Skip to content

Baru Tahu Ada Kampung Ramah Anak dan Tertib Lalu Lintas

24 September 2017

PERHATIAN publik kepada nasib anak-anak, khususnya terkait keselamatan berlalu lintas jalan, kian tinggi. Boleh jadi karena kelompok usia anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan jumlahnya cukup tinggi.

Dalam rentang 2012-2016, mengutip data Korlantas Mabes Polri, setidaknya 21 ribuan anak di bawah usia 15 tahun menjadi korban kecelakaan di jalan. Sebuah angka yang tidak main-main. Mereka adalah generasi penerus bangsa.

Menjaga keselamatan anak sama dengan menjaga keberlangsungan bangsa. Tentu saja kita ingin anak-anak bertumbuh secara baik, sehat dan cerdas. Kecelakaan lalu lintas jalan menjadi salah satu hal yang harus disingkirkan dari kehidupan anak-anak kita.

Karena itu, ketika saya mendapat surat elektronik (surel) dari kolega saya, Mulawarman, Minggu, 24 September 2017 siang tentang Kampung Ramah Anak – Tertib Lalu Lintas, muncul rasa penasaran. Seperti apa kampung yang disebut terletak di Cengkeh Turi, Binjai, Sumatera Utara itu.

Kolega saya yang mengirim surel bekerja di PT Astra International Tbk. Program kampung itu digulirkan oleh perusahaan tempatnya bekerja yang pada semester I-2017 mengantongi pendapatan sekitar Rp 98 triliun. Seremonial peluncuran program itu digulirkan Minggu, 24 September 2017 di Medan, Sumatera Utara dalam Inspirasi 60 Tahun Astra. Ajang itu menghadirkan sejumlah pejabat, salah satunya adalah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

“Semoga pembinaan keselamatan berlalu lintas di Binjai oleh Astra ini dapat menjadi contoh di Indonesia dan harus terus kita gemakan,” ujar Budi Karya Sumadi saat membuka kegiatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi, Binjai, Sumatera Utara, Minggu, 24 September 2017.

Pernyataan Menhub yang saya kutip dari laman resmi Astra International itu juga menyebutkan bahwa melalui pembinaan keselamatan, anak muda diingatkan agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas jalan. Dia mengutip data Global Status Report on Road Safety yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa lebih dari satu juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Tiga hingga empat orang korban tersebut berusia 15 tahun hingga 29 tahun.

Seingat saya, program Kampung peduli keselamatan jalan pernah juga digulirkan Astra International. Perusahaan yang pada semester I-2017 mengantongi laba bersih sekitar Rp 9,36 triliun itu menggulirkan Kampung Safety Honda (KSH) di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 25 Januari 2015. Kampung ini digulirkan oleh PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation (Astra Motor).

Tentu saja gagasan kedua kampung itu bisa saling melengkapi. Maksudnya, apa yang ada di Semarang dan Binjai bisa saling mengisi terkait konsep keselamatan jalan. Di Semarang misalnya. Jika ada warga kampung, pengendara sepada motor yang tidak mengindahkan imbauan keselamatan jalan maka akan dicatat. Laman kompas.com menyebutkan, warga yang kerap melakukan pelanggaran akan mendapat ganjaran sanksi moral yang sudah ditetapkan pimpinan warga.

Nah, di Semarang untuk mengedukasi warga didirikan beberapa rambu lalu lintas yang berisi imbauan keselamatan jalan seperti soal penggunaan helm dan motor hanya dikendarai maksimal dua orang. Selain itu, dibaangun posko safety riding.

Entah konsep kampung yang di Binjai, Sumatera Utara. Saya belum mendapat detailnya. Jika merujuk surel yang saya terima, salah satu jurus mengedukasi anak-anak adalah lewat lomba mewarnai yang bertema keselamatan jalan lalu lintas jalan.

Saya optimistis ini merupakan langkah untuk edukasi bagi masyarakat. Tentu saja dengan catatan dilakukan secara tepat dan konsisten. Tidak sekadar sambil lalu.

Edukasi yang berulang-ulang kepada warga, khususnya anak-anak, diharapkan mampu menanamkan kesadaran pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Hal ini menjadi penting mengingat masih tingginya kasus kecelakaan di Tanah Air. Setiap hari, setidaknya 289 kecelakaan terjadi di seantero negeri. Kecelakaan itu merenggut 70-an jiwa per hari. (edo rusyanto)

foto: astra international

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: