Skip to content

Barisan Mentor SCA Siap Bergerak

17 September 2017

BELASAN orang duduk rapih di ruangan berpendingin di salah satu gedung jangkung di sudut Jakarta Selatan. Mereka berasal dari beragam latar kelompok, namun dengan roh yang nyaris sama, yakni para anggota kelompok pengguna sepeda motor.

Kehadiran 15 orang yang didapuk sebagai mentor Safety Campaign Award (SCA) 2017 itu dalam rangka pembekalan. Ada tiga materi utama yang digulirkan sepanjang pagi hingga sore hari.

“Ada materi seputar kecelakaan dan data. Lalu, pemanfaatan media sosial sebagai perluasan kampanye keselamatan serta terakhir adalah materi ketrampilan bersepeda motor guna mencegah fatalitas kecelakaan,” tutur Faridha, coordinator SCA 2017, Sabtu, 16 September 2017 saat berbincang dengan saya.

Saya kebagian membahas tentang data dan fakta seputar kecelakaan lalu lintas jalan. Untuk urusan yang satu ini menekankan pada kampanye yang berbasis fakta data sehingga pesan yang disampaikan dapat tepat sasaran. Data sebagai kebijakan kegiatan dapat mengarahkan bentuk kampanye dan target kampanye. Tentu, termasuk mampu mengukur efektifitas kampanye.

“Tapi, tidak gampang mendapatkan data kecelakaan,” kata Willy, salah satu mentor berasal dari Tric.

Dalam konteks ini yang terutama adalah bagaimana aktifitas kampanye keselamatan jalan bukan berbasis persepsi. Aktifitas harus punya alasan kuat merujuk pada fakta data yang ada. Di bagian lain, lewat pemahaman fakta data yang ada termasuk regulasi yang berlaku, dapat membuat kampanye lebih tajam dan terukur. Pentingnya data tadi juga berkaitan dengan membangun evaluasi yang kritis dan inovasi pada masa mendatang.

Fakta yang ada saat ini memperlihatkan bahwa dalam rentang 2012-2016 kasus kecelakaan turun 11% menjadi 289 kejadian per hari. Begitu juga dengan fatalitasnya, yakni turun 12% menjadi 71 orang per hari.

Di sudut lain, fakta juga memperlihatkan bahwa kecelakaan dominan dipicu oleh faktor manusia. Di faktor ini berkaitan dengan ketrampilan berkendara, perilaku berlalu lintas jalan hingga pemahaman akan aturan yang berlaku serta kemauan untuk menerapkannya sebagai kebutuhan.

Indonesia mencatat ada 23 ribuan pelanggaran aturan di jalan setiap hari. Ini menjadi bekal utama terjadinya kecelakaan. Karena itu, langkah awal adalah bagaimana membenahi mindset pengguna jalan agar tidak sudi melanggar aturan. Muaranya, menempatkan keselamatan sebagai prioritas ketika berlalu lintas.

Medsos dan Ketrampilan

Sementara itu, Ray Rahendra dari Think Web mengajak para mentor SCA 2017 agar lebih tajam lagi dalam memanfaatkan media sosial (medsos) dalam menyebarluaskan kampanye keselamatan jalan. Ketika para mentor mendampingi kelompok pesepeda motor peserta SCA 2017 dapat lebih memotivasi dan memperluas jangkauan kampanye.


“Salah satunya dengan memaksimalkan pemakaian hastag di medsos seperti twitter dan instagram,” ujar Ray kepada peserta workshop.

Sejak SCA digulirkan pada 2014, banyak peserta yang memanfaatkan medsos dalam memperluas kampanye mereka. Namun, kini diajak lebih tajam dan lebih fokus lagi sehingga tepat sasaran.
“Bagaimana caranya agar unggahan kita di facebook dapat dibaca oleh pengikut kita?” tanya Beno, salah satu mentor.

Terkait hal ini Ray mengajak agar mentor memanfaatkan fanpage dan FB group. Lewat kedua jenis dari tiga varian facebook itu pesan dapat lebih tepat sasaran kepada para pengikut peserta SCA.
Di sisi lain, Aan Gandhi dari Global Devensife Driving Consulting (GDDC) membekali para mentor SCA 2017 terkait teknik bersepeda motor yang aman dan selamat. Teknik berkendara konvensional yang tidak mengusung kaidah keselamatan dapat membuka celah terjadinya kecelakaan di jalan raya.

“Kami ajak teman-teman untuk lebih antisipatif terhadap kondisi lalu lintas jalan. Inilah pesan utama defensive riding. Salah satunya, lewat posisi duduk dan cara meng-handle sepeda motor dengan benar,” tutur Aan.


Banyak hal yang dipaparkan. Tujuannya agar para mentor lebih terbuka matanya untuk urusan ketrampilan yang notabene salah satu aspek penting dalam pencegahan kecelakaan. “Misal, cara menikung dan pengereman harus dapat lebih dimaksimalkan. Termasuk menjaga jarak aman berkendara yang tiga detik,” sergah Aan lagi.

Selama hampir enam jam workshop bagi para mentor SCA 2017 akhirnya ditutup pada pukul 16.15 WIB. Hal yang menarik adalah efektifitas transfer of knowledge dalam ajang workshop kali ini memperlihatkan tren membaik. Merujuk pada hasil pre and post test yang disebar kepada para mentor terlihat adanya peningkatan pemahaman sekitar 9%.

Hasil pre test memperlihatkan bahwa nilai rata-rata pemahaman para mentor adalah tujuh. Sedangkan saat usai mengikuti workshop naik 9% menjadi delapan. “Ajang ini menarik dan bermanfaat buat para mentor,” ujar Reza, salah satu mentor.

Kali ini, para mentor berasal dari Tric, Koster, Pulsarian, Adira, Jarak Aman, dan RSA. Jumlah mereka totalnya ada 20 orang, namun yang ikut pembekalan alias workshop kali ini sebanyak 15 orang. “Lima yang lainnya izin tidak ikut karena ada kegiatan lain, termasuk dua mentor dari RSA tidak ikut,” tukas Faridha.

Para mentor segera bergerak mendampingi 10 kelompok pengguna sepeda motor yang lolos seleksi tim juri SCA 2017. Rencananya, awal Oktober 2017 para peserta SCA 2017 sudah mengimplementasikan apa yang diusulkan dalam proposal mereka.

Setiap kelompok peserta SCA 2017 akan didampingi dua mentor. Tugas mentor terutama adalah menjembatani komunikasi antara 10 finalis SCA 2017 dengan panitia. Tentu yang tidak kalah penting adalah mentor memberi motivasi dan inovasi kepada kelompok yang didampinginya. “Nanti ada dua pertemuan lagi bagi para mentor, termasuk dengan kelompok yang didampinginya,” kata Faridha.
Selamat bekerja, terus bergerak. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 17 September 2017 15:54

    Terus bergerak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: