Skip to content

Pengalaman Bikers Mengurus Jaminan Santunan Kecelakaan

7 September 2017

WAJAH kelelahan dan menanggung rasa sakit mencuat dari bro Djossy. Malam itu ia harus meringkuk di atas ranjang Rumah Sakit Hermina Mekarsari, Cileungsi, Bogor lantaran kecelakaan lalu lintas jalan.

“Maaf bang merepotkan. Saya kecelakaan,” ujar pria muda penyuka touring itu saat kami bersua, Jumat, 1 September 2017 malam.

Saya datang bersama sejumlah teman Independent Bikers Club (IBC), Jakarta. Bro Djossy bagian dari IBC yang didirikan pada 2006 di Jakarta. Pengurus dan anggota IBC yang datang ke rumah sakit malam itu cukup lengkap. Mulai dari ketua hingga bendahara. Kami bergantian masuk ke ruang penanganan.

Ruang Instalasi Gawat Darurat menjadi saksi bagaimana jurnalis media online di Jakarta itu melewati kecutnya kecelakaan. “Kejadiannya di tengah kemacetan, ada mobil menyerempet saya dari arah berlawanan,” papar pria lajang itu lagi.

Obrolan bergulir soal kejadian yang dialami bro Djossy dalam perjalanan dari kawasan Purwakarta menuju kawasan Jakarta Selatan. Saat perjalanan menuju tempat kost, pria asal Nusa Tenggara Timur itu memilih jalur Cileungsi, lalu Cibubur dan seterusnya ke Jakarta Selatan. Sekitar 30-an kilometer menuju tempat kost itulah kecelakaan terjadi. Kecelakaan membuat kakinya terluka dan jemari tangan terluka. Sedangkan sepeda motornya mengalami kerusakan tidak serius.

“Kecelakaan terjadi di dekat Taman Buah Mekarsari, mobil yang nyerempet entah kemana,” katanya.

Setelah dibantu warga, pihak rumah sakit melakukan sejumlah tindakan. Mulai dari mengobati luka luar hingga melakukan foto rongent.

“Ruas jari tangannya akan kami rapihkan lewat operasi, sedangkan retakan di telapak kaki akan kami gips,” ujar dokter jaga saat berbincang dengan saya.

Operasi dilakukan Sabtu, 2 September 2017 pagi. Pihak rumah sakit mensyaratkan ada uang jaminan 75% dari estimasi biaya total sekitar Rp 15 juta. “Sudah saya talangi termasuk tambahan dari uang kas IBC, uang jaminan Rp 8 juta,” tutur bro Andi, sekretaris IBC, Sabtu pagi sebelum operasi.

Operasi berjalan mulus. Pasien bisa keluar dari rumah sakit keesokan harinya dan selanjutnya beberapa hari kemudian datang lagi untuk buka jahitan di jari tangan.

Di tengah itu semua saya meminta bro Andi ditemani bro Eko untuk membuat laporan kecelakaan ke pihak kepolisian mengingat saat kejadian tidak ada polisi. Lokasi kantor polisi tak jauh dari rumah sakit. Laporan pun dilakukan Sabtu siang.

Berbekal keterangan saksi yang menolong bro Djossy pada saat kejadian, polisi membuat surat laporan. Materi laporan juga dilengkapi dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan. Tentu juga dilengkapi foto korban dan kendaraan korban.

“Setelah itu polisi mengirim email ke Jasa Raharja dan pihak Jasa Raharja mengirim email untuk menanggung biaya korban, maksimal Rp 20 juta,” tutur bro Andi.

Lalu lintas surat elektronik itu bergulir dalam hitungan jam. Prosesnya tidak rumit. Karena itu, saat keluar dari rumah sakit, bro Djossy hanya membayar biaya kelebihan sekitar Rp 1,2 juta. Uang talangan bro Andi dikembalikan utuh dalam bentuk tunai. “Proses administrasi aman dan lancar,” tutur bro Djossy.

Mekanisme penjaminan biaya perawatan dari Jasa Raharja meringankan beban korban kecelakaan. Memikul beban luka saja sudah berat, apalagi ditambah beban biaya. Belajar dari pengalaman bro Djossy, kata kunci ada di polisi. Maksudnya, saat laporan kecelakaan sudah ada dan dikirim ke Jasa Raharja, saat itulah penjaminan bisa keluar.

“Laporan polisi atau kejadian yang sudah diinputkan oleh kepolisian ke Data Laka IRSMS Polri / polda /polres yang terkoneksi dengan kantor JR setempat menjadi dasar pembuatan Jaminan perawatan korban di rumah sakit,” kata Kepala Seksi Penyuluhan PT Jasa Raharja, Den Ramadhan, dalam pesan what’s app kepada saya Rabu, 6 September 2017.

Ngomong-ngomong, Jasa Raharja telah mengeluarkan santunan biaya perawatan sekitar Rp 652 miliar pada 2016. Angka itu setara dengan sekitar 90 ribu orang. (edo rusyanto)

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 7 September 2017 15:14

    Jasa Raharja telah mengeluarkan santunan biaya perawatan sekitar Rp 652 miliar pada 2016. Angka itu setara dengan sekitar 90 ribu orang.

    –> 90 ribu orang itu berapa % dari total korban laka di 2016?

    • 7 September 2017 17:31

      sekitar 74%.

  2. ronald permalink
    7 September 2017 15:36

    smg cpt pulih utk bro Jossy, thnks mas info dan pengalamannya bermanfaat bwt yg suka riding.. salam dr Yamaha Vixion Club Depok

    • 7 September 2017 17:31

      makasih bro

  3. 8 September 2017 05:46

    thx Eyang Edo share pengalaman urus jaminan santunan kecelakaan ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: