain perilaku pengguna jalan dan kendaraan yang aman dan selamat. “Tantangan besar kita adalah menurunkan fatalitas, terutama bagi pengguna sepeda motor dan pejalan kaki. Tahun 2016, sebanyak 72% kecelakaan melibatkan sepeda motor. Dan, sebanyak 80% korban kecelakaan adalah usia produktif sehingga fatalitas tinggi bisa membawa kemiskinan para keluarga korban kecelakaan,” papar dia.


Karena itu, kehadiran IRSA menjadi ajang penting dalam menyebarkan sinergisitas keselamatan jalan di Indonesia. “IRSA menjadi inspirasi berperilaku keselamatan lalu lintas setara negara maju. Selain, tentu saja menjadi ajang kompetisi sehat, forum koordinasi sekaligus untuk saling belajar,” ujar Bambang.

Sementara itu, kata Julian, pemenang IRSA dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program-program dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi.
Para pemda yang menjadi finalis IRSA 2017 memang terus meningkatkan tata kelola tersebut. Bogor misalnya.
Kota tersebut terpilih sebagai finalis salah satu kota terbaik kategori Kota dengan Kepadatan Penduduk Tinggi. Kota ini terpilih sebagai pemenang penghargaan per pilar “Road Safety”, yakni kategori Pilar dua jalan yang berkeselamatan (Safer Road) dan Pilar tiga kendaraan yang berkeselamatan (Safer Vehicle). Selain itu, meraih penghargaan khusus terbaik kota pada upaya meningkatkan kualitas sarana pejalan kaki yang berkeselamatan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang menerima langsung penganugerahan tersebut dari Menteri Bappenas mengatakan, Pemkot Bogor terus memperbaiki sarana publik. Salah satunya, dengan membangun akses bagi pejalan kaki yakni fasilitas pedestrian secara bertahap.

“Tahap pertama sudah dibangun di seputaran Kebun Raya Bogor. Kota Bogor mendapatkan penghargaan dalam penilaian penambahan fasilitas bagi para pejalan kaki,” kata Bima, seperti dilansir Antara, Kamis, 7 Desember 2017.

Tahun depan, lanjut Bima, Pemkot Bogor sudah menganggarkan untuk melanjutkan pembangunan fasilitas pejalan kaki ke beberapa wilayah, seperti Jl Suryakencana dan Jl Jendral Sudirman. (edo rusyanto)

Daftar Nama Kota dan Kabupaten Indonesia Road Safety Award 2017 :

1.  Kategori Kota dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi :
– Pemenang Utama :  Kota Tangerang.
– Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management) : Kota Tangerang.
– Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road) : Kota Tangerang.
– Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle) : Kota Bogor.
– Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User) : Kota Bogor.
– Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response) : Kota Tangerang.

2. Kategori Kota dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Rendah :
– Pemenang Utama : Kota Semarang.

– Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management) : Kota Semarang.
– Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road) : Kota Semarang.
– Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle) : Kota Semarang.
– Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User) : Kota Samarinda.
– Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response)
Kota Semarang.

3. Kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi :
– Pemenang Utama : Kabupaten Pekalongan.

– Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management) : Kabupaten Pacitan.
– Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road) : Kabupaten Pekalongan.
– Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle) : Kabupaten Pekalongan.
– Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User) : Kabupaten Pekalongan.
– Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response)
Kabupaten Pekalongan.

4. Kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Rendah :
– Pemenang Utama : Kabupaten Bangka.

– Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management) : Kabupaten Sintang.
– Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road) : Kabupaten Bangka.
– Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle) : Kabupaten Banyuasin.
– Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User) : Kabupaten Bangka.
– Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response) : Kabupaten Bangka.

5. Kategori Kota/Kabupaten “Excellent City 2017” :
– Pemenang Utama : Kota Surabaya.

– Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management) : Kota Balikpapan
– Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road) : Kota Surabaya.
– Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle) : Kota Balikpapan.
– Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User) : Kabupaten Surabaya.
– Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response) : Kabupaten Jepara.

6. Penghargaan Khusus :
– Kota atau Kabupaten Terbaik pada Upaya Meningkatkan Jumlah Pengguna Angkutan Umum : Kota Semarang.
– Kota atau Kabupaten Terbaik pada Upaya Meningkatkan Kualitas Sarana Pejalan Kaki yang Berkeselamatan : Kota Bogor.
– Kota atau Kabupaten dengan Program Inovasi Terbaik dalam Upaya Meningkatkan Tata Kelola Keselamatan Jalan : Kota Semarang.
– Kota atau Kabupaten Terbaik Pada Upaya Menurunkan Rata-Rata Angka Kecepatan Kendaraan : Kota Surabaya.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: