Skip to content

Gerakan Keselamatan Jalan Bertajuk SCA

20 Agustus 2017
tags:

GERAKAN publik ini berlandaskan moralitas. Tak heran bila menjelma menjadi gerakan moral, bukan politik apalagi anarki.

Kampanye yang digaungkan sarat pesan moral. Ajakan untuk kembali dengan selamat ke rumah. Caranya, selalu berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Modalnya, menggunakan akal sehat dan nurani. Sekali lagi, bukan modal otot apalagi anarki.

Itulah substansi gerakan publik bertajuk Safety Campaign Award (SCA) yang diinisiasi para pegiat keselamatan jalan (road safety) di Jakarta. Tahun 2017, merupakan kali keempat SCA digulirkan sejak pertamakali diperkenalkan pada 2014. “Tahun 2017, kami mengusung dua tema besar yakni seputar keselamatan berbasis pengguna jalan dan langkah yang dilakukan pascakecelakaan,” ujar Fatidha, ketua panitia SCA 2017, di Jakarta, Sabtu (19/8) sore.

Pandangan Faridha dilontarkan di hadapan seratusan anak-anak muda yang berkumpul sejak sore itu hingga sekitar pukul 19.30 WIB di Bangi Kopi, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hari itu adalah peluncuran dimulainya SCA 2017 yang secara tradisi diikuti oleh kelompok pengguna sepeda motor di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Keempat kota itu adalah wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Menurut Faridha, kehadiran gerakan ini berlandaskan pada keprihatinan tingginya korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Bagaimana tidak, pada 2016, setiap hari, rata-rata ada 71 jiwa melayang akibat kecelakaan di jalan.

Tunggu dulu, angka tahun 2016 itu bila dibandingkan sepuluh tahun terakhir, yakni tahun 2007, melonjak sekitar 53%. Miris.

Oh ya, dari sisi kasus kecelakaannya, dalam rentang waktu yang sama melonjak sekitar 113%. Pada 2016, menurut data Korlantas Mabes Polri, setiap hari rata-rata ada 289 kecelakaan di jalan raya.

Konsistensi Gerakan

Sejak pertamakali terlibat dalam gerakan SCA tahun 2014, saya melihat konsistensi Adira Insurance (Adira) cukup kuat. SCA menjadi salah satu program Adira. Maklum, segala fasilitas kebutuhan dan pembiayaan untuk apresiasi terhadap kelompok pengguna sepeda motor sepenuhnya ditopang oleh perusahaan asuransi tersebut. Sekalipun demikian, masih layak disebut sebagai gerakan publik mengingat aktifitas kampanye keselamatan jalan ini seluruhnya dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengguna sepeda motor.


“Kami memilih kampanye lewat kelompok pengguna sepeda motor karena mereka merupakan kelompok yang berkenan menyuarakan pesan keselamatan jalan kepada lingkungan sekitarnya,” tutur Faridha yang juga karyawati Adira.

Peserta SCA adalah kelompok pesepeda motor yang lolos seleksi setelah melewati proses penjaringan berupa syarat adiministrasi. Syarat itu mencakup identitas kelompok, memiliki program keselamatan jalan, dan rencana aksi yang akan digulirkan.

Dari puluhan kelompok pesepeda motor yang mengirimkan proposal, ditetapkan sepuluh besar kelompok pesepeda motor yang berhak mengikuti SCA. Lalu, setelah mereka mengimplementasikan rencana aksinya, akan dinilai oleh dewan juri.

Selanjutnya ditetapkan tiga kelompok yang patut mendapat apresiasi. Salah satu wujud apresiasi itu adalah berupa hadiah uang, termasuk uang dana kegiatan aksi selanjutnya. Jumlahnya tidak besar, berkisar Rp 5-14 juta rupiah. “Dari tahun ke tahun pesertanya bertambah, berarti kepedulian akan keselamatan jalan kian bertambah,” tutur Hananta, direksi Adira Insurance yang membuka Kick Off SCA 2017, Sabtu (19/8) sore.

Kick Off kali ini ditandai dengan talkshow atau bincang-bincang seputar keselamatan jalan. Selain saya, hadir juga sebagai pembicara adalah Alfred Sitorus, koordinator Koalisi Pejalan Kaki dan Budi, dari Direktorat Kegawatdaruratan Kementerian Kesehatan. Sedangkan Ivan melengkapi bincang-bincang soal kegiatan SCA dari perspektif RSA Indonesia.

“Ada baiknya, saat melakukan kampanye keselamatan jalan juga menghargai fasilitas publik termasuk trotoar tempat pedestrian berjalan,” pinta Alfred yang konsisten mengkampanyekan keselamatan bagi pejalan kaki.

Calon peserta SCA yang hadir sore hingga malam itu pun sepakat. Apalagi, dalam SCA kali ini topic tentang Keselamatan Pejalan Kaki masuk dalam pilihan tema yang dapat dipakai oleh para peserta SCA.

“Kami senang ikut SCA. Awalnya ada kesan susah, tapi saat sudah mengikutinya, kami sudah tiga kali ikut, ternyata amat bermanfaat dan tidak susah,” tutur Beno, dari Koster Indonesia.

Bagi saya, SCA merupakan salah satu wujud gerakan mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis. Lalu lintas jalan yang minim fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan.

Terus bergerak. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. eiscell permalink
    23 Agustus 2017 15:09

    kog gak mgebhas pelarangan motor yg lewat jalan protokol??

    bikin artikel 2 sudut pandang donx..

    • 25 Agustus 2017 12:38

      pernah saya tulis, bahkan beberapa kali. salah satunya ini

      https://edorusyanto.wordpress.com/2017/07/12/ini-syarat-kalau-mau-membatasi-motor/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: